• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, April 23, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Meneropong Cagub DKI Versi Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
31 Mei 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Dr. Syahgnda Nainggolan,
Sabang Merauke Circle

Jakarta, Kabariku- Budi Djiwandono telah membantah pencalonan dirinya sebagai Cagub Jakarta sebagaimana telah menajadi spekulsi beberapa saat lalu, yang dipasangkan dengan Kaesang putra Jokowi. Apalagi manuver Partai Garuda merubah batas usia kepala daerah untuk calon Gubernur, minimal usia 30 pada saat pendaftaran, menjadi usia 30 pada saat pelantikan, telah disetujui Mahkamah Agung.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Bantahan ini telah disampaikan Budi, melalui Kompas, tadi malam, ketika media lainnya belum mengetahui/memberitakan informasi bantahan ini (lihat: https://nasional.kompas.com/read/2024/05/30/20533211/budi-djiwandono-nyatakan-tak-maju-pilkada-jakarta-ditugaskan-prabowo-tetap).

RelatedPosts

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

Reformasi Polri Melalui Pendekatan Improvement dan Developement Demi Mewujudkan Polisi Kelas Dunia

Dalam bantahannya, Budi mengatakan arahan tentang dirinya dia dapatkan langsung melalui pamannya, Prabowo Subianto. Hal ini menegasi pernyataan wakil ketua umum Gerindra sebelumnya bahwa alur informasi pencalonan Budi akan diumumkan ketua hariannya (lihat kompas, 30/5/24, “Muncul Foto Budisatrio Djiwandono dan Kaesang for Jakarta, Gerindra: Itu Aspirasi Masyarakat) setelah mendapat persetujuan Prabowo. Selain mendapatkan informasi langsung dan mengumumkan langsung ke publik, Budi mengatakan bahwa cagub versi Prabowo dan koalisinya sudah ada namanya, cuma belum diumumkan.

Mengapa Prabowo menolak upaya pencaguban Budi, yang berpasangan dengan Kaesang, di Jakarta? Lalu siapakah calon gubernur versi Prabowo? Ini menjadi bahan kajian menarik tentunya.

Pertama, soal munculnya nama Kaesang yang disertai perubahan syarat batas umur telah membuat keresahan di masyarakat. PKS menganggap MA melanggar UU. Nasdem, melalui Sugeng Suparwoto, menilai tidak perlu membuat instabilitas baru dengan mengulangi cara-cara mirip di MK terkait Gibran yang lalu. Sugeng yang semula mengapresiasi pencalonan Budi dan siap bersinergi dengan Gerindra terlihat kritis dengan isu yang diperkirakan untuk meloloskan Kaesang ke pilgub Jakarta.

Baca Juga  Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa Kita

Demokrat sendiri, yang menjadi bagian koalisi Prabowo, ragu dengan keputusan MA tersebut. Herman Khaeron, PD, mengatakan seharusnya urusan perubahan terkait UU dilakukan oleh MK bukan MA. PDIP, melalui jubirnya, Chico Hakim, mengkritik keputusan MA tersebut. Disamping partai, berbagai kelompok masyarakat sipil mengkritik keputusan MA tersebut.

Penjelasan Budi yang bersumber langsung dari Prabowo bahwa sudah ada calonnya Prabowo mungkin berusaha meredam gejolak yang berkembang saat ini. Mungkin pula dia sendiri tidak ingin dimasukkan dalam bagian kemarahan rakyat yang disinggung di atas.

Kedua, konstruksi kekuasaan Prabowo ke depan sangat berhubungan dengan pilihan Prabowo dalam menentukan calon kepala daerah nantinya. Jika Prabowo melihat kekuasan daerah sebagai eksistensi tersendiri dalam bagian kekuasaannya, maka pertarungan atau kompetisi di daerah perlu dilakukannya secara serius.

Namun, jika Prabowo menganggap dirinya akan menjadi “penguasa tunggal” ke depan, maka kepala daerah bukanlah sosok pemilik “power” terpisah dari dirinya.

Untuk alasan kedua ini kita perlu pemahaman utuh. Pertama, Presiden yang berasal dari mantan tentara akan mempunyai kekuatan super ketika menjadi presiden.

Kenapa? Karena dia akan menjadi panglima tertinggi militer. Meskipun sejak era demokrasi hal ini bersifat ambigu, namun faktanya ketika militer menjadi Presiden, kekuatan militer solid dan tunduk total pada Presiden tersebut.

Kedua, implikasi dari hal diatas, merujuk pada berbagai teori yang menganalisa hubungan militer dan politik di dunia ketiga, Presiden tersebut akan memanfaatkan kekuatan militer tersebut sebagai tulang punggung kekuatan dan kekuasaannya.

Pada masa SBY, yang dibantu 3 eks militer utama, Syamsir Siregar di bidang intelijen, Sudi Silalahi di istana dan M. Yasin di kalangan sipil, konsolidasi militer dalam menjalankan stabilitas dan pembangunan, khsususnya penanganan Tsunami Aceh dan perundingan dengan GAM, dapat berjalan mulus.

Baca Juga  Produksi Beras Diproyeksikan Tembus 34,7 Juta Ton, Komisi IV Dorong Kemandirian Pangan

Hanya saja, karena SBY dianggap terlalu dipengaruhi ide-ide demokrasi barat, SBY memberi ruang yang sangat besar untuk sistem politik demokrasi. Sehingga, isu kepala daerah dan desentralisasi, tetap dianggap sebagai eksistensi tersendiri.

Prabowo yang lebih berlatar belakang komando, dibandingkan SBY, tentu saja akan berbeda. Dengan konsolidasi melalui kekuatan dan kekuasaannya atas militer, efektifitas kekuasaannya lahir bukan dari partai politik dan derefatifnya, melainkan dari militer itu sendiri.

Kekuatan dan kekuasaan Prabowo yang cenderung absolut hanya membutuhkan kaum teknokrasi, sebagaimana pak Harto dulu, dalam menjalankan pembangunan.

Spekulasi Prabowo akan menentukan calon-calon kepala daerah berdasarkan keinginan parpol dan demokrasi murni mulai mengalami keraguan sejak Prabowo ingin menjalankan ide-ide besar seperti makan siang gratis, pendidikan gratis, pertumbuhan ekonomi 8%, pengentasan kemiskinan secara tuntas, dlsb. Ide besar ini hanya bisa berjalan dengan cara pak Harto dahulu, dan sulit dengan cara paska reformasi selama ini.

Prabowo mungkin hanya melihat Pilkada hanya salah satu sarana mencari ajang pencarian kepala daerah yang mampu merealisasikan cita-cita besar dia di daerah. Sebagai “back up”, rencana perubahan UU TNI, yang membolehkan TNI bekerja dalam ruang lingkup sipil, seperti kepala daerah atau seksa, boleh jadi akan merupakan “plan B” jika Pilkada tersebut gagal seperti yang dia harapkan.

Spekulasi lainnya seperti Prabowo membenci Anies dan kecewa dengan PDIP karena belum menyatakan dukungannya sulit untuk dipahami. Pertama, kita melihat tema persatuan nasional yang kerap digembar-gemborkan Prabowo, lebih khususnya lagi doktrin tentara orde baru bahwa mereka diatas semua golongan, akan mengarahkan pada konsolidasi total anak bangsa. Ini terlihat pula Prabowo kurang tertarik lagi dengan mempersoalkan orang orang yang dulu menghina dia psikopat maupun memecatnya dari militer.

Baca Juga  Repdem Papua Barat: Stop Perkosa Konstitusi, Masa Jabatan Kepala Daerah Hanya Batas Lima Tahun

Kedua, Anies dan Andhika, misalnya jika dicalonkan PDIP, pasti akan tunduk pada kekuasan dan kekuatan Prabowo sebagai eks militer yang menjadi Presiden, sebagaimana dibahas diatas. Sehingga, siapapun pemenangnya di Jakarta dan pilgub lainnya hanyalah yang terbaik untuk melayani kekuasan Prabowo kelak.

Dengan analisa di atas, kemungkinan besar Prabowo sedang melakukan suatu strategi besar dan tersendiri, yakni melihat Pilgub bukan sebagai ajang kompetisi terhadap dirinya. Sehingga cagub, Prabowo tidak perlu terasosiasi lagi pada dirinya.

Itu pula mungkin melatarbelakangi penolakan dia terhadap pencalonan Budi Djiwandono, ponakannya, yang kelak diperkirakan sebagai penggantinya dalam waktu dekat.

Lalu siapa cagub Prabowo di Jakarta? Mungkin Prabowo akan membiarkan siapapun bertarung dan tidak memihak.***

Jakarta, 31 Mei 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Cagub DKIPrabowo SubiantoSabang Merauke CircleSyahganda Nainggolan
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mensesneg Pratikno Umumkan 9 Nama Pansel Capim dan Dewas KPK Masa Jabatan 2024-2029

Post Selanjutnya

Pj Bupati Garut Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam Mengatasi Permasalahan di Masyarakat

RelatedPosts

dok.kabariku.com-boelan

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Reformasi Polri Melalui Pendekatan Improvement dan Developement Demi Mewujudkan Polisi Kelas Dunia

20 April 2026
Panas Bumi Area Kamojang - Kawah Kareta - dok Kabariku/Boelan

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026
foto dok. Teddy Friends

Siapapun Kabinetnya, Seskabnya Teddy

16 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
Post Selanjutnya

Pj Bupati Garut Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam Mengatasi Permasalahan di Masyarakat

Nurdin Yana Buka Resmi "Tripartit Cup" Kejuaraan Futsal Antar Perusahaan se-Kabupaten Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

dok.kabariku.com-boelan

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

BGN Kucurkan Rp60 Triliun untuk MBG hingga April, Target 82,9 Juta Penerima pada 2026

23 April 2026

Kawal Program Prioritas Nasional, Wapres Gibran Tinjau MBG dan Kampung Nelayan di Raja Ampat

23 April 2026

BP BUMN Dorong Transformasi Telkom, Dony Oskaria: Tata Kelola Harus Bersih dan Kompetitif

23 April 2026

Produksi Rekor 5.095 GWh, RUPST PGE 2026 Percepat Ekspansi Proyek dan Perkuat Manajemen

22 April 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Capai Rp498,79 Triliun, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

22 April 2026

Momentum Kartini, Jabar Perkuat Peran KB untuk Tekan Risiko Kematian Ibu

22 April 2026
Kunjungan Pemerintah Kabupaten Garut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/4/2026), dalam rangka membahas pengembangan energi panas bumi dan akses listrik bagi masyarakat. (Foto: Revy Muzaqqi/Diskominfo Kab. Garut)

Pemkab Garut Jajaki Penambahan PLTP, Fokus Kembangkan Energi Panas Bumi

22 April 2026

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Terima Jenderal Dudung Bahas Dinamika Geopolitik dan Pertahanan Nasional

22 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Gabung Sekarang! PR Starwarriors FA Bandung Rekrut U6–18 Tanpa SPP Menuju Kompetisi Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reformasi Polri Melalui Pendekatan Improvement dan Developement Demi Mewujudkan Polisi Kelas Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Petakan 8 Risiko Korupsi di Program MBG, BGN Usul Rencana Aksi Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi JPT Pratama MPR RI 2026: Berikut Peserta Lolos Administrasi dan Jadwal Tahap Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riungan Nasional Perkumpulan Aktivis ’98: Jangan Khianati Dasa Sila Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com