• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Januari 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Meneropong Cagub DKI Versi Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
31 Mei 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Dr. Syahgnda Nainggolan,
Sabang Merauke Circle

Jakarta, Kabariku- Budi Djiwandono telah membantah pencalonan dirinya sebagai Cagub Jakarta sebagaimana telah menajadi spekulsi beberapa saat lalu, yang dipasangkan dengan Kaesang putra Jokowi. Apalagi manuver Partai Garuda merubah batas usia kepala daerah untuk calon Gubernur, minimal usia 30 pada saat pendaftaran, menjadi usia 30 pada saat pelantikan, telah disetujui Mahkamah Agung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bantahan ini telah disampaikan Budi, melalui Kompas, tadi malam, ketika media lainnya belum mengetahui/memberitakan informasi bantahan ini (lihat: https://nasional.kompas.com/read/2024/05/30/20533211/budi-djiwandono-nyatakan-tak-maju-pilkada-jakarta-ditugaskan-prabowo-tetap).

RelatedPosts

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

Dalam bantahannya, Budi mengatakan arahan tentang dirinya dia dapatkan langsung melalui pamannya, Prabowo Subianto. Hal ini menegasi pernyataan wakil ketua umum Gerindra sebelumnya bahwa alur informasi pencalonan Budi akan diumumkan ketua hariannya (lihat kompas, 30/5/24, “Muncul Foto Budisatrio Djiwandono dan Kaesang for Jakarta, Gerindra: Itu Aspirasi Masyarakat) setelah mendapat persetujuan Prabowo. Selain mendapatkan informasi langsung dan mengumumkan langsung ke publik, Budi mengatakan bahwa cagub versi Prabowo dan koalisinya sudah ada namanya, cuma belum diumumkan.

Mengapa Prabowo menolak upaya pencaguban Budi, yang berpasangan dengan Kaesang, di Jakarta? Lalu siapakah calon gubernur versi Prabowo? Ini menjadi bahan kajian menarik tentunya.

Pertama, soal munculnya nama Kaesang yang disertai perubahan syarat batas umur telah membuat keresahan di masyarakat. PKS menganggap MA melanggar UU. Nasdem, melalui Sugeng Suparwoto, menilai tidak perlu membuat instabilitas baru dengan mengulangi cara-cara mirip di MK terkait Gibran yang lalu. Sugeng yang semula mengapresiasi pencalonan Budi dan siap bersinergi dengan Gerindra terlihat kritis dengan isu yang diperkirakan untuk meloloskan Kaesang ke pilgub Jakarta.

Baca Juga  Kader NU Bertemu Presiden Israel, Dr. Syahganda: Tidak Mungkin Ada Kunjungan Tanpa Hubungan Konspiratif

Demokrat sendiri, yang menjadi bagian koalisi Prabowo, ragu dengan keputusan MA tersebut. Herman Khaeron, PD, mengatakan seharusnya urusan perubahan terkait UU dilakukan oleh MK bukan MA. PDIP, melalui jubirnya, Chico Hakim, mengkritik keputusan MA tersebut. Disamping partai, berbagai kelompok masyarakat sipil mengkritik keputusan MA tersebut.

Penjelasan Budi yang bersumber langsung dari Prabowo bahwa sudah ada calonnya Prabowo mungkin berusaha meredam gejolak yang berkembang saat ini. Mungkin pula dia sendiri tidak ingin dimasukkan dalam bagian kemarahan rakyat yang disinggung di atas.

Kedua, konstruksi kekuasaan Prabowo ke depan sangat berhubungan dengan pilihan Prabowo dalam menentukan calon kepala daerah nantinya. Jika Prabowo melihat kekuasan daerah sebagai eksistensi tersendiri dalam bagian kekuasaannya, maka pertarungan atau kompetisi di daerah perlu dilakukannya secara serius.

Namun, jika Prabowo menganggap dirinya akan menjadi “penguasa tunggal” ke depan, maka kepala daerah bukanlah sosok pemilik “power” terpisah dari dirinya.

Untuk alasan kedua ini kita perlu pemahaman utuh. Pertama, Presiden yang berasal dari mantan tentara akan mempunyai kekuatan super ketika menjadi presiden.

Kenapa? Karena dia akan menjadi panglima tertinggi militer. Meskipun sejak era demokrasi hal ini bersifat ambigu, namun faktanya ketika militer menjadi Presiden, kekuatan militer solid dan tunduk total pada Presiden tersebut.

Kedua, implikasi dari hal diatas, merujuk pada berbagai teori yang menganalisa hubungan militer dan politik di dunia ketiga, Presiden tersebut akan memanfaatkan kekuatan militer tersebut sebagai tulang punggung kekuatan dan kekuasaannya.

Pada masa SBY, yang dibantu 3 eks militer utama, Syamsir Siregar di bidang intelijen, Sudi Silalahi di istana dan M. Yasin di kalangan sipil, konsolidasi militer dalam menjalankan stabilitas dan pembangunan, khsususnya penanganan Tsunami Aceh dan perundingan dengan GAM, dapat berjalan mulus.

Baca Juga  Haji Simbolisme Mendasar Kehidupan Manusia

Hanya saja, karena SBY dianggap terlalu dipengaruhi ide-ide demokrasi barat, SBY memberi ruang yang sangat besar untuk sistem politik demokrasi. Sehingga, isu kepala daerah dan desentralisasi, tetap dianggap sebagai eksistensi tersendiri.

Prabowo yang lebih berlatar belakang komando, dibandingkan SBY, tentu saja akan berbeda. Dengan konsolidasi melalui kekuatan dan kekuasaannya atas militer, efektifitas kekuasaannya lahir bukan dari partai politik dan derefatifnya, melainkan dari militer itu sendiri.

Kekuatan dan kekuasaan Prabowo yang cenderung absolut hanya membutuhkan kaum teknokrasi, sebagaimana pak Harto dulu, dalam menjalankan pembangunan.

Spekulasi Prabowo akan menentukan calon-calon kepala daerah berdasarkan keinginan parpol dan demokrasi murni mulai mengalami keraguan sejak Prabowo ingin menjalankan ide-ide besar seperti makan siang gratis, pendidikan gratis, pertumbuhan ekonomi 8%, pengentasan kemiskinan secara tuntas, dlsb. Ide besar ini hanya bisa berjalan dengan cara pak Harto dahulu, dan sulit dengan cara paska reformasi selama ini.

Prabowo mungkin hanya melihat Pilkada hanya salah satu sarana mencari ajang pencarian kepala daerah yang mampu merealisasikan cita-cita besar dia di daerah. Sebagai “back up”, rencana perubahan UU TNI, yang membolehkan TNI bekerja dalam ruang lingkup sipil, seperti kepala daerah atau seksa, boleh jadi akan merupakan “plan B” jika Pilkada tersebut gagal seperti yang dia harapkan.

Spekulasi lainnya seperti Prabowo membenci Anies dan kecewa dengan PDIP karena belum menyatakan dukungannya sulit untuk dipahami. Pertama, kita melihat tema persatuan nasional yang kerap digembar-gemborkan Prabowo, lebih khususnya lagi doktrin tentara orde baru bahwa mereka diatas semua golongan, akan mengarahkan pada konsolidasi total anak bangsa. Ini terlihat pula Prabowo kurang tertarik lagi dengan mempersoalkan orang orang yang dulu menghina dia psikopat maupun memecatnya dari militer.

Baca Juga  Syahganda: Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadikan Redistribusi Strategi Pengentasan Kemiskinan

Kedua, Anies dan Andhika, misalnya jika dicalonkan PDIP, pasti akan tunduk pada kekuasan dan kekuatan Prabowo sebagai eks militer yang menjadi Presiden, sebagaimana dibahas diatas. Sehingga, siapapun pemenangnya di Jakarta dan pilgub lainnya hanyalah yang terbaik untuk melayani kekuasan Prabowo kelak.

Dengan analisa di atas, kemungkinan besar Prabowo sedang melakukan suatu strategi besar dan tersendiri, yakni melihat Pilgub bukan sebagai ajang kompetisi terhadap dirinya. Sehingga cagub, Prabowo tidak perlu terasosiasi lagi pada dirinya.

Itu pula mungkin melatarbelakangi penolakan dia terhadap pencalonan Budi Djiwandono, ponakannya, yang kelak diperkirakan sebagai penggantinya dalam waktu dekat.

Lalu siapa cagub Prabowo di Jakarta? Mungkin Prabowo akan membiarkan siapapun bertarung dan tidak memihak.***

Jakarta, 31 Mei 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Cagub DKIPrabowo SubiantoSabang Merauke CircleSyahganda Nainggolan
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mensesneg Pratikno Umumkan 9 Nama Pansel Capim dan Dewas KPK Masa Jabatan 2024-2029

Post Selanjutnya

Pj Bupati Garut Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam Mengatasi Permasalahan di Masyarakat

RelatedPosts

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

24 November 2025

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

23 November 2025

Tanah, Laut, dan Negara yang Tersesat: Menegakkan Dialektika Petani dan Nelayan di Tengah Kontradiksi Kebijakan Agraria

17 November 2025
Post Selanjutnya

Pj Bupati Garut Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam Mengatasi Permasalahan di Masyarakat

Nurdin Yana Buka Resmi "Tripartit Cup" Kejuaraan Futsal Antar Perusahaan se-Kabupaten Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gelandang PERSIB, Thom Haye

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

10 Januari 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril: Pilkada Langsung maupun via DPRD Sama-Sama Konstitusional

9 Januari 2026
Ketua KPK Setyo Budyanto (tengah) dengan sejumlah pimpinan KPK dan Jubir KPK. (Foto: Humas KPK)

Pemulihan Aset KPK Mencapai Rp1,53 Triliun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

9 Januari 2026

Mukab VIII KADIN Garut Diikuti Satu Calon, Panitia Tegaskan Komitmen Rekonsiliasi Organisasi

9 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Selain Yaqut, Stafsus Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026
Sandri Rumanama paparkan peran strategis Polri dalam mendukung Program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (Ist)

Di Balik Layar Asta Cita Presiden Prabowo: Polri dan Dapur MBG Nasional

9 Januari 2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag.go.id)

Gus Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama pihak terkait melaksanakan peninjauan aktivitas penambangan Galian C di 3 lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Banyuresmi dan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (5/1/2026).

Dukung Bupati-Wabup Garut Tertibkan Galian C, Ekspedisi 57: Kebijakan Berani Lindungi Warga dan Lingkungan

9 Januari 2026
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo

KPK Dukung Reformasi Yudisial MA: Perkuat Integritas Aparatur Peradilan Tutup Celah KKN

9 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Profil Komjen (Purn) Chryshnanda Dwilaksana, mantan Kalemdiklat Polri dan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri

    Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru Berlaku Januari 2026, Menkum: Disusun 63 Tahun Gantikan Produk Hukum Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Penertiban Kawasan Hutan, Transparansi Kinerja Satgas PKH Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Garut Evaluasi Galian C, Tiga Lokasi di Banyuresmi-Tarogong Kaler Dihentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Ijazah Jokowi: Partai Demokrat Layangkan Somasi atas Konten yang Seret Nama SBY

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com