• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juli 12, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
8 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Kuldip Singh (Diva),
Senator Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem)

Kabariku – Artikel The Straits Times berjudul As Prabowo Falters, Indonesia’s Political Heavyweights Smell an Opening, menarik untuk dicermati, bukan semata karena isinya, melainkan karena cara pandang yang digunakannya dalam membaca politik Indonesia.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tesis utama artikel tersebut sederhana: ketika rupiah mengalami tekanan, pasar saham bergejolak, dan investor asing menunjukkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi, posisi politik Presiden Prabowo Subianto dianggap melemah.

RelatedPosts

Jangan Sampai Kita Jadi “Kuli Listrik” ASEAN, Kita Juga Harus Jadi “Tuan Rumah” di ASEAN

Rp174 Triliun Belum Cukup, Saatnya Menata Ulang Tata Kelola SPPG Nasional

Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

Dalam situasi ltu, sejumlah tokoh politik seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Jokowi disebut mulai menyiapkan langkah untuk kontestasi politik 2029.

Bagi pembaca Indonesia, analisis semacam ini tidak sepenuhnya keliru. Politik memang selalu membuka ruang bagi para aktor untuk menghitung peluang. Tidak ada kekuasaan yang terbebas dari manuver elite.

Namun persoalannya, artikel tersebut tampak melihat Indonesia hampir sepenuhnya dari sudut pandang pasar dan persepsi investor.

Seolah-olah ketika pasar gelisah, maka kekuasaan otomatis melemah. Seolah-olah ketika investor ragu, maka dukungan politik rakyat ikut surut.

Padahal pengalaman Indonesia menunjukkan kenyataan yang jauh lebih kompleks. Popularitas seorang Presiden tidak selalu bergerak searah dengan indeks saham atau nilai tukar.

Basis legitimasi politik sering kali dibentuk oleh faktor yang berbeda: persepsi kepemimpinan, kedekatan dengan rakyat, program-program sosial, stabilitas nasional, dan kemampuan menjaga harapan publik.

Prabowo sendiri tidak terpilih semata karena mendapat dukungan pasar. la menang karena berhasil membangun koalisi sosial dan politik yang luas, mulai dari kelompok nasionalis, masyarakat pedesaan, pemilih kelas menengah bawah, hingga mereka yang menginginkan negara lebih aktif dalam mengelola pembangunan ekonomi.

Baca Juga  Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Islamabad, Teguhkan Persahabatan Indonesia-Pakistan

Karena itu, kesimpulan bahwa Prabowo sedang “falter” atau terpuruk sesungguhnya lebih merupakan interpretasi daripada fakta politik yang sudah terbukti. Yang justru menarik dari artikel tersebut adalah pengakuan tersirat bahwa pertarungan menuju 2029 telah dimulai jauh lebih awal.

Para elite mulai mempersiapkan posisi, membangun narasl, dan mengukur peluang. Dalam politik, persepsi mengenai masa depan sering kali sama pentingnya dengan kondisi hari ini.

Namun Indonesia tidak bisa dibaca hanya melalui layar Bloomberg, laporan investor, atau pergerakan pasar keuangan. Politik Indonesia memiliki variabel yang jauh lebih rumit: konsolidasi partal, hubungan antar elite, kekuatan organisasi di akar rurnput, dinamika masyarakat sipil, serta faktor kebudayaan yang sering tidak terlihat oleh pengamat luar.

Karena ltu, artikel tersebut lebih tepat dipahami sebagai cerminan bagaimana sebagian media internasional dan komunitas investor memandang pemerintahan Prabowo saat ini, bukan sebagai vonis akhir atas masa depan politiknya.

Pada akhirnya, yang akan menentukan kuat atau lemahnya seorang presiden bukanlah sentimen pasar semata, melainkan kemampuan menghadirkan hasil nyata bagi rakyat.

Politik Indonesia pada akhirnya tetap diputuskan oleh rakyat Indonesia sendiri, bukan oleh pasar, media asing, ataupun para spekulan politik yang terlalu dini menghitung akhir sebuah pemerintahan.*

Jakarta, 8 Juni 2026

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Agus Harimurti YudhoyonoAnies Baswedanindeks sahamJaringan Aktivis Pro Demokrasijokowimembaca PrabowoPresiden Prabowo SubiantoProDem
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hashis Asal Thailand

Post Selanjutnya

KPK Tahan Eks Ketum Kesthuri dan Direktur Maktour Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

RelatedPosts

Jangan Sampai Kita Jadi “Kuli Listrik” ASEAN, Kita Juga Harus Jadi “Tuan Rumah” di ASEAN

8 Juli 2026

Rp174 Triliun Belum Cukup, Saatnya Menata Ulang Tata Kelola SPPG Nasional

7 Juli 2026

Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

5 Juli 2026

Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

5 Juli 2026

Potensi Maritim Pangkalpinang jadi Implementasi Peran Pemuda Sebagai Agent Of Change

3 Juli 2026

Watak Integritas Polisi: Kunci Utama Terwujudnya Kemajuan Bangsa

28 Juni 2026
Post Selanjutnya

KPK Tahan Eks Ketum Kesthuri dan Direktur Maktour Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

Foto : Ilustrasi (Istimewa)

SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan di Tengah Revisi RUU Polri

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Rudi Margono: Jamwas yang Pernah Pimpin Tim Supervisi BLBI KPK, Kini Jadi Plt Jampidsus

11 Juli 2026

Hendardi: Kejagung Jangan Defensif, Dugaan Intervensi TNI Harus Diusut Tuntas

11 Juli 2026

Habiburokhman: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas, Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Dikawal Hingga Tuntas

11 Juli 2026

Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Jumat Berbagi, Polres Tangsel Bersama Bhayangkari Hadir Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

11 Juli 2026

Operasi Brantas Jaya 2026 Berhasil, Polsek Cisauk Ringkus Residivis Curanmor

11 Juli 2026

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Bus Sekolah Gratis Tangsel Dipastikan Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026, Pemkot Tambah Anggaran Rp400 Juta

11 Juli 2026

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Branch Manager MNC Bank Cabang MNC Tower,Saidah Amir Sussy Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Dugaan Korupsi PLN hingga Asabri, Polri Geledah Cafe dan Money Changer di Cipete

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Udang Milik Kaesang Pangarep Terlilit Utang Lebih dari Rp2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com