Jakarta, Kabariku.com – Pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tak hanya menyita perhatian karena alasan kesehatan. Di balik keputusan tersebut, Nanik juga mengungkap bahwa sosok yang akan menggantikannya sudah disiapkan dan merupakan orang yang dikenalnya dengan baik.
Dalam pernyataan melalui akun Facebook resminya, Selasa (22/7), Nanik menyebut calon Kepala BGN merupakan sosok yang ia panggil sebagai “adik”. Meski begitu, ia belum mengungkap identitas pejabat yang dimaksud.
“Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” kata Nanik.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional telah dipersiapkan. Nanik berharap penggantinya mampu menjaga arah kebijakan BGN, terutama dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Nanik menjelaskan, dirinya memutuskan mengundurkan diri lantaran harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan tersebut, kata dia, telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN, demi kesehatan saya,” ujarnya.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo memahami kondisi kesehatannya dan memberikan izin untuk fokus menjalani pengobatan. Namun, ia mengungkapkan tetap diminta berkontribusi dalam mengawal jalannya Badan Gizi Nasional.
Bahkan, Presiden disebut berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan meminta Nanik menjadi ketuanya.
“Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” katanya.
Dengan posisi tersebut, Nanik mengisyaratkan tetap dapat mengawasi kinerja pimpinan baru BGN, termasuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berada pada jalur yang telah dirancang.
Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap program MBG yang selama ini dikawal bersama Presiden Prabowo.
Menurut Nanik, selama 14 tahun mengikuti perjuangan Prabowo, ia meyakini program tersebut lahir untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan sebagai instrumen politik.
Sebelum resmi mengundurkan diri, Nanik mengaku telah merampungkan sejumlah pembenahan di tubuh BGN. Salah satunya dengan mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan.
Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan agar organisasi diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga pelaksanaan tugas BGN semakin efektif.
Kini, Nanik memilih memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya sesuai arahan keluarga dan tim medis.
“Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens,” ujarnya.

















Discussion about this post