Jakarta, Kabariku – Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengambil langkah tegas untuk menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tindakan itu dilakukan usai ditemukan dapur penyedia makanan dalam kondisi tidak layak saat inspeksi mendadak (sidak) di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Dalam sidak yang dilakukan pada Selasa (12/5/2026), Dudung menemukan dapur kotor dengan tumpukan sampah hingga belatung di lokasi penyedia MBG.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberikan sanksi penghentian sementara atau suspend terhadap dua penyedia makanan tersebut.
“Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh kepala BGN langsung direspon, sehingga di-suspend saya lihat itu,” kata Dudung di kantornya, dikutip Jumat (15/5/2026).
Langkah penertiban itu disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar program MBG benar-benar menghadirkan makanan bersih, sehat, dan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat.
Kastaf menegaskan pengawasan tidak akan berhenti di Jakarta Barat. Ia mengaku akan melakukan pengecekan ke sejumlah daerah lain menyusul laporan adanya ketidaksesuaian standar dalam pelaksanaan program MBG.
“Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar,” ujarnya.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu juga mengapresiasi langkah BGN yang dinilai terus melakukan pembenahan untuk mengatasi berbagai persoalan di lapangan.
Secara khusus, Dudung memberikan peringatan keras kepada yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak menjadikan program MBG semata-mata sebagai ladang keuntungan bisnis tanpa memperhatikan kualitas makanan dan standar gizi.
Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN Dadan Hindayana terkait pengawasan terhadap potensi pelanggaran tersebut.
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” tegasnya.
Kastaf berharap para pengelola program MBG dapat mengedepankan kepentingan anak-anak dan masa depan bangsa dibanding sekadar mengejar keuntungan.
“Ya saya sampaikanlah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya, ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa, ini anak-anak kita kasihan. Tidak semudah kemudian orang seakan-akan, yang penting ada dapat keuntungan dari uang itu,” tambahnya.
Pengawasan ketat terhadap program MBG juga dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan yang membahayakan kesehatan anak, termasuk potensi keracunan makanan.
KSP bersama BGN disebut akan terus bersinergi melakukan pengawasan dan penindakan terhadap penyedia yang melanggar standar.
“Hal-hal ini saya akan terus-menerus, tentunya bersama-sama juga dengan BGN untuk menjaga hal-hal yang memang kurang baik,” tutup Kastaf Dudung.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post