oleh :
Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo SIK., MH., Msi
Utusan Polri dalam Pertemuan Pearls Policing Ke-20 di Belanda
Jakarta, Kabariku – Saya baru mendapatkan kesempatan mewakili Polri dalam pertemuan polisi lintas negara yang diinisiasi oleh kepolisian Belanda. Pertemuan internasional tersebut dinamakan “Pearls Policing”.
Pearls Policing adalah ruang pertukaran gagasan, point of view, dan bacaan atas masa depan dari para polisi senior dari berbagai negara. Forum pertukaran pengalaman para polisi dengan basis pendidikan yang berkualitas serta kemampuan untuk memahami situasi dunia secara baik.
Pertemuan ini dirancang untuk membaca perkembangan dinamika dunia yang mengalami fase perubahan penting akibat meningkatnya eskalasi perang seperti di Iran dan Ukraina. Termasuk ketegangan dan kompetisi antar negara adidaya dalam bidang politik, ekonomi dan militer.
Perkembangan informasi, dan percepatan teknologi dan komunikasi sangat mempengaruhi timbulnya kejahatan baru serta perubahan perilaku sosial masyarakat dunia.
Situasi yang sangat mengancam keamanan dan kedamaian dunia. Belum lagi persoalan lainnya yang berhubungan dengan wabah penyakit dan perubahan iklim. Kesemuanya menjadi concern dan masalah bersama masyakat serta pemerintahan di dunia yang mutlak membutuhkan kerjasama.
Melalui pertemuan tahunan Pearls Policing, organisasi polisi lintas negara berdiskusi, merumuskan formulasi pemimpin dan kepemimpinan dunia yang mampu memberikan kontribusi dalam menjaga masyarakat dunia.
Hak untuk mendapatkan rasa aman dan damai dari perspektif tugas Kepolisian dengan moto “Peace-Police-Security”.
Selama tiga hari kepala kepolisian dari berbagai negara termasuk perwakilan Interpol, Europol, Frontex, penasehat keamanan Kanada, kepala asosiasi kepala kepolisian Amerika Serikat, mantan kepala kepolisian New York dan seorang profesor bidang kriminologi melakukan pembahasan tentang berbagai situasi yang terjadi di belahan dunia.
Bahasan pertama adalah skenario dampak perang antar dua negara yang mempunyai implikasi luas terhadap kohesi sosial masyarakat di berbagai belahan dunia.
Kedua, peran penting polisi untuk membangun ekosistem bisnis yang produktif dan terbebas dari sifat korosif. Memastikan bisnis dapat berjalan dengan baik yang akan berdampak terhadap ekonomi dan juga keamanan.
Ketiga, bagaimana nilai kepemimpinan dan keperwiraan merupakan sikap fundamental kepemimpinan di kepolisian yang tidak bisa dipertukarkan dengan kepentingan apapun.
Termasuk prasyarat terjadinya kolaborasi antar organisasi kepolisian dunia. Kerjasama untuk menjaga masyarakat dunia hidup berdampingan secara damai dan aman serta berdasarkan hukum dan universalismenya.
Dalam pendalaman diskusi, materi kasus yang dijadikan pembelajaran adalah posisi kepemimpinan kepolisian Amerika Serikat terhadap kebijakan Presiden Donald Trump dalam mengatasi persoalan imigran.
Dalam konteks ini asosiasi kepala kepolisian Amerika Serikat menempatkan diri mereka secara etis, independen dan profesional untuk memastikan hukum dan demokrasi tetap ditegakkan demi kepentingan keselamatan dan keamanan masyarakat.
Kehadiran Polri dalam forum pertemuan terbatas dan ekslusif ini menunjukkan akseptabilitas dunia terhadap peran dan fungsi Polri. Bukan saja terkait dengan kepentingan keamanan dan kedamaian dalam negeri Indonesia, tetapi juga kepentingan keamanan dan kedamaian dunia.
“Pearls In Policing“ dilaksanakan di kota bersejarah “DE HAGUE.“ Di kota ini International Court Of Justice ( ICJ ) didirikan dan dioperasionalkan. Termasuk berbagai macam perjanjian dan keputusan antar negara tentang keamanan dan perdamaian dunia dihasilkan.
Sebuah pesan simbolik bahwasanya keamanan dan kedamaian dunia harus selalu diupayakan. Dan merupakan persoalan fundamental ditengah berbagai polarisasi kekuatan politik adidaya dunia.
Hal ini menjadi bentuk peneguhan sikap serta komitmen organisasi polisi dunia termasuk Polri untuk selalu menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat. Khususnya dalam mitigasi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang.
Keikutsertaan Polri dalam grup “Pearls in Policing “ adalah upaya Polri untuk mentransformasikan organisasinya menuju polisi berkelas dunia. Kinerja pelayanan kepolisian yang berdasarkan standar internasional.
Organisasi kepolisian yang memiliki standar karakter dan nilai kepemimpinan yang setara. Setidaknya berdasarkan pada nilai integritas, profesional, inovatif, kolaboratif dan adaptif.
Nilai yang menjadi spirit organisasi untuk menjalankan mekanisme kerja, dan menjadikan organisasi kepolisian mampu menangani kejahatan serta melindungi masyarakat dan negara di masa depan.
Dengan berpegang pada nilai integritas, profesionalisme, inovatif, kolaboratif dan adaptif, organisasi kepolisian akan terhindar dari situasi korosif kelembagaan, yang memberi ruang tumbuh dan berkembangnya kejahatan. Kerusakan yang dapat mengancam rasa aman dan kedamaian masyarakat termasuk masa depan negara.
Dalam realitasnya, mewujudkan Polri berkelas dunia menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia dan masyarakat dunia.
Oleh karenanya dibutuhkan langkah bersama dari seluruh personil yang diawali dengan penguatan nilai integritas, profesionalitas, adaptabilitas, inovatif dan kolaboratif. Karenanya ketauladanan menjadi hal pokok dalam kepemimpinan dan organisasi Polri.*
Dirgahayu Polri Ke-80
1 Juli 2026
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post