Garut, Kabariku – Kondisi memprihatinkan SDN 1 Sukanagara di Kampung Pasirsalam, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, yang sempat viral karena ruang kelas dipenuhi kotoran kelelawar, mendapat perhatian langsung dari Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan.
Pada Kamis (23/7/2026), Yuda bersama Komisi IV DPRD Garut yang dipimpin Asep Rahmat meninjau langsung sekolah tersebut. Kunjungan itu juga dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Peundeuy, mulai dari Camat Dani, Danramil Hariyanto, Kapolsek Cipto Tatang Sukirman, Babinsa, Kepala Subsektor Wawan, hingga Ketua PGRI Kecamatan Peundeuy, Aten.
Yuda mengungkapkan, kerusakan atap sekolah telah membuat ruang kelas menjadi sarang kelelawar. Akibatnya, setiap hari para siswa harus membersihkan kotoran kelelawar sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Kondisi ruang kelas di SDN 1 Sukanagara sangat memprihatinkan. Atap yang rusak berat membuat kelelawar bersarang di dalam kelas sehingga setiap hari anak-anak harus belajar di tengah kotoran kelelawar. Ini tentu tidak layak dan membahayakan kesehatan maupun keselamatan mereka,” ujar Yuda Puja Turnawan.
Sebagai bentuk kepedulian, Yuda secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp2 juta kepada Kepala SDN 1 Sukanagara, Iip Saefulloh. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk penanganan awal sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah.
Yuda juga menyampaikan kabar baik setelah berkomunikasi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, dan Kepala Bidang SD, Aai Saridah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk memperbaiki ruang kelas SDN 1 Sukanagara.
Meski demikian, Yuda menilai persoalan ruang kelas rusak di Kabupaten Garut tidak hanya terjadi di SDN 1 Sukanagara. Ia menyebut masih terdapat sekitar 1.171 ruang kelas SD yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Harapan saya, Pemerintah Kabupaten Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan karena masih banyak ruang kelas yang rusak berat. Saat ini ada sekitar 1.171 ruang kelas SD yang kondisinya rusak berat dan memerlukan perhatian segera karena membahayakan keselamatan peserta didik,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut memberikan dukungan agar percepatan rehabilitasi ruang kelas rusak di Kabupaten Garut dapat segera terealisasi.
Menurut Yuda, keberadaan ruang kelas yang aman dan layak merupakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang nyaman. Karena itu, ia meminta persoalan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Garut.


















Discussion about this post