• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Juni 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
7 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Hasanuddin, SH
Koordinator SIAGA 98

Jakarta, Kabariku – Secara politik, tidak banyak yang meragukan bahwa Sufmi Dasco Ahmad memiliki kapasitas dan pengaruh untuk menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sebagai Ketua Harian Gerindra dan salah satu tokoh yang sejak lama berada di lingkaran strategis Prabowo Subianto, peluang untuk menduduki kursi menteri sesungguhnya terbuka lebar.

RelatedPosts

Korupsi MBG adalah Laku Nista

Gerak-Gerik yang Tak Hilang dari Radar

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

Namun, Dasco justru berada di DPR. Pilihan ini menunjukkan bahwa dalam politik, tidak semua kekuatan harus ditempatkan di dalam kabinet.

Ada kalanya posisi yang lebih strategis justru berada di luar pemerintahan, tetapi tetap memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan dan stabilitas politik.

Di parlemen, Dasco menjalankan peran yang tidak ringan. Ia berada di persimpangan antara fungsi legislasi dan kebutuhan pemerintahan.

Di satu sisi, ia menjaga proses politik di DPR agar tetap berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional. Di sisi lain, ia menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan berbagai kekuatan politik di parlemen.

Peran seperti ini tidak banyak diminati. Jabatan menteri menawarkan panggung yang lebih besar, eksposur yang lebih tinggi, dan pengakuan publik yang lebih langsung.

Sementara itu, menjadi penghubung antara kekuatan politik dan pemerintahan menuntut kemampuan membangun konsensus, meredam konflik, serta menjaga keseimbangan tanpa harus selalu tampil di depan layar.

Justru karena itulah posisi Dasco menjadi penting. Ia berada pada titik yang memungkinkan komunikasi antara eksekutif dan legislatif berlangsung lebih cair, terutama dalam pemerintahan yang ditopang oleh koalisi besar dengan beragam kepentingan politik.

Baca Juga  Hasanuddin Optimis Partai Gerindra Kembali Memimpin Garut Kedepan

Menarik untuk dibayangkan, jika saja Dasco masuk ke dalam kabinet. Sangat mungkin magnet politik akan tertuju kepadanya sebagai salah satu sentrum pintu masuk kekuasaan.

Dengan posisi dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, berbagai kelompok politik, birokrasi, hingga pelaku usaha akan melihatnya sebagai salah satu pusat gravitasi baru dalam pemerintahan.

Dalam situasi seperti itu, bukan tidak mungkin perhatian publik dan elite politik yang saat ini banyak tertuju pada sosok-sosok strategis di lingkungan Istana akan bergeser.

Bahkan, sebagian pengamat bisa saja mulai melihat Dasco sebagai figur yang lebih menentukan dalam lalu lintas komunikasi kekuasaan.

Pandangan yang selama ini banyak diarahkan kepada Teddy Indra Wijaya sebagai salah satu figur dekat Presiden, bisa saja beralih kepada Dasco apabila ia berada di dalam kabinet dengan kewenangan yang lebih formal dan lebih terlihat.

Penulis melihat terdapat sisi positif dan negatif dari posisi Dasco saat ini. Di satu sisi, keberadaannya di DPR membuat fungsi komunikasi politik antara pemerintah dan parlemen berjalan lebih efektif.

Ia memiliki ruang yang luas untuk membangun konsensus dan menjaga stabilitas politik tanpa dibatasi oleh tugas-tugas teknokratis pemerintahan.

Namun di sisi lain, posisi tersebut juga membuat kapasitas kepemimpinan dan pengalaman politiknya belum sepenuhnya teraktualisasi dalam pengambilan keputusan eksekutif.

Padahal, dengan pengalaman, jaringan, dan pengaruh yang dimilikinya, Dasco memiliki modal yang cukup untuk memegang tanggung jawab strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, ke depan mungkin sudah saatnya Dasco tidak hanya berperan sebagai penghubung kekuasaan, tetapi juga menjadi bagian langsung dari pusat pengambilan keputusan negara.

Duduk pada posisi strategis di kabinet akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dirinya untuk menerjemahkan gagasan politik menjadi kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  Renungan Kemedekaan

Pada akhirnya, politik membutuhkan keseimbangan antara mereka yang menjaga komunikasi dan mereka yang menjalankan kekuasaan.

Dasco telah membuktikan kemampuannya pada peran pertama. Tantangan berikutnya adalah apakah pada waktunya ia akan mendapat kesempatan untuk memainkan peran kedua, yakni berada di pusat kekuasaan dan memimpin agenda strategis pemerintahan secara langsung.

Dan, bukankah Ketua Partai Politik pendukung lain juga sudah berada di Kabinet, diantaranya Muhaimin Iskandar, Partai Kebangkitan Bangsa, Menko Pemberdayaan Masyarakat; Zulkifli Hasan, Partai Amanat Nasional, Menko Pangan; Agus Harimurti Yudhoyono, Partai Demokrat, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah;

Airlangga Hartarto, Partai Golkar, Menko Perekonomian; Bahlil Lahadalia, Partai Golkar, Menteri ESDM; Yusril Ihza Mahendra, Partai Bulan Bintang, Menko Kumham Imipas; Agus Jabo Priono, Partai Prima, Wamensos.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Hasanuddin koordinator SIAGA 98Kabinet Merah PutihPartai Gerindrasufmi dasco Ketua Harian DPP Partai GerindraWakil Ketua DPR RI
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Ruang Kelas, Ruang Integritas: KPK Ingatkan SPMB 2026/2027 Bebas Titipan dan Pungli

RelatedPosts

Korupsi MBG adalah Laku Nista

7 Juni 2026
Foto : Anies Baswedan (Istimewa)

Gerak-Gerik yang Tak Hilang dari Radar

4 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026
Tandiesak Parinding (Petani Sawit Mandiri/Eks.Pengurus Pusat GMKI) (Doc.pribadi)

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

25 Mei 2026

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

20 Mei 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

7 Juni 2026
dok KPK

Ruang Kelas, Ruang Integritas: KPK Ingatkan SPMB 2026/2027 Bebas Titipan dan Pungli

7 Juni 2026

Korupsi MBG adalah Laku Nista

7 Juni 2026

20 Lembaga Lingkungan Siap Sukseskan Usulan Raperda Inisatif Pengelolaan Mata Air

7 Juni 2026

IPW Ungkap Propam Polri Periksa Eks Kapolda Kalbar Pipit Rismanto Terkait Kasus Korupsi Tambang

7 Juni 2026

Pemerintah Hormati Proses Hukum Silmy Karim, Presiden Prabowo Teken Surat Pemberhentian

7 Juni 2026

Informasi Penghentian Sementara Program MBG adalah Hoaks, Berikut Penjelasan BGN

7 Juni 2026

Komitmen Berantas Korupsi, Pemerintah Optimalkan Pengawasan Kementerian dan Lembaga

6 Juni 2026

Polri Resmikan Logo Layanan Polisi 110, Ini Makna dan Filosofi di Baliknya

6 Juni 2026

Komitmen Berantas Korupsi, Pemerintah Optimalkan Pengawasan Kementerian dan Lembaga

6 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Kejagung menahan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo.(Istimewa)

    Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Informasi Penghentian Sementara Program MBG adalah Hoaks, Berikut Penjelasan BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPW Ungkap Propam Polri Periksa Eks Kapolda Kalbar Pipit Rismanto Terkait Kasus Korupsi Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com