• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Juli 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
12 Juni 2026
di Opini
A A
0
ilustrasi

ilustrasi

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Hasanuddin, SH
Koordinator SIAGA 98

Kabariku – Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pada Juni 2026 datang pada saat yang kurang ideal. Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau naik sekitar 32 persen.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kenaikan ini langsung memicu kekhawatiran mengenai meningkatnya biaya transportasi, distribusi barang, dan pada akhirnya harga kebutuhan pokok. Bagi masyarakat, kenaikan BBM bukan sekadar angka di papan SPBU, melainkan ancaman terhadap daya beli dan stabilitas ekonomi rumah tangga.

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

Namun persoalan yang lebih serius justru muncul ketika tekanan ekonomi tersebut beriringan dengan memburuknya sentimen terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang semula diproyeksikan sebagai investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia kini menghadapi krisis kepercayaan akibat berbagai persoalan hukum dan tata kelola.

Dalam beberapa waktu terakhir, aparat penegak hukum (Kejaksaan Agung) mengusut sejumlah dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG dengan ditetapkannya Petinggi BGN sebagai Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi.

Di sisi lain, Ombudsman RI juga telah mengingatkan adanya potensi maladministrasi dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, hingga persoalan kompetensi pelaksana.

Berbagai temuan tersebut memperkuat persepsi publik bahwa tata kelola program yang menyerap anggaran besar negara masih membutuhkan perbaikan yang serius.

Masalahnya bukan hanya soal dugaan pelanggaran hukum atau kelemahan administratif. Yang lebih penting adalah dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat.

Ketika publik diminta memahami kebijakan yang berpotensi menambah beban ekonomi, mereka pada saat yang sama menyaksikan berbagai persoalan dalam pengelolaan program strategis pemerintah.

Baca Juga  SIAGA 98 Dukung Langkah Presiden Prabowo Bayar Utang KCIC: Komitmen Jaga Reputasi Negara

Situasi seperti ini dapat memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran negara, akuntabilitas pelaksana program, serta kemampuan pemerintah memastikan manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

Kombinasi kenaikan BBM dan polemik MBG merupakan situasi yang perlu mendapat perhatian serius. Sejarah menunjukkan bahwa gejolak sosial jarang muncul karena satu faktor tunggal.

Lebih sering, gejolak lahir dari akumulasi tekanan ekonomi, ketidakpuasan terhadap kebijakan publik, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga perlu mewaspadai kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.

Ketika sentimen publik sedang memanas akibat tekanan ekonomi dan kasus-kasus yang menyita perhatian masyarakat, ruang untuk pembentukan opini dan mobilisasi ketidakpuasan menjadi semakin terbuka.

Jika proses penegakan hukum menyentuh kepentingan kelompok-kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan atau Mega Koruptor, tidak tertutup kemungkinan muncul upaya untuk memperkeruh suasana, membangun narasi yang memecah belah, atau memanfaatkan keresahan publik guna menciptakan instabilitas.

Potensi tersebut tidak boleh diabaikan, mengingat kelompok yang merasa terancam oleh agenda pemberantasan korupsi sering kali memiliki sumber daya, jaringan, maupun pengaruh yang cukup besar.

Karena itu, respons pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan alasan kenaikan BBM atau melakukan pembelaan terhadap program MBG. Yang jauh lebih penting adalah menunjukkan komitmen nyata melalui penegakan hukum yang transparan, evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, serta langkah-langkah konkret untuk melindungi daya beli masyarakat.

Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas agar ruang bagi spekulasi, disinformasi, dan upaya-upaya yang dapat memperkeruh keadaan menjadi semakin sempit.

Pada akhirnya, ancaman terbesar bukan hanya kenaikan BBM ataupun persoalan MBG itu sendiri. Ancaman terbesar adalah terkikisnya kepercayaan publik.

Baca Juga  Indonesia sebagai Negara Hukum Hilang Statusnya Ketika Penyelesaian Pelanggaran HAM Dilakukan dengan Cara Non Yudisial

Ketika masyarakat merasa terbebani secara ekonomi dan pada saat yang sama meragukan integritas pengelolaan program negara, fondasi kepercayaan yang menopang stabilitas sosial akan ikut melemah.

Oleh karena itu, penyelesaian masalah secara terbuka, tegas, dan akuntabel menjadi kunci agar berbagai persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi ketegangan sosial yang lebih luas.*

tegakmerahputih

Jakarta, 12 Juni 2026

Tags: aktivis 98Hasanuddin koordinator SIAGA 98Kenaikan BBMmbg dikorupsimega korupsi BGN
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor, IPW Dorong Solusi bagi Korban

Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat MBG dan Interactive Flat Panel

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

Ketika Etika Mengalahkan Aturan, Negara Kehilangan Pedoman Bersama

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat MBG dan Interactive Flat Panel

Pengamat: Prabowo Subianto Peluang Gandeng PDIP Lawan Gibran di Pilpres 2029

Discussion about this post

KabarTerbaru

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

27 Juli 2026

Wakil Ketua Komisi III DPRD Turidi Dorong MUI Jadi Motor Perubahan, Warga Tangerang Diminta Tak Terjebak Konten Negatif

27 Juli 2026

Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Tegaskan Kejagung Berbenah dan Pastikan Proses Hukum Transparan

27 Juli 2026

DPC GMNI Jakarta Timur Desak Polisi Ungkap Fakta Kematian Karumga Eks Jampidsus

27 Juli 2026

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Ditutup, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

27 Juli 2026
dok Istimewa

Dugaan TPPU Eks Jampidsus Dinilai Ujian Besar Penegakan Hukum, Aparat Diminta Usut Tuntas hingga Tindak Pidana Asal

27 Juli 2026

Infast Bestari: Kritik Presiden Prabowo terhadap Neoliberalisme Harus Berlanjut ke Reformasi Kebijakan Sosial yang Universal

26 Juli 2026

Muslimat NU Garut Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Parenting, Soroti Ancaman Gadget hingga Judi Online

26 Juli 2026
Dok.Foto ilustrasi: Istimewa

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

26 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

    Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com