Jakarta, Kabariku – Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) Sukma Hidayat mengecam keras serangan penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menilai insiden tersebut sebagai bentuk kekerasan serius terhadap pejuang hak asasi manusia yang tidak boleh dianggap sepele.
Sukma mengatakan tindakan tersebut menunjukkan masih adanya ancaman terhadap aktivis di Indonesia. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku.
“Jika pelaku tidak segera ditangkap, kejadian seperti ini berpotensi terus berulang. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada para aktivis,” ujar Sukma dalam keterangannya.
Ia juga mengaitkan insiden tersebut dengan kasus penyiraman air keras yang pernah menimpa mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan pada 2017. Sukma menilai peristiwa itu masih menyisakan pertanyaan publik mengenai penuntasan kasusnya.
Menurut dia, serangan terhadap Andrie Yunus menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap aktivis masih nyata. Karena itu, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan rasa keadilan sekaligus mencegah terulangnya kekerasan serupa.
Sukma bahkan meminta agar pelaku dijatuhi hukuman berat jika terbukti bersalah. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera bagi siapa pun yang mencoba melakukan tindakan serupa.
Ia juga menegaskan bahwa negara perlu memberikan jaminan keamanan yang lebih kuat bagi para aktivis, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga swadaya masyarakat. Menurutnya, perlindungan tersebut menjadi syarat penting agar ruang kebebasan sipil tetap terjaga dan demokrasi dapat berjalan tanpa intimidasi.(Bemby)
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post