• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Februari 25, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Politik

Trend Budaya Milenial. Direktur Eksekutif LeSPK: Jangan Sampai Gagal Cetak Pemimpin Melek Teknologi yang Berwawasan Global

Kabariku oleh Kabariku
30 Juli 2022
di Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- Budaya Milenial menjadi trend kekinian, memang diakui banyak kreasi. Namun disisi lain menjadi ciri budaya pop, mudah dilupakan dan gampang dinikmati karena sifatnya instant.

“Nah, budaya millenial yang sekarang sebenarnya tak jauh beda. Berbasis teknologi memungkinkan kaum millenial untuk membuat banyak kreasi meskipun juga sangat mudah untuk dilupakan bahkan sebelum tersaji sudah tak mengundang selera,” kata  In’AM eL Mustofa. Sabtu (30/7/2022).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tantangannya adalah, ujar In’Am, mampu kah struktur sosial mewadahi akan sebuah budaya yang sedemikian cepat berubah dan berganti?

RelatedPosts

Momentum HJG ke-213, DPRD Garut Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

Golkar All Out Dukung Prabowo Dua Periode: Bahlil Disiapkan Nyaleg DPR RI di 2029

Termasuk didalamnya adalah struktur politik, maka In’Am berharap, pekerjaan rumah Parpol adalah jangan sampai gagal memproduksi calon pemimpin mendatang yang melek teknologi dan wawasan global.

“Pengkaderan dengan pendekatan teknologi dan wawasan global sudah menjadi kebutuhan wajib para calon pemimpin bangsa,” jelas In’Am.

Menurut In’Am, Gagal dalam tersebut sama saja mengeliminasi era milenium.

“Dalam arti lain dalam kancah pergaulan internasional Indonesia dipastikan akan semakin tertinggal,” jelasnya.

Lebih jauh struktur sosial dan politik sebaiknya dibuat yang memungkinkan lahirnya produktivitas pengetahuan dan karya nyata.

Hal itu disampaikan In’AM eL Mustofa, Direktur Eksekutif LeSPK (Lembaga Studi Pendidikan dan Kebangsaan) Yogyakarta menanggapi bahasan Tren milinealiasi politik saat ini yang dikemukakan Pakar komunikasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad saat menjadi pembicara di webinar bertajuk “Struktur dan Kultur E-Democracy Indonesia”, beberapa waktu lalu.

Munculnya tren milenialisasi politik, dimana orang-orang yang tidak milenial bergaya dan menciptakan identitas milenial terjadi karena ikut-ikutan saja.

Baca Juga  Kemenparekraf Tetapkan Garut sebagai Kabupaten Kreatif Nasional 2024

“Mileniasi politik yang terjadi itu latah,” ujar Nyarwi.

Menurutnya adanya trend tersebut menyiratkan bahwa kelompok milenial masih belum menjadi aktor utama dari demokrasi dan masih menjadi etalase politik belaka.

Namun Syarwi tidak memungkiri bahwa kaum milenial secara faktual banyak ikut berpartisipasi dalam demokrasi di media sosial hanya saja secara struktur belum terartikulasikan dengan baik.

“Jadi kulturnya sebenarnya ada, kuturnya itu sosial media, internet ini menyuburkan kultur berdemokrasi, karena apa yang tidak bisa dibicarakan di lembaga formal menjadi bahan diskusi,” kata Nyarwi seperti dilansir laman antaranews.com.

Untuk itu agar milenial lebih partisipatif dalam berdemokrasi melalui teknologi digital atau e-democracy, kata Nyarwi. Selain itu enurut Syarwi partai politik juga perlu mereformasi kultur kelembagaan politik, begitu pula dengan cara kerja dalam sistem demokrasi.

Nyarwi mengingatkan, e-democracy di masa mendatang tidak menjadi bencana, kalangan milenial sebagai penyangga demokrasi penting pula memiliki dan merawat gagasan besar keIndonesiaan.

“Di era media sosial momentum anak muda untuk tampil sebagai politisi, sebagai leader, api juga jangan tampil tanpa punya substansi ide tadi,” tutupnya.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: In'Am eL MustofaLembaga Studi Pendidikan dan KebangsaanNyarwi AhmadUniversitas Gadjah Mada
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Eks Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming Resmi Ditahan KPK

Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Hadiri Resepsi Pernikanan Putri Sulung Anies Baswedan

RelatedPosts

Wakil Ketua DPRD Kabupaten H Subhan Fahmi

Momentum HJG ke-213, DPRD Garut Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan

18 Februari 2026

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

16 Februari 2026
Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka dan Bahlil Lahadalia dalam acara "Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran" di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu, 27 Januari 2024.

Golkar All Out Dukung Prabowo Dua Periode: Bahlil Disiapkan Nyaleg DPR RI di 2029

12 Februari 2026

Jokowi Sebut PSI Partai “Super TBK”, Siap Turun Langsung dan Bekerja Mati-Matian untuk PSI

31 Januari 2026

Ambang Batas 0 Persen adalah Implementasi dari Demokrasi Pancasila

30 Januari 2026
PDI Perjuangan mempertegas dukungan terhadap Pilkada Langsung di tengah menguatnya wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. (Istimewa)

Tarik-Ulur Sistem Pemilihan, PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Pilkada Langsung

12 Januari 2026
Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Hadiri Resepsi Pernikanan Putri Sulung Anies Baswedan

Kapolda Metro Jaya Maafkan Pelaku Penyunting Biodatanya Dengan Restorative Justive

Discussion about this post

KabarTerbaru

Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

25 Februari 2026

Viral di Medsos, Satlantas Polres Garut Tindak Tegas Dua Pengendara Aksi Balap Liar

25 Februari 2026

Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

25 Februari 2026

Menuju Polri Bersih dan Profesional, Irwasum Apresiasi Pelatnas KPK untuk Transformasi Institusi

25 Februari 2026
Penjemputan belasan pekerja hiburan asal Jabar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jabar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 12 orang pekerja diduga kuat menjadi korban TPPO. /Dok. Polda Jabar/

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

25 Februari 2026
Film Laut Bercerita segera tayang pada 2026. Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia terlibat dalam adaptasi novel bestseller karya Leila S. Chudori.(Istimewa)

Pal8 Pictures Umumkan Pemain Lengkap Film Laut Bercerita, Reza Rahadian Perankan Biru Laut

24 Februari 2026

Mesin Birokrasi dan Pilot Kepemimpinan: Menelisik Objektivitas dalam Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com