Jakarta, Kabariku.com – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang melontarkan candaan “jangan teriak hidup Jokowi” dalam sebuah forum resmi menuai perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia sekaligus Ketua Kornas Pemuda Timur, Sandri Rumanama, meminta masyarakat tidak memelintir ucapan Dasco menjadi isu politik yang berlebihan.
Menurut Sandri, candaan itu disampaikan dalam konteks menjaga etika forum dan tidak memiliki muatan politik seperti yang ditafsirkan sebagian pihak.
“Video asal jangan teriak hidup Jokowi adalah candaan Pak Sufmi Dasco Ahmad ke Mbak Puan yang bermakna bahwa presiden saat ini Pak Prabowo, jadi lucu jika asal teriak hidup Jokowi,” kata Sandri dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan Dasco tersebut sebelumnya muncul saat forum yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani berlangsung. Potongan video dari momen itu kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi politik.
Sandri menilai respons peserta sidang yang disertai tepuk tangan menunjukkan bahwa ucapan Dasco diterima sebagai candaan biasa dan bukan bentuk sindiran politik.
“Bayangkan saja jika ada teriakan hidup Jokowi di ruangan itu pasti menimbulkan multitafsir politik. Suara candaan ini beriringan dengan tepuk tangan tamu dan peserta sidang, artinya secara etis wajar bertepuk tangan jangan sampai berteriak hidup Jokowi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak menggiring candaan tersebut menjadi polemik yang dapat memperkeruh hubungan antartokoh nasional.
“Jangan dipelintir dong, apalagi membenturkan kepentingan politik Prabowo-Jokowi ataupun Ibu Mega,” kata Sandri.
Menurut dia, dalam praktik komunikasi politik, candaan antarelite merupakan hal yang lazim terjadi untuk mencairkan suasana dan menjaga hubungan politik tetap kondusif.
“Dalam teori komunikasi politik, hal-hal seperti ini bukan persoalan. Justru ini menjadi perekat antara kelompok kepentingan,” tegasnya.
Video ucapan Dasco itu sebelumnya ramai dibahas warganet karena dinilai memuat pesan politik tertentu di tengah dinamika hubungan elite nasional. Namun, sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan.(Bemby)
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post