• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Politik

Bjorka ’98 Ingatkan Ancaman Militerisme, Supremasi Sipil Dinilai Tak Boleh Mundur

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
12 Juni 2026
di Politik
A A
0
Bjorka ’98 menggelar diskusi soal ancaman militerisme terhadap supremasi sipil dan demokrasi Indonesia.(Bemby/kabariku.com)

Bjorka ’98 menggelar diskusi soal ancaman militerisme terhadap supremasi sipil dan demokrasi Indonesia.(Bemby/kabariku.com)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Menguatnya peran pendekatan keamanan dalam kehidupan sipil dinilai perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Isu tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Militerisme Mengancam Supremasi Sipil dan Demokrasi di Indonesia?” yang digelar Barisan Jaringan Organisasi Kampus (Bjorka) ’98 di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni aktivis Nefa ’98 Dodi Ilham, jurnalis Rarasworo Tedjo Asmoro, Peneliti Sahita Institute Olisias Gultom, dan Direktur Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam forum itu, para pembicara menyoroti berbagai perkembangan yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi, terutama terkait posisi supremasi sipil, pengawasan publik, dan profesionalisme institusi keamanan.

RelatedPosts

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Di Harlah PKB, Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil Tiga Kancil Politik Kalau Berkumpul “Bahaya”

PDI Perjuangan Dorong Pembentukan KPAD di Tangsel, 285 Anak Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025

Dodi Ilham menegaskan bahwa persoalan utama dalam kehidupan bernegara bukan terletak pada siapa yang sedang memegang kekuasaan, melainkan bagaimana hukum ditegakkan dan masyarakat menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Yang terpenting adalah bagaimana rakyat sebagai warga negara mampu melakukan pengawasan dan kontrol terhadap jalannya pemerintahan,” kata Dodi.

Menurut dia, Reformasi 1998 lahir untuk memastikan demokrasi berjalan sesuai cita-citanya, yakni menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Percuma kita memperjuangkan demokrasi jika praktiknya tidak pernah membawa bangsa ini menuju cita-cita demokrasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dodi menilai setiap produk hukum maupun kebijakan pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Sebab, demokrasi konstitusional hanya dapat berjalan apabila masyarakat memiliki ruang untuk menguji dan mengawasi jalannya kekuasaan.

Baca Juga  Diskusi di Tebet Soroti Pentingnya Menjaga Supremasi Sipil dan Negara Hukum

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar bangsa saat ini bukan hanya menjaga stabilitas negara, tetapi juga memastikan korupsi tidak merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Belajar dari Pengalaman Sejarah

Jurnalis Rarasworo Tedjo Asmoro mengatakan perdebatan mengenai militerisme bukanlah isu baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Menurut dia, Indonesia pernah mengalami masa ketika pendekatan keamanan menjadi instrumen dominan dalam mengelola kehidupan masyarakat. Meski dilandasi semangat menjaga stabilitas, pendekatan tersebut pada akhirnya berdampak pada menyempitnya ruang demokrasi dan partisipasi publik.

“Karena itu, penting bagi kita untuk belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi,” kata Rarasworo.

Ia menjelaskan, militerisme dapat dipahami sebagai situasi ketika cara pandang, budaya, dan pendekatan keamanan menjadi terlalu dominan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kondisi seperti itu, kritik sering dipandang sebagai ancaman, sedangkan perbedaan pendapat dianggap sebagai gangguan terhadap stabilitas.

Padahal, lanjut dia, Reformasi 1998 hadir untuk mengoreksi pola tersebut dengan menempatkan institusi keamanan pada fungsi profesionalnya serta membuka ruang politik bagi partisipasi masyarakat.

“Demokrasi tidak boleh dikendalikan oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kedaulatan rakyat yang dijalankan melalui mekanisme konstitusi dan hukum,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai setiap gejala yang berpotensi mengembalikan dominasi pendekatan keamanan dalam ruang sipil perlu dicermati secara kritis.

“Bukan untuk menciptakan konflik antara rakyat dan aparat, melainkan untuk memastikan bahwa cita-cita reformasi tetap terjaga,” tuturnya.

Perluasan Kewenangan Harus Diawasi

Sementara itu, Direktur Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto menyoroti pentingnya pengawasan terhadap berbagai perubahan regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan.

Menurut dia, perkembangan yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian publik karena dapat memengaruhi ruang kontrol masyarakat terhadap institusi negara.

Baca Juga  Dukung Revisi UU Polri Terkait Batas Usia Pensiun, Berikut Penjelasan Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia

Hari menilai sejumlah ketentuan dalam regulasi terkait keamanan perlu dicermati secara kritis, terutama jika berpotensi memperluas kewenangan suatu lembaga tanpa diimbangi mekanisme pengawasan yang memadai.

“Karena ada banyak risiko mendapatkan ruang yang jauh lebih luas untuk mengupayakan pemenuhan peralatan dan kebutuhan serta pengelolaannya. Ini menjadi catatan penting karena ruang kontrolnya berarti sebaliknya akan semakin mengecil,” ujar Hari.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi yang berkembang saat ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap kebijakan publik dan mendorong akuntabilitas penyelenggara negara.

Soroti Proses Legislasi

Peneliti Sahita Institute Olisias Gultom menilai perdebatan mengenai demokrasi tidak hanya berkaitan dengan substansi kebijakan, tetapi juga proses pembentukannya.

Menurut dia, perubahan perundang-undangan dalam negara demokrasi seharusnya lahir melalui mekanisme yang transparan, partisipatif, dan melibatkan suara publik secara luas.

“Yang perlu dipertanyakan bukan hanya ke mana arah bangsa ini dibawa, tetapi juga bagaimana proses pengambilan kebijakan publik dilakukan,” kata Olisias.

Ia menilai sejumlah regulasi strategis yang dibahas dalam waktu relatif singkat telah memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena dianggap minim ruang dialog publik.

Olisias juga menyoroti revisi berbagai regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan, termasuk TNI dan Polri, yang dinilai memunculkan perdebatan mengenai batas antara kewenangan sipil dan institusi keamanan.

“Revisi berbagai regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan, termasuk TNI dan Polri, memunculkan perdebatan serius. Banyak kalangan menilai bahwa perluasan kewenangan institusi keamanan ke berbagai sektor sipil berpotensi mengaburkan batas yang selama era reformasi sengaja dibangun untuk menjaga keseimbangan kekuasaan,” ujarnya.

Menurut Olisias, Reformasi 1998 telah memberikan pelajaran penting bahwa profesionalisme aparat keamanan dan supremasi sipil merupakan fondasi utama bagi demokrasi yang sehat.

Baca Juga  Diskusi Komrad Pancasila Bahas Reposisi Polri, Dinilai Tak Sejalan Reformasi

Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga prinsip checks and balances, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta keterlibatan publik dalam setiap proses penyusunan kebijakan negara.

Tags: Bjorka 98Demokrasi IndonesiaDodi Ilhamhari purwantomiliterismeOlisias GultomRarasworo Tedjo AsmoroReformasi 1998Revisi UU PolriRevisi UU TNISahita Institutesupremasi sipil
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Revisi UU Polri Disahkan, IPW: Kunci Reformasi Harus Menyentuh Pengawasan dan Perubahan Kultur

Post Selanjutnya

KAMMI Tolak Isu Indonesia Sell, Ahmad Jundi: Jangan Terprovokasi.

RelatedPosts

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

27 Juli 2026

Di Harlah PKB, Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil Tiga Kancil Politik Kalau Berkumpul “Bahaya”

24 Juli 2026

PDI Perjuangan Dorong Pembentukan KPAD di Tangsel, 285 Anak Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025

24 Juli 2026

2.819 PPPK Kota Tangerang Menanti Kepastian TPP, Anggota DPRD Tangerang Tasril Jamal Desak Kemendagri Tak Berlama-lama

21 Juli 2026

Bambang Haryadi Tegaskan Prabowo Tak Pernah Campuri Proses Penegakan Hukum

20 Juli 2026

Belum Genap Sepekan, DPP Barisan Gibran Nusantara Geber Konsolidasi Nasional, Susun Kepengurusan di 38 Provinsi

17 Juli 2026
Post Selanjutnya
PP KAMMI meminta masyarakat tidak terprovokasi isu “Indonesia Sell”. Ahmad Jundi menyebut narasi tersebut tidak berdasar (Istimewa)

KAMMI Tolak Isu Indonesia Sell, Ahmad Jundi: Jangan Terprovokasi.

Sekda Bambang : Pemkot Tangsel Perkuat  Satgas MBG Untuk Program Berjalan Efektif

Discussion about this post

KabarTerbaru

Pendaftar SPMB Meledak Jadi 17 Ribu, Kepala Disdikbud Tangsel Deden Siapkan SMP Negeri Baru

27 Juli 2026

Polda Metro Jaya Pastikan Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Tak Terlibat Peredaran 200 Etomidate

27 Juli 2026

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

27 Juli 2026
Ahmad Syukri (Ari), Plt. Ketua PWI Jabar

Konferprov PWI Jawa Barat 2026 Digelar 12-13 Agustus, Pendaftaran Bakal Calon Resmi Dibuka

27 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

27 Juli 2026

Wakil Ketua Komisi III DPRD Turidi Dorong MUI Jadi Motor Perubahan, Warga Tangerang Diminta Tak Terjebak Konten Negatif

27 Juli 2026

Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Tegaskan Kejagung Berbenah dan Pastikan Proses Hukum Transparan

27 Juli 2026

DPC GMNI Jakarta Timur Desak Polisi Ungkap Fakta Kematian Karumga Eks Jampidsus

27 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

    Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com