• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juli 12, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Politik

Bjorka ’98 Ingatkan Ancaman Militerisme, Supremasi Sipil Dinilai Tak Boleh Mundur

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
12 Juni 2026
di Politik
A A
0
Bjorka ’98 menggelar diskusi soal ancaman militerisme terhadap supremasi sipil dan demokrasi Indonesia.(Bemby/kabariku.com)

Bjorka ’98 menggelar diskusi soal ancaman militerisme terhadap supremasi sipil dan demokrasi Indonesia.(Bemby/kabariku.com)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Menguatnya peran pendekatan keamanan dalam kehidupan sipil dinilai perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Isu tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Militerisme Mengancam Supremasi Sipil dan Demokrasi di Indonesia?” yang digelar Barisan Jaringan Organisasi Kampus (Bjorka) ’98 di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni aktivis Nefa ’98 Dodi Ilham, jurnalis Rarasworo Tedjo Asmoro, Peneliti Sahita Institute Olisias Gultom, dan Direktur Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam forum itu, para pembicara menyoroti berbagai perkembangan yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi, terutama terkait posisi supremasi sipil, pengawasan publik, dan profesionalisme institusi keamanan.

RelatedPosts

Demokrat Jabar Targetkan Siapkan 8.000 Saksi Hadapi Pemilu 2029

Rocky Gerung: Dukungan terhadap Koperasi dan MBG Berlandaskan Konstitusi, Bukan Keberpihakan Politik

PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

Dodi Ilham menegaskan bahwa persoalan utama dalam kehidupan bernegara bukan terletak pada siapa yang sedang memegang kekuasaan, melainkan bagaimana hukum ditegakkan dan masyarakat menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Yang terpenting adalah bagaimana rakyat sebagai warga negara mampu melakukan pengawasan dan kontrol terhadap jalannya pemerintahan,” kata Dodi.

Menurut dia, Reformasi 1998 lahir untuk memastikan demokrasi berjalan sesuai cita-citanya, yakni menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Percuma kita memperjuangkan demokrasi jika praktiknya tidak pernah membawa bangsa ini menuju cita-cita demokrasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dodi menilai setiap produk hukum maupun kebijakan pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Sebab, demokrasi konstitusional hanya dapat berjalan apabila masyarakat memiliki ruang untuk menguji dan mengawasi jalannya kekuasaan.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar bangsa saat ini bukan hanya menjaga stabilitas negara, tetapi juga memastikan korupsi tidak merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Moeldoko Sebut Markas Besar Militer Lebih Aman di Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Belajar dari Pengalaman Sejarah

Jurnalis Rarasworo Tedjo Asmoro mengatakan perdebatan mengenai militerisme bukanlah isu baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Menurut dia, Indonesia pernah mengalami masa ketika pendekatan keamanan menjadi instrumen dominan dalam mengelola kehidupan masyarakat. Meski dilandasi semangat menjaga stabilitas, pendekatan tersebut pada akhirnya berdampak pada menyempitnya ruang demokrasi dan partisipasi publik.

“Karena itu, penting bagi kita untuk belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi,” kata Rarasworo.

Ia menjelaskan, militerisme dapat dipahami sebagai situasi ketika cara pandang, budaya, dan pendekatan keamanan menjadi terlalu dominan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kondisi seperti itu, kritik sering dipandang sebagai ancaman, sedangkan perbedaan pendapat dianggap sebagai gangguan terhadap stabilitas.

Padahal, lanjut dia, Reformasi 1998 hadir untuk mengoreksi pola tersebut dengan menempatkan institusi keamanan pada fungsi profesionalnya serta membuka ruang politik bagi partisipasi masyarakat.

“Demokrasi tidak boleh dikendalikan oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kedaulatan rakyat yang dijalankan melalui mekanisme konstitusi dan hukum,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai setiap gejala yang berpotensi mengembalikan dominasi pendekatan keamanan dalam ruang sipil perlu dicermati secara kritis.

“Bukan untuk menciptakan konflik antara rakyat dan aparat, melainkan untuk memastikan bahwa cita-cita reformasi tetap terjaga,” tuturnya.

Perluasan Kewenangan Harus Diawasi

Sementara itu, Direktur Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto menyoroti pentingnya pengawasan terhadap berbagai perubahan regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan.

Menurut dia, perkembangan yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian publik karena dapat memengaruhi ruang kontrol masyarakat terhadap institusi negara.

Hari menilai sejumlah ketentuan dalam regulasi terkait keamanan perlu dicermati secara kritis, terutama jika berpotensi memperluas kewenangan suatu lembaga tanpa diimbangi mekanisme pengawasan yang memadai.

Baca Juga  OSSO Soroti Bahaya Parliamentary Threshold Tinggi, Sebut Jutaan Suara Pemilih Bisa Hilang

“Karena ada banyak risiko mendapatkan ruang yang jauh lebih luas untuk mengupayakan pemenuhan peralatan dan kebutuhan serta pengelolaannya. Ini menjadi catatan penting karena ruang kontrolnya berarti sebaliknya akan semakin mengecil,” ujar Hari.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi yang berkembang saat ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap kebijakan publik dan mendorong akuntabilitas penyelenggara negara.

Soroti Proses Legislasi

Peneliti Sahita Institute Olisias Gultom menilai perdebatan mengenai demokrasi tidak hanya berkaitan dengan substansi kebijakan, tetapi juga proses pembentukannya.

Menurut dia, perubahan perundang-undangan dalam negara demokrasi seharusnya lahir melalui mekanisme yang transparan, partisipatif, dan melibatkan suara publik secara luas.

“Yang perlu dipertanyakan bukan hanya ke mana arah bangsa ini dibawa, tetapi juga bagaimana proses pengambilan kebijakan publik dilakukan,” kata Olisias.

Ia menilai sejumlah regulasi strategis yang dibahas dalam waktu relatif singkat telah memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena dianggap minim ruang dialog publik.

Olisias juga menyoroti revisi berbagai regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan, termasuk TNI dan Polri, yang dinilai memunculkan perdebatan mengenai batas antara kewenangan sipil dan institusi keamanan.

“Revisi berbagai regulasi yang berkaitan dengan sektor keamanan, termasuk TNI dan Polri, memunculkan perdebatan serius. Banyak kalangan menilai bahwa perluasan kewenangan institusi keamanan ke berbagai sektor sipil berpotensi mengaburkan batas yang selama era reformasi sengaja dibangun untuk menjaga keseimbangan kekuasaan,” ujarnya.

Menurut Olisias, Reformasi 1998 telah memberikan pelajaran penting bahwa profesionalisme aparat keamanan dan supremasi sipil merupakan fondasi utama bagi demokrasi yang sehat.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga prinsip checks and balances, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta keterlibatan publik dalam setiap proses penyusunan kebijakan negara.

Baca Juga  Trend Budaya Milenial. Direktur Eksekutif LeSPK: Jangan Sampai Gagal Cetak Pemimpin Melek Teknologi yang Berwawasan Global

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bjorka 98Demokrasi IndonesiaDodi Ilhamhari purwantomiliterismeOlisias GultomRarasworo Tedjo AsmoroReformasi 1998Revisi UU PolriRevisi UU TNISahita Institutesupremasi sipil
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Revisi UU Polri Disahkan, IPW: Kunci Reformasi Harus Menyentuh Pengawasan dan Perubahan Kultur

Post Selanjutnya

KAMMI Tolak Isu Indonesia Sell, Ahmad Jundi: Jangan Terprovokasi.

RelatedPosts

Demokrat Jabar Targetkan Siapkan 8.000 Saksi Hadapi Pemilu 2029

9 Juli 2026

Rocky Gerung: Dukungan terhadap Koperasi dan MBG Berlandaskan Konstitusi, Bukan Keberpihakan Politik

9 Juli 2026

PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

9 Juli 2026

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

8 Juli 2026

Pengamat: Pergerakan Jokowi Berpotensi Mengubah Kalkulasi Politik Menuju Pilpres 2029

2 Juli 2026

MK Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat, Gugatan Uji UU Pilkada Ditolak

30 Juni 2026
Post Selanjutnya
PP KAMMI meminta masyarakat tidak terprovokasi isu “Indonesia Sell”. Ahmad Jundi menyebut narasi tersebut tidak berdasar (Istimewa)

KAMMI Tolak Isu Indonesia Sell, Ahmad Jundi: Jangan Terprovokasi.

Sekda Bambang : Pemkot Tangsel Perkuat  Satgas MBG Untuk Program Berjalan Efektif

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Rudi Margono: Jamwas yang Pernah Pimpin Tim Supervisi BLBI KPK, Kini Jadi Plt Jampidsus

11 Juli 2026

Hendardi: Kejagung Jangan Defensif, Dugaan Intervensi TNI Harus Diusut Tuntas

11 Juli 2026

Habiburokhman: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas, Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Dikawal Hingga Tuntas

11 Juli 2026

Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Jumat Berbagi, Polres Tangsel Bersama Bhayangkari Hadir Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

11 Juli 2026

Operasi Brantas Jaya 2026 Berhasil, Polsek Cisauk Ringkus Residivis Curanmor

11 Juli 2026

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Bus Sekolah Gratis Tangsel Dipastikan Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026, Pemkot Tambah Anggaran Rp400 Juta

11 Juli 2026

Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

12 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Branch Manager MNC Bank Cabang MNC Tower,Saidah Amir Sussy Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Dugaan Korupsi PLN hingga Asabri, Polri Geledah Cafe dan Money Changer di Cipete

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Udang Milik Kaesang Pangarep Terlilit Utang Lebih dari Rp2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com