Jakarta, Kabariku – Aktivis Angkatan Reformasi 1998, Andrianto Andri, menyampaikan apresiasi atas penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet yang berlangsung di Istana Negara.
Menurut Andrianto Andri, Jumhur merupakan sosok aktivis dengan rekam jejak panjang, integritas tinggi, serta daya juang yang terbukti dalam berbagai fase perjalanan bangsa.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai langkah tepat untuk menjawab tantangan serius di sektor lingkungan hidup.
“Sebagai kawan yang telah lama berinteraksi dengan beliau sejak masa sebelum Reformasi, saya sangat mengapresiasi keputusan Presiden. Jumhur adalah figur dengan kualitas pemikiran, integritas, dan keberanian dalam menghadapi persoalan, termasuk terhadap para perusak lingkungan,” ujar Andrianto.
Andrianto menuturkan bahwa keduanya telah melalui berbagai dinamika politik nasional bersama, mulai dari era Orde Baru, Reformasi, hingga periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Dalam perjalanan tersebut, Jumhur dikenal sebagai sosok yang konsisten, bahkan ketika harus menghadapi risiko hukum akibat sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah.
Jumhur juga pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI serta aktif dalam gerakan buruh sebagai pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
“Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami persoalan struktural, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Andrianto.
Pada masa pemerintahan sebelumnya, Andrianto dan Jumhur juga terlibat dalam gerakan oposisi melalui Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang menyoroti berbagai kebijakan strategis nasional. Keterlibatan tersebut menunjukkan konsistensi sikap Jumhur dalam memperjuangkan keadilan sosial.
Lebih lanjut, Andrianto menilai bahwa tantangan kerusakan lingkungan di Indonesia saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Berbagai bencana seperti banjir bandang, longsor, serta kerusakan ekosistem akibat eksploitasi berlebihan menjadi bukti nyata perlunya kepemimpinan yang kuat di sektor ini.
“Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi dan Halmahera, membutuhkan figur dengan idealisme tinggi dan keberanian mengambil keputusan. Saya meyakini Jumhur memiliki kapasitas tersebut,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya upaya rehabilitasi lingkungan secara menyeluruh demi menjaga keberlanjutan hidup generasi mendatang.
Menurutnya, alam tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan hingga kehilangan daya dukungnya.
Menutup pernyataannya, Andrianto Andri menyampaikan keyakinannya bahwa Jumhur dapat menjadi salah satu pembantu Presiden yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kondisi lingkungan hidup di Indonesia.
“Kita mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Beliau telah memilih figur yang tepat untuk posisi strategis ini. Saya haqqul yaqin, Jumhur akan mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Andrianto Andri.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post