Jakarta, Kabariku – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat strategi kampanye antikorupsi dengan pendekatan kreatif yang menyasar generasi muda.
Salah satunya melalui kegiatan diskusi film yang mengangkat karya berjudul “Ghost in The Cell” garapan sutradara Joko Anwar, yang digelar di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (29/4/2026) malam.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi kreatif antara KPK dan para sineas tanah air untuk menyampaikan pesan-pesan antikorupsi secara lebih dekat dan mudah diterima publik.
“Diskusi film malam ini sebagai wujud kolaborasi kreatif KPK dengan para sineas tanah air, untuk menyampaikan pesan-pesan antikorupsi kepada masyarakat,” ujar Budi Prasetyo.
Menurutnya, film bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga medium edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan moral dan membangun kesadaran publik. Film mampu merefleksikan berbagai fenomena sosial sekaligus menjadi sarana persuasi untuk mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Film sebagai karya seni, tak hanya sekadar tontonan ataupun hiburan, lebih dari itu, film juga menjadi medium penyampai pesan moral yang efektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, karya Ghost in The Cell memuat pesan kuat tentang pentingnya integritas dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi.
“Dari film ini kita diingatkan, hidup jujur, mengontrol diri, mulai dari hal-hal kecil, sederhana, lingkungan terdekat, untuk sebuah cita-cita besar, Indonesia yang bersih dari korupsi,” lanjut Budi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta dan menjadi bagian dari program kampanye komunitas “Benar-Benar Aksi”. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi yang berlangsung hingga akhir acara.
KPK juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada sistem pengawasan, tetapi juga pada kesadaran individu untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas.
Selain diskusi film, KPK melalui Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) terus mendorong kolaborasi dengan para pegiat seni dan sineas muda untuk menghasilkan karya-karya film edukatif sebagai bagian dari kampanye antikorupsi yang berkelanjutan.
“Melalui pendekatan berbasis budaya populer ini, KPK berharap pesan antikorupsi dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda di tengah perkembangan era digital, serta memperkuat kesadaran bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang berintegritas,” tutup Budi.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post