Jakarta, Kabariku – Pengamat politik Rocky Gerung menilai Jumhur Hidayat sebagai figur intelektual dengan latar akademik kuat yang dinilai relevan untuk memimpin sektor lingkungan hidup, meski memiliki riwayat hukum di masa lalu.
Pernyataan itu disampaikan Rocky saat menghadiri pelantikan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Selasa (29/4/2026).
Ia menyebut kedatangannya sebagai bentuk dukungan personal terhadap Jumhur, yang dikenal sebagai sesama aktivis.
“Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual. Dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Karena saya kenal, maka saya dampingi,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, posisi Kementerian Lingkungan Hidup kini semakin strategis karena berkaitan langsung dengan isu global.
Ia menilai meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu lingkungan menjadi peluang penting, dengan estimasi sekitar 70 juta generasi Z di Indonesia yang dapat terlibat aktif.
“Pak Jumhur itu mewakili kepentingan minimal 70 juta anak muda, terutama dalam menjadikan isu lingkungan sebagai kontribusi Indonesia bagi dunia global,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa isu lingkungan akan menjadi faktor penting dalam dinamika politik ke depan, termasuk menjelang 2029. Rocky mendorong partisipasi publik, khususnya generasi muda, untuk aktif mengawal kebijakan lingkungan.
“Kalian harus sering datang ke kantor Pak Jumhur, berdiskusi bahkan berdebat soal lingkungan, karena itu menyangkut kepentingan kita semua,” ujarnya.
Meski tidak masuk dalam kabinet, Rocky menegaskan dirinya bersama kelompok masyarakat sipil akan tetap mengawal kinerja Jumhur. Ia menilai pengalaman Jumhur sebagai aktivis buruh menjadi bekal penting dalam memahami persoalan ekonomi dan sosial.
Jumhur Tekankan Perubahan Perilaku Lingkungan
Di sisi lain, Jumhur menegaskan akan fokus pada sejumlah isu krusial di kementeriannya, terutama pengelolaan sampah yang akan diarahkan mengikuti standar global.
“Pasti banyak hal yang harus dilakukan di depan mata kita, misalnya sampah. Kita secara bertahap nanti akan mengikuti global standar begitu ya. Berbagai perjanjian internasional yang kita kerjakan itu,” kata Jumhur usai pelantikan.
Ia optimistis, dengan dukungan penuh Presiden Prabowo, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mampu mencapai target yang ditetapkan.
“Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup menjadi habits di hati kita,” ucapnya.
Jumhur menilai perubahan perilaku individu dalam menjaga lingkungan akan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan latar belakang sebagai aktivis dan intelektual, ia diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan lingkungan Indonesia di tengah tantangan global.
Sebagai informasi, Jumhur dilantik menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Ia dikenal sebagai tokoh buruh yang pernah menjabat Kepala BNP2TKI periode 2007-2014 serta Ketua Umum KSPSI.
Namun, perjalanan hidupnya juga diwarnai sejumlah kasus hukum. Pada 2021, ia divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong terkait kritik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja.
Selain itu, pada era Orde Baru, Jumhur juga pernah dipenjara pada periode 1989-1992 terkait aktivitas mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia turut terlibat dalam berbagai gerakan protes terhadap rezim militer, termasuk aksi solidaritas internasional terkait peristiwa Tragedi Tiananmen pada 1989.
Dengan rekam jejak panjang sebagai aktivis dan pemikir, kehadiran Jumhur di Kabinet Merah Putih dinilai dapat memperkuat respons pemerintah terhadap isu lingkungan yang kian kompleks.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post