• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Februari 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Polri dan Keadaban Nasional

Redaksi oleh Redaksi
3 Juli 2022
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare
oleh:
Dr. Andry Wibowo., S.I.K., MH., M.Si.

Masyarakat yang beradab bagian dari postulat yang tertuang dalam landasan ideal “PANCASILA“
.

Kabariku- Keadaban masyarakat dapat dilihat dari perilaku sosialnya, baik di ruang pribadi maupun publik.

Ada banyak sekali keadaban yang dapat menjadi indikator bahwasanya suatu masyarakat hidup dalam keadaban yang diharapkan bersama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam sejarahnya keadaban perilaku sosial selalu dikaitkan dengan tegaknya norma sosial yang mengikat masyarakat. Baik sebagai warga negara dan bangsa, maupun dalam ruang yang lebih luas sebagai warga dunia.

RelatedPosts

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Keadaban adalah hal fundamental yang perlu dibangun dalam suatu masyarakat. Dengan keadaban kehidupan masyarakat akan berjalan secara teratur dan tertib (orderly). Menjadi indikasi bahwa nilai kebaikan yang lahir sebagai norma budaya, agama dan pengetahuan bekerja secara efektif dalam perilaku sosial masyarakat.

Sebaliknya, tanpa keadaban keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat sangat mustahil terwujud. Karena masyarakat akan hidup dalam pola perilaku anti sosial yang dapat menimbulkan kontraksi, penyakit bahkan konflik.

Sebagai salah satu institusi yang memiliki peran membangun keadaban masyarakat, Polri memiliki tanggung jawab yang bersifat mendasar dan strategis. Dalam konteks ini Polri memastikan hukum negara diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat dan semua aparatus negara.

Strategi Polri untuk mewujudkan hal tersebut dengan terus menerus menanamkan nilai keadaban tumbuh dan berkembang dalam performa organisasi. Sehingga Polri dapat menjadi role model positif bagi masyarakat dalam mempraktekan keadaban yang sepatutnya menjadi karakter nasional.

Dengan kedudukan, wewenang dan peran yang melekat pada institusinya, keberhasilan Polri dalam menjalankan keadaban sosial dan institusional akan memberikan dampak konstruktif bagi terwujudnya perilaku sosial masyarakat yang beradab. Sekaligus memberikan dampak pada kewibawaan Polri di hadapan masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Baca Juga  Soliditas TNI-Polri Wujudkan Pesan Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin: Kerja Bersama-sama, Bersama-sama Bekerja dalam Pemulihan Keamanan

Demikian juga pada aspek performa operasional, keadaban dalam performa Polri akan memberikan dampak tidak saja pada kualitas dan hasil. Lebih dari itu, performa keadaban akan mempengaruhi persepsi dan interpretasi Polri dalam hati dan pikiran masyarakat.

Keadaban Polri dan masyarakat adalah suatu relasi sistematis fungsional dan kultural yang bersifat timbal balik dan saling menyeimbangkan (resiprokal).

Masyarakat memerlukan kehadiran Polri untuk memastikan norma negara bekerja efektif. Sebaliknya, masyarakat juga menjadi faktor determinan yang akan mempengaruhi postur dan performa Polri. Karena pada dasarnya personil kepolisian bersumber dari masyarakat.

Namun sebaliknya, Polisi memiliki tanggung jawab untuk terus memastikan keadaban masyarakat tumbuh dan berkembang melalui strategi pemolisian yang diamanatkan oleh konstitusi dan UU Kepolisian.

Dari semua tugas dan target yang melekat pada Polri, memastikan tumbuh dan berkembangnya keadaban sosial adalah tugas yang paling utama dan mesti menjadi prioritas strategi pemolisian Polri. Karena keadaban aparatur dan masyarakat berkontribusi pada semua sektor pembangunan negara tidak saja pada soal keamanan semata.

Dengan HUT Bhayangkara ke-76, masyarakat dan negara menitipkan banyak harapan kepada Polri agar menjadi role model keadaban sosial dan institusional.

Dan hal ini menjadi tantangan strategis bagi Polri sebagai pengawal Pancasila demi terwujudnya “kemanusiaan yang adil dan beradab”.***

Dirgahayu Bhayangkara, Jayalah Kepolisian Republik Indonesia.

Yogyakarta, 1 Juli 2022.

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dirgahayu BhayangkaraDr. Andry Wibowo SIK. MH. MsiHUT Bhayangkara ke 76Jayalah Kepolisian Republik IndonesiaPolri dan Keadaban Nasional
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Demokrasi dan Keadilan Sosial: Tantangan Menuju Kepemimpinan Baru 2024

Post Selanjutnya

Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri: Pelestarian Budaya Wujudkan Polri Lebih Dekat Dengan Masyarakat

RelatedPosts

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

29 Januari 2026

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026
Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
Post Selanjutnya

Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri: Pelestarian Budaya Wujudkan Polri Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Google Domains

Discussion about this post

KabarTerbaru

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat memaparkan kasus suap hakim Depok (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Resmi Menahan Tersangka Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
YAM justru divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus CV AF di Bantul (Foto:Istimewa)

Jaminkan Rumah demi Bantu Tetangga, YAM Divonis 1,5 Tahun Penjara

6 Februari 2026
Komrad Pancasila menggelar diskusi nasional membahas wacana reposisi Polri dan pentingnya menjaga amanat Reformasi 1998, Jumat (6/2/2026).

Diskusi Komrad Pancasila Bahas Reposisi Polri, Dinilai Tak Sejalan Reformasi

6 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Geledah Rumah Tersangka dan Kantor Pusat Bea Cukai: Duit dan Dokumen Disita

6 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

OTT Depok: KPK Ciduk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Ketua MA Murka Soal OTT Hakim Depok: Tak Ada Advokasi untuk Hakim Nakal

6 Februari 2026
Gedung Komisi Yudisial di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KY Dukung KPK Berantas Praktik Transaksional di PN Depok

6 Februari 2026

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

6 Februari 2026
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu tengah memaparkan kronologi Tersangka Korupsi Ditjen Bea Cukai. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Importasi di Ditjen Bea Cukai

6 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar Terpilih Jadi Ketua KAUP FHUP, Alumni Nilai Sosoknya Tenang dan Konsisten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Revisi UU KPK hingga Oligarki 9 Naga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Gratifikasi Dana BOS Mencuat, Bupati dan Kadis PPO Manggarai Timur Dilaporkan ke KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interpol Resmi Terbitkan Red Notice, Polri Intensifkan Perburuan Riza Chalid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriyati Hoegeng Tutup Usia di Umur 100 Tahun, Sosok Pendamping Jenderal Hoegeng yang Bersahaja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com