• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
15 Maret 2026
di Opini
A A
0
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

ilustrasi : Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM, Sabtu (14/3/2026)

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Arvindo Noviar
Ketua Umum Sukarelawan PRABU

Jakarta, Kabariku – Peristiwa kekerasan sering kali belum selesai dipahami sebagai fakta ketika ruang publik telah lebih dahulu memproduksi tafsirnya. Peristiwa baru saja terjadi, tetapi tudingan tentang siapa yang patut disalahkan telah lebih dahulu menyebar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Begitulah yang tampak dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Saat aparat hukum baru saja mengumpulkan bukti, sejumlah kesimpulan telah lebih dahulu diarahkan kepada negara sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut.

RelatedPosts

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Tuduhan itu muncul hampir bersamaan dengan kabar peristiwa, seolah kebenaran telah disusun bahkan sebelum peristiwa itu terjadi.

Dalam masyarakat yang memikul pengalaman sejarah panjang tentang ketegangan antara negara dan sebagian kelompok masyarakat sipil, reaksi semacam itu tentu dapat dimengerti.

Ingatan kolektif yang dibentuk oleh berbagai peristiwa masa lalu sering bergerak lebih cepat daripada verifikasi fakta.

Luka sejarah itu perlahan membentuk semacam refleks politik dalam membaca setiap tindakan kekerasan terhadap aktivis. Namun justru karena pengalaman sejarah itu pula, kita seharusnya belajar satu hal yang lebih mendasar.

Tidak setiap peristiwa kekerasan otomatis merupakan operasi negara. Dalam politik modern, sebuah peristiwa kadang justru menjadi pintu masuk bagi permainan persepsi yang jauh lebih rumit.

Dalam perspektif kontra intelijen, kekerasan tidak selalu dipahami semata sebagai tindakan yang bertujuan melukai korban. Ia sering digunakan sebagai instrumen untuk membentuk kesan tertentu di mata publik.

Serangan terhadap individu dapat menjadi pemantik bagi narasi politik yang jauh melampaui peristiwa itu sendiri.

Baca Juga  Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023, Catatan Akhir Tahun Dr. Syahganda Nainggolan

Dalam kajian keamanan, pola semacam ini dikenal sebagai operasi false flag, yakni tindakan yang dirancang untuk menciptakan kesan bahwa pelaku sebenarnya adalah pihak lain.

Operasi semacam ini bekerja dengan cara mengarahkan kesimpulan publik ke arah tertentu sehingga tanggung jawab atas peristiwa tersebut perlahan berpindah kepada pihak yang ingin disudutkan.

Cara kerja operasi semacam ini tidak memerlukan rancangan yang terlalu rumit. Cukup hadirkan sebuah peristiwa dramatis, terlebih jika korban yang terseret di dalamnya memiliki posisi simbolik di mata publik.

Perhatian masyarakat segera terarah pada peristiwa itu, sementara ruang percakapan publik dipenuhi simpati dan kemarahan yang hampir bersamaan dengan tudingan yang mulai mengerucut pada satu sasaran.

Narasi pertama yang muncul sering kali segera diterima sebagai kebenaran.

Sejarah politik modern memberikan banyak contoh tentang bagaimana mekanisme semacam ini bekerja.

Kekerasan tidak selalu diarahkan untuk menghancurkan lawan secara langsung, tetapi untuk membentuk gambaran tertentu tentang siapa yang patut disalahkan.

Dalam banyak kasus, kerusakan yang paling besar justru terjadi pada reputasi pihak yang berhasil diseret ke dalam pusaran kecurigaan.

Karena itu membaca peristiwa penyiraman terhadap Andrie Yunus secara tergesa sebagai tindakan negara justru berisiko menutup kemungkinan pembacaan lain yang sama pentingnya.

Peristiwa semacam ini dapat memiliki berbagai lapisan motif yang belum sepenuhnya terlihat di permukaan. Ia bisa saja merupakan tindakan kriminal individual.

Ia dapat pula berkaitan dengan konflik personal yang belum diketahui publik. Bahkan tidak tertutup kemungkinan adanya pihak yang dengan sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan.

Indonesia kini memasuki fase konsolidasi politik baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam masa seperti ini, legitimasi pemerintahan menjadi salah satu medan yang paling sensitif dalam pertarungan opini.

Baca Juga  Tafsir Serampangan, Inkonsistensi Logika, dan Konflik Kepentingan MK Dalam Putusan No.90/PUU-XXI/2023

Setiap peristiwa yang menimbulkan kesan bahwa negara bersikap represif atau gagal melindungi warganya segera memperoleh nilai strategis dalam perebutan persepsi publik.

Pada saat yang sama, perubahan konstelasi geopolitik kawasan dan meningkatnya rivalitas kekuatan besar menempatkan stabilitas politik dalam negeri sebagai variabel yang semakin diperhatikan.

Karena itu arah tafsir atas sebuah peristiwa dapat dengan cepat beresonansi jauh melampaui peristiwa itu sendiri.

Peristiwa politik sering kali tidak hanya meninggalkan pertanyaan tentang apa yang terjadi, tetapi juga tentang bagaimana peristiwa itu segera dimaknai.

Dalam kerangka analisis kontra intelijen, perhatian tidak boleh berhenti pada siapa pelaku di lapangan. Analisis harus menemukan siapa yang memperoleh keuntungan dari arah narasi yang terbentuk setelah peristiwa itu terjadi. Dari arah keuntungan tersebut biasanya mulai terbaca jejak motif yang lebih besar.

Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus memperlihatkan betapa mudahnya sebuah kesimpulan terbentuk sebelum fakta benar-benar ditemukan.

Kekerasan terhadap seorang warga negara tentu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diusut secara tuntas oleh negara. Negara memikul tanggung jawab utama untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan profesional.

Namun rakyat juga memikul tanggung jawab untuk menjaga disiplin berpikirnya sendiri.

Dalam ruang politik yang bergerak cepat oleh arus informasi, provokasi kerap bekerja melalui persepsi yang mendahului fakta.

Dan dalam politik modern, persepsi yang bergerak terlalu cepat sering kali justru membuka jalan bagi provokator untuk menggiring kepalsuan agar tampak sebagai kebenaran.*

Jakarta, 15 Maret 2026

Baca juga :

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat
KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus
Tags: aktivis HAM Andrie YunusKasus penyiraman air kerasKontraSOperasi False FlagSukarelawan PRABU
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

BGN Pastikan Program MBG Berlanjut Usai Idul Fitri: Fokus Benahi Pengawasan dan Sistem Layanan

Post Selanjutnya

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

RelatedPosts

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

DPR RI Mediasi Perselisihan SPBUN-SGN, Dasco: Dialog Jadi Jalan Keluar Persoalan Pekerja

29 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Rp2 Miliar

29 Juli 2026

Syahganda Dorong Koperasi Jadi Kekuatan Baru, Tinggalkan Dominasi Oligarki

29 Juli 2026

Komisi II DPRD Kota Tangerang Soroti Antrean dan Skrining Berbelit di Puskesmas, Minta Pelayanan Kesehatan Dibenahi

29 Juli 2026

Menkop Ferry Julianto : Prabowo Kembalikan Ekonomi Konstitusi, Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Utama Distribusi Subsidi

29 Juli 2026

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Ruang Konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK Respons Peluang Pemeriksaan Perry Warjiyo Usai Mundur dari BI

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

28 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil BP Taskin Iwan Sumule Apresiasi Program Mobil Homecare Bupati Jember, Bakal Jadi Pilot Project Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com