• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, April 30, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
15 Maret 2026
di Opini
A A
0
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

ilustrasi : Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM, Sabtu (14/3/2026)

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Arvindo Noviar
Ketua Umum Sukarelawan PRABU

Jakarta, Kabariku – Peristiwa kekerasan sering kali belum selesai dipahami sebagai fakta ketika ruang publik telah lebih dahulu memproduksi tafsirnya. Peristiwa baru saja terjadi, tetapi tudingan tentang siapa yang patut disalahkan telah lebih dahulu menyebar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Begitulah yang tampak dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Saat aparat hukum baru saja mengumpulkan bukti, sejumlah kesimpulan telah lebih dahulu diarahkan kepada negara sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut.

RelatedPosts

Menguatkan Komunikasi Istana: Inspirasi Praktik Baik KPK

Memutus Keheningan atas Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

Tuduhan itu muncul hampir bersamaan dengan kabar peristiwa, seolah kebenaran telah disusun bahkan sebelum peristiwa itu terjadi.

Dalam masyarakat yang memikul pengalaman sejarah panjang tentang ketegangan antara negara dan sebagian kelompok masyarakat sipil, reaksi semacam itu tentu dapat dimengerti.

Ingatan kolektif yang dibentuk oleh berbagai peristiwa masa lalu sering bergerak lebih cepat daripada verifikasi fakta.

Luka sejarah itu perlahan membentuk semacam refleks politik dalam membaca setiap tindakan kekerasan terhadap aktivis. Namun justru karena pengalaman sejarah itu pula, kita seharusnya belajar satu hal yang lebih mendasar.

Tidak setiap peristiwa kekerasan otomatis merupakan operasi negara. Dalam politik modern, sebuah peristiwa kadang justru menjadi pintu masuk bagi permainan persepsi yang jauh lebih rumit.

Dalam perspektif kontra intelijen, kekerasan tidak selalu dipahami semata sebagai tindakan yang bertujuan melukai korban. Ia sering digunakan sebagai instrumen untuk membentuk kesan tertentu di mata publik.

Serangan terhadap individu dapat menjadi pemantik bagi narasi politik yang jauh melampaui peristiwa itu sendiri.

Baca Juga  Sentil Negara dengan Aksi Simbolik, KontraS Dorong Perbaikan Penegakan Hukum Anggota Militer

Dalam kajian keamanan, pola semacam ini dikenal sebagai operasi false flag, yakni tindakan yang dirancang untuk menciptakan kesan bahwa pelaku sebenarnya adalah pihak lain.

Operasi semacam ini bekerja dengan cara mengarahkan kesimpulan publik ke arah tertentu sehingga tanggung jawab atas peristiwa tersebut perlahan berpindah kepada pihak yang ingin disudutkan.

Cara kerja operasi semacam ini tidak memerlukan rancangan yang terlalu rumit. Cukup hadirkan sebuah peristiwa dramatis, terlebih jika korban yang terseret di dalamnya memiliki posisi simbolik di mata publik.

Perhatian masyarakat segera terarah pada peristiwa itu, sementara ruang percakapan publik dipenuhi simpati dan kemarahan yang hampir bersamaan dengan tudingan yang mulai mengerucut pada satu sasaran.

Narasi pertama yang muncul sering kali segera diterima sebagai kebenaran.

Sejarah politik modern memberikan banyak contoh tentang bagaimana mekanisme semacam ini bekerja.

Kekerasan tidak selalu diarahkan untuk menghancurkan lawan secara langsung, tetapi untuk membentuk gambaran tertentu tentang siapa yang patut disalahkan.

Dalam banyak kasus, kerusakan yang paling besar justru terjadi pada reputasi pihak yang berhasil diseret ke dalam pusaran kecurigaan.

Karena itu membaca peristiwa penyiraman terhadap Andrie Yunus secara tergesa sebagai tindakan negara justru berisiko menutup kemungkinan pembacaan lain yang sama pentingnya.

Peristiwa semacam ini dapat memiliki berbagai lapisan motif yang belum sepenuhnya terlihat di permukaan. Ia bisa saja merupakan tindakan kriminal individual.

Ia dapat pula berkaitan dengan konflik personal yang belum diketahui publik. Bahkan tidak tertutup kemungkinan adanya pihak yang dengan sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan.

Indonesia kini memasuki fase konsolidasi politik baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam masa seperti ini, legitimasi pemerintahan menjadi salah satu medan yang paling sensitif dalam pertarungan opini.

Baca Juga  Demokrasi dan Keadilan Sosial: Tantangan Menuju Kepemimpinan Baru 2024

Setiap peristiwa yang menimbulkan kesan bahwa negara bersikap represif atau gagal melindungi warganya segera memperoleh nilai strategis dalam perebutan persepsi publik.

Pada saat yang sama, perubahan konstelasi geopolitik kawasan dan meningkatnya rivalitas kekuatan besar menempatkan stabilitas politik dalam negeri sebagai variabel yang semakin diperhatikan.

Karena itu arah tafsir atas sebuah peristiwa dapat dengan cepat beresonansi jauh melampaui peristiwa itu sendiri.

Peristiwa politik sering kali tidak hanya meninggalkan pertanyaan tentang apa yang terjadi, tetapi juga tentang bagaimana peristiwa itu segera dimaknai.

Dalam kerangka analisis kontra intelijen, perhatian tidak boleh berhenti pada siapa pelaku di lapangan. Analisis harus menemukan siapa yang memperoleh keuntungan dari arah narasi yang terbentuk setelah peristiwa itu terjadi. Dari arah keuntungan tersebut biasanya mulai terbaca jejak motif yang lebih besar.

Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus memperlihatkan betapa mudahnya sebuah kesimpulan terbentuk sebelum fakta benar-benar ditemukan.

Kekerasan terhadap seorang warga negara tentu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diusut secara tuntas oleh negara. Negara memikul tanggung jawab utama untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan profesional.

Namun rakyat juga memikul tanggung jawab untuk menjaga disiplin berpikirnya sendiri.

Dalam ruang politik yang bergerak cepat oleh arus informasi, provokasi kerap bekerja melalui persepsi yang mendahului fakta.

Dan dalam politik modern, persepsi yang bergerak terlalu cepat sering kali justru membuka jalan bagi provokator untuk menggiring kepalsuan agar tampak sebagai kebenaran.*

Jakarta, 15 Maret 2026

Baca juga :

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat
KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: aktivis HAM Andrie YunusKasus penyiraman air kerasKontraSOperasi False FlagSukarelawan PRABU
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

BGN Pastikan Program MBG Berlanjut Usai Idul Fitri: Fokus Benahi Pengawasan dan Sistem Layanan

Post Selanjutnya

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

RelatedPosts

ruang konferensi pers Istana Kepresidenan

Menguatkan Komunikasi Istana: Inspirasi Praktik Baik KPK

29 April 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

Memutus Keheningan atas Kekerasan dalam Rumah Tangga

26 April 2026

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

26 April 2026
dok.kabariku.com-boelan

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Reformasi Polri Melalui Pendekatan Improvement dan Developement Demi Mewujudkan Polisi Kelas Dunia

20 April 2026
Post Selanjutnya

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

Discussion about this post

KabarTerbaru

STIAMI Perluas Jejaring Global, Dorong Mahasiswa Berprestasi di Kancah Internasional

29 April 2026

Masa Lalu Diuji Nalar, Rocky Gerung: Jumhur Hidayat Tetap Seorang Intelektual

29 April 2026
Foto bersama

Pemda Garut Dorong Bela Negara Digital dan Parenting untuk Perkuat Karakter Remaja

29 April 2026
ruang konferensi pers Istana Kepresidenan

Menguatkan Komunikasi Istana: Inspirasi Praktik Baik KPK

29 April 2026

ADPPI Dorong Percepatan Ekonomi Karbon: Kepemimpinan Jumhur Hidayat Kunci Transisi Energi Hijau

29 April 2026
Anggota DPRD Jabar H Aceng Malki hadiri Perhelatan Gebyar Pesona Budaya Garut di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (25/4/2026).

Aceng Malki Apresiasi Pembentukan Ditjen Pesantren, Dorong Penguatan Kebijakan hingga Daerah

29 April 2026
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi

Wakil Ketua DPRD Garut Apresiasi Pembentukan Ditjen Pesantren, Dorong Penguatan Kebijakan hingga Daerah

29 April 2026
Wartawan Kompas TV Nur Ainia Eka Rahmadhynna meninggal dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. (Foto: Kompas)

Duka Tabrakan KA di Bekasi Timur: Jurnalis Ditemukan Meninggal, Korban Tewas Capai 15 Orang

28 April 2026
PT Stainless Prima Pipe ekspor 20 ton pipa stainless ke Jerman, Kemendag sebut standar global ketat (Foto:Irfan/kabariku.com)

Tembus Eropa! PT SPP Ekspor 20 Ton Pipa Stainless ke Jerman, Kemendag Soroti Kualitas Baja Dalam Negeri

28 April 2026

Prabowo Respons Cepat Tragedi Kereta Bekasi Timur: Perintahkan Investigasi dan Bangun Flyover

28 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Prabowo Tunjuk Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Berikut Daftar Pejabat yang Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Tabrakan KA di Bekasi Timur: Jurnalis Ditemukan Meninggal, Korban Tewas Capai 15 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tembus Eropa! PT SPP Ekspor 20 Ton Pipa Stainless ke Jerman, Kemendag Soroti Kualitas Baja Dalam Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PPP Garut Digelar di Pesantren, Momentum Kembali ke Akar Perjuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PPP Garut Diambil Alih DPW, Pembentukan Formatur Ditetapkan di Tengah Aksi Boikot PAC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Kereta Bekasi Timur, FSP BUMN Indonesia Raya: Kelalaian Sistemik, Copot Direksi PT KAI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com