Kota Tangerang,Kabariku.com – Komisi II DPRD Kota Tangerang mendorong peningkatan kualitas pelayanan di seluruh puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah proses skrining kesehatan yang dinilai terlalu rumit dan berpotensi menghambat pelayanan.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Tangerang yang digelar di Ruang Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang, Selasa (28/7/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, mengatakan puskesmas memiliki peran strategis sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama sekaligus pintu masuk rujukan ke rumah sakit. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat dan nyaman.
“Di lapangan masih banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal, puskesmas merupakan fasilitas kesehatan utama dalam proses rujukan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lanjutan,” ujar Syamsuri.
Menurutnya, salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan adalah mekanisme skrining kesehatan sebelum pasien menjalani pemeriksaan. Proses pengisian data yang mencapai sekitar 11 halaman dan harus dilakukan menggunakan telepon seluler dinilai menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki atau tidak membawa ponsel.
“Kalau kita lihat banyaknya antrean, ternyata ada skrining kesehatan yang harus diisi terlebih dahulu sebelum pemeriksaan. Hampir 11 halaman dan ini menyulitkan. Banyak masyarakat datang tidak membawa HP, sementara prosesnya harus menggunakan HP,” jelasnya.
Selain menyoroti persoalan skrining, Komisi II juga menerima berbagai masukan dari para Kepala Puskesmas mengenai tantangan pelayanan di lapangan. Beberapa persoalan yang mengemuka meliputi keterbatasan alat kesehatan, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), kondisi infrastruktur, hingga koordinasi pelayanan dengan BPJS Kesehatan.
Syamsuri menegaskan, Komisi II DPRD akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan puskesmas melalui dukungan anggaran daerah serta koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Kesehatan.
“Banyak yang harus dibenahi ke depan dan kita akan terus mendorong melalui APBD bersama Dinas Kesehatan. Harapannya, berbagai kebutuhan dan keluhan yang disampaikan dapat segera dipenuhi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Komisi II berharap hasil RDP tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan. Dengan pelayanan yang semakin optimal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
















Discussion about this post