• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

Agus Irawan oleh Agus Irawan
29 Juli 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Penulis : Sri Maryati, Dosen FEB UNAND, Ketua SDGs Center UNAND

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

RelatedPosts

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Tantangan Makro Ekonomi: Urgensi Menemukan Sumber Pertumbuhan Baru

Jakarta, Kabariku.com– Kondisi perekonomian nasional saat ini sedang berada dalam fase yang penuh tekanan. Di satu sisi, kita dituntut untuk terus memacu pertumbuhan; di sisi lain, realitas menunjukkan gejala kontraksi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan SAKERAN Februari 2026 berjumlah sekitar 7,24 juta jiwa. Fenomena ini diperparah oleh penurunan daya beli masyarakat. Riset keuangan terbaru menunjukkan kelas menengah kita mulai menggerus tabungan mereka demi mempertahankan konsumsi harian, sementara laju pertumbuhan ekonomi nasional tertahan di kisaran 4,8 persen.

Di tengah lesunya aktivitas manufaktur dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), kita tersadar bahwa ketergantungan pada industri padat modal perkotaan sangat rentan terhadap guncangan ekonomi global. Negara membutuhkan bantalan ekonomi baru yang tidak hanya tangguh menahan badai, tetapi juga mampu mendistribusikan kesejahteraan secara merata. Jawaban atas tantangan makro tersebut sejatinya tertanam kuat di tanah perdesaan kita. Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Masyarakat (Community-Based Tourism) dapat berperan sebagai instrumen ganda: sebuah sektor yang sarat akan tantangan internal, namun sekaligus menjadi juru selamat ekonomi yang paling rasional dari desa menuju pentas dunia. Sektor pariwisata domestik, khususnya yang berbasis pedesaan, muncul sebagai salah satu jawaban paling rasional untuk memicu pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif.

Pergeseran Paradigma Wisatawan dan Peluang Ekonomi Kreatif

Di tengah kesulitan ekonomi, perilaku konsumen dan wisatawan turut mengalami pergeseran. Wisatawan kini cenderung memilih destinasi domestik yang terjangkau, berjarak dekat, namun menawarkan pengalaman yang bermakna (meaningful travel). Desa wisata menawarkan alternatif liburan yang menyatu dengan alam dan budaya, yang sangat diminati oleh pasar pasca-pandemi dan generasi muda saat ini. Lebih dari itu, kehadiran ekonomi kreatif di desa—seperti kerajinan tangan khas, kuliner lokal, dan pertunjukan seni—mampu memberikan nilai tambah tinggi pada produk desa, sehingga menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda dan perempuan pedesaan tanpa perlu melakukan urbanisasi.

Baca Juga  Sekilas Sejarah Korlantas Polri

Desa wisata hadir sebagai jawaban atas pergeseran preferensi ini, dengan menawarkan alternatif liburan yang ramah anggaran namun kaya akan nilai kemanusiaan. Ketika seorang wisatawan asing atau domestik memutuskan tinggal di sebuah homestay milik warga, belajar memahat, atau memanen kopi bersama petani lokal, di sinilah keajaiban ekonomi terjadi. Uang yang dibelanjakan langsung masuk ke kantong masyarakat setempat tanpa melalui perantara korporasi besar. Perputaran modal, bahan baku, dan tenaga kerja mengandalkan ekosistem lokal yang mandiri, menjadikan desa wisata memiliki tingkat resiliensi (daya tahan) yang sangat tinggi terhadap krisis moneter global.

Transformasi desa wisata: Menembus Batas Lewat Digitalisasi dan Meningkatkan Devisa

Pemerintah pada tahun 2026 telah memasang target yang ambisius: sektor pariwisata dipatok menyumbang devisa negara sebesar 22,00 hingga 24,70 miliar dolar AS, dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 4,7 persen. Target ini akan sulit tercapai jika hanya bertumpu pada destinasi konvensional . untuk itu, transformasi desa wisata menjadi berstandar global adalah kunci untuk mendongkrak pengeluaran wisatawan per kunjungan (tourist expenditure). Untuk mewujudkannya, strategi pengembangan harus digeser dari sekadar menjual pemandangan alam (selling views) menjadi menjual narasi (selling stories). Produk ekonomi kreatif desa, mulai dari anyaman bambu, kain tenun khas, hingga kuliner tradisional, harus dikemas dengan teknik storytelling yang kuat guna memikat emosi pasar internasional. Nilai estetika inilah yang mengubah barang komoditas murah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di platform e-commerce global.

Cita-cita untuk membawa desa ke panggung dunia akan kandas tanpa adanya jembatan teknologi (Tourism 5.0). Digitalisasi ekosistem desa menjadi harga mati untuk memangkas jarak antara pelaku UMKM desa dengan konsumen mancanegara. Pemuda-pemuda desa harus dilatih menjadi kreator konten yang fasih memanfaatkan algoritma Instagram, TikTok, hingga YouTube untuk memperlihatkan keunikan desa mereka ke seluruh penjuru bumi.

Baca Juga  Profesional Freelance Videografer Asal Jakarta, Ini Profil Mas Way

Selain infrastruktur digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi pilar utama. Standardisasi pelayanan (hospitality), pelatihan bahasa asing, serta jaminan sanitasi yang higienis merupakan modal utama agar wisatawan asing merasa aman dan betah berlama-lama tinggal di desa.

Potensi dan Prestasi Nagari Wisata Ranah Minang

Desa pariwisata yang dikenal dengan nama Nagari Wisata telah mampu menjadi katup penyelamat ekonomi di Provinsi Sumatera Barat. Bumi Minangkabau ini berhasil membuktikan bahwa pembinaan desa wisata berbasis komunitas (nagari) secara linier mampu mendongkrak pergerakan jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara di luar target awal pemerintah daerah. Melalui program strategi terpadu, tidak kurang dari 338 desa wisata di Sumatera Barat kini telah terdaftar resmi dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Kemenparekraf.

Kekuatan Sumatera Barat terletak pada kepiawaian dalam mengemas adat budaya matrilineal dan keelokan bentang alamnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satu contoh prestasi adalah Nagari Wisata Koto Kaciak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang sukses menembus jajaran 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2024. Terletak di kaki Bukit Barisan dan selingkar Danau Maninjau, nagari ini dengan cerdas menggeser fokus dari sekadar pamer keindahan alam menjadi destinasi berbasis pelestarian seni budaya dan edukasi produk ekonomi kreatif

Melalui motor penggerak Pokdarwis Sirantiah, Koto Kaciak menyuguhkan atraksi pertunjukan tambua tansa, silek (silat tradisional), hingga ritual magis seni Simuntu. Kejeniusan ekonomi kreatif warga setempat kian bersinar lewat penciptaan Gadebong Koto Kaciak, sebuah celana tradisional khas yang memiliki motif serta teknik pembuatan yang sangat unik. Keberhasilan nagari ini membuktikan bahwa identitas tradisi yang dirawat mandiri oleh komunitas lokal bukan sekadar komoditas hiburan, melainkan aset ekonomi bernilai tinggi yang dicari pasar wisata global

Baca Juga  Mayantara Sehat: Kesadaran Digital Dan Regulasi Keamanan

Catatan Penutup

Mengembangkan desa wisata di tengah lesunya ekonomi nasional bukan lagi sekadar pilihan program rekreasi, melainkan sebuah strategi intervensi ekonomi yang mendesak. Melalui optimalisasi potensi desa, masyarakat tidak hanya diajak untuk bertahan menghadapi krisis, tetapi juga diajari cara berdaulat secara ekonomi. Mengemas keunikan lokal menjadi produk berkelas global adalah momentum emas untuk memulihkan ekonomi nasional, dimulai dari lini paling mendasar: dari desa menuju dunia.

Kendati demikian, satu variabel krusial yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah dan pelaku usaha adalah ancaman bencana alam yang membayangi keberlanjutan desa wisata.

Berada di lanskap ring of fire, Kepulauan Indonesia dikepung indeks risiko bencana yang sangat tinggi. Kombinasi ancaman gempa, longsor, banjir bandang, hingga kerusakan ekosistem perairan dan danau strategis nasional menjadi bom waktu. Rangkaian bencana hidrometeorologi terkini menjadi bukti nyata ketika puluhan desa wisata dan fasilitas homestay berbasis komunitas di berbagai daerah lumpuh total dalam sekejap

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah serta para pelaku industri tidak boleh sekadar mengejar angka kunjungan dan pertumbuhan ekonomi semata. Konsep jaring pengaman ekonomi ini akan runtuh jika tidak dibarengi dengan komitmen terhadap kedaulatan ekologis. Pemerintah wajib menegakkan aturan tata ruang secara tegas, menghentikan laju alih fungsi lahan hulu, serta memfasilitasi pembangunan infrastruktur evakuasi.

Di sisi lain, pelaku usaha dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) harus mulai mengadopsi prinsip pariwisata hijau (green tourism) serta membekali diri dengan sistem mitigasi bencana berbasis kearifan local.

Dengan memastikan keselamatan lingkungan berjalan seiring dengan inovasi ekonomi, kita sedang membuktikan bahwa pemulihan ekonomi nasional yang sejati berakar kuat dari bawah: dari desa yang tangguh bencana, menuju dunia.

Tags: Dosen FEB UNANDKetua SDGs Center UNANDSri maryatiUNAND
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

KPK Respons Peluang Pemeriksaan Perry Warjiyo Usai Mundur dari BI

Post Selanjutnya

Menkop Ferry Julianto : Prabowo Kembalikan Ekonomi Konstitusi, Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Utama Distribusi Subsidi

RelatedPosts

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

Menkop Ferry Julianto : Prabowo Kembalikan Ekonomi Konstitusi, Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Utama Distribusi Subsidi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menkop Ferry Julianto : Prabowo Kembalikan Ekonomi Konstitusi, Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Utama Distribusi Subsidi

29 Juli 2026

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Ruang Konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK Respons Peluang Pemeriksaan Perry Warjiyo Usai Mundur dari BI

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

28 Juli 2026

Inspektorat Tangsel Perkuat Budaya Integritas ASN Lewat NGORBIT, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bersih

28 Juli 2026

Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

28 Juli 2026

DCKTR Tangsel Gencarkan Program Biopori Kantor, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos dari Sumbernya

28 Juli 2026

Mundurnya Perry Warjiyo, Ekonom InFast Bestari: Gubernur BI Mendatang Sebaiknya Pro Growth

28 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

    Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil BP Taskin Iwan Sumule Apresiasi Program Mobil Homecare Bupati Jember, Bakal Jadi Pilot Project Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com