• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 30, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
16 Maret 2026
di Opini
A A
0
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Postingan FB Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Kabariku – Kesempatan pernah menjadi Danjen  Kopassus merupakan berkah tersendiri bagi yang sempat menyandangnya, yang dampak (positifnya) masih berpendar hingga  puluhan tahun  selepas yang bersangkutan meninggalkan Cijantung (Jakarta Timur, lokasi Markas Komado Kopassus).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Asumsi seperti itu setidaknya bisa kita lihat hari ini, ketika beberapa mantan Danjen Kopassus pernah atau masih aktif mengisi panggung politik nasional, dan sebagian telah menjadi tokoh publik, selain Prabowo (kini Presiden RI), ada nama Sintong Panjaitan (Akmil 1963), Agum Gumelar (Akmil 1968), Subagyo HS (Akmil 1970), Muchdi PR (Akmil 1970), dan seterusnya.

RelatedPosts

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Khusus bagi Prabowo, pengalamannya sebagai Danjen Kopassus,masih lekat dalam ingatan publik.

Saat pelantikan dirinya sebagai Komandan Sesko TNI di Bandung, Juni 1998, tak lama setelah dirinya diberhentikan sebagai Pangkostrad, Prabowo berusaha tetap tenang. Publik hanya bisa mengira-ngira, bagaimana perasaan Prabowo pada pelantikan hari itu.

Pelantikan Prabowo sebagai Komandan Sesko TNI, seolah menyiratkan kegalauan Prabowo, bahwa sebentar lagi dia akan meninggalkan dunia militer (pensiun dini), dan itu artinya akan meninggalkan Kopassus juga, satuan yang sangat dicintainya.

Hidup manusia memang tidak bisa diramalkan. Mungkin sudah menjadi takdir Prabowo untuk menjadi orang besar.

Kini Prabowo telah kembali, dia akan kembali memimpin, bukan sebatas memimpin Kopassus, namun memimpin seluruh rakyat Indonesia. Sebuah ilustrasi kecil bisa diajukan di sini.

Saat Prabowo dimutasikan dari Kopassus ke Kostrad pertengahan tahun 1980-an, dalam posisi sebagai Wakil Komandan Yonif Linud 328/Kujang II (sebutan sekarang Yonif Para Raider 328/Dirgahayu), saat itu publik tidak ada yang tahu atau mungkin tidak peduli, siapa nama Danyon 328 saat itu, yang artinya adalah atasan langsung Prabowo. Fenomena ini bisa terjadi, karena begitu besarnya nama Prabowo.

Figur karismatik

Salah satu fenomena menarik untuk diamati adalah, para perwira yang pernah menjadi Danjen Kopassus, umumnya adalah perwira yang memiliki karisma, figur yang sudah menonjol sejak mula, dan acapkali memperoleh ekspose melimpah media.

Baca Juga  IPW Apresiasi Langkah Cepat Kapolri Wujudkan Sikap Politik Negara dalam Asta Cita ke-7

Sebagai satuan elite, wajar bila Kopassus selalu menjadi sorotan, baik oleh pimpinan maupun masyarakat awam.

Salah satu fenomena menarik adalah, publik awam bisa jadi tidak terlalu ingat dengan sejumlah nama mantan KSAD, namun mereka biasanya ingat dengan nama perwira yang pernah menjadi Danjen Kopassus.

Tentu yang paling diingat adalah figur Sarwo Edhi Wibowo dan Prabowo Subianto.

Setelah hampir tiga dekade meninggalkan Cijantung, apakah Prabowo sudah benar-benar melepaskan atmosfer Cijantung, saat resmi memimpin negeri?

Saya sendiri menduga, Prabowo tidak bisa lepas sepenuhnya dari masa lalu, bahwa Prabowo memiliki gaya sendiri dalam memimpin.

Gaya itu akan diulang kembali saat Prabowo berkantor di Istana, tentu dengan modifikasi seperlunya.

Mungkin saya bisa membantu sekadar me-refresh ingatan kita, gebrakan apa yang dilakukan Prabowo saat mejadi Danjen Kopassus (1995-1998), yang berpotensi untuk diulang kembali saat resmi menjadi Presiden.

Peristiwa dimaksud itu berlangsung pada akhir Juni 1996, dalam sebuah upara kebesaran militer di Cijantung, diresmikan reorganisasi Kopassus.

Ketika itu Kopassus dibagi menjadi lima grup, masing-masing adalah: Grup 1 dan Grup 2 (para komando), Grup 3 (pusat pendidikan), Grup 4 (sandi yudha), serta Grup 5 (anti-teror).

Dari reorganisasi ini yang penting untuk dicatat adalah pembentukan Grup 4, sebagai satuan yang secara “terbuka” memayungi operasi sandi yudha (intelijen) Kopassus.

Sekadar penjelasan tambahan, publik awam tidak perlu bingung membaca angka atau penomoran dalam satuan Kopassus, karena angka tersebut sering berganti.

Yang lebih penting untuk diketahui adalah fungsi atau nomenklatur Kopassus yang permanen , yakni para komando, intelijen, lawan teror, dan pendidikan.

Seperti yang terjadi sekarang misalnya, satuan yang menangani pendidikan tidak lagi memakai angka, demikian juga Grup 4/Sandi Yudha, kini sudah ganti nama menjadi Grup 3.

Sangat jelas terlihat reorganisasi Kopassus sudah digagas Prabowo sejak lama, mungkin jauh hari sebelum dia dilantik sebagai Komandan Kopassus.

Setelah dilantik sebagai Presiden, Prabowo juga melakukan perombakan kelembagaan negara, seperti regrouping kementerian, atau merevisi nomenklatur kementerian, menambah sejumlah badan (salah satunya adalah Badan Gizi Nasional), dan seterusnya.

Saat masih menjadi komandan pasukan dulu, bila Prabowo sudah berkehendak, tidak ada pihak yang bisa menghentikannya, termasuk para seniornya di TNI.

Baca Juga  Meneropong Cagub DKI Versi Prabowo

Prabowo selalu memikirkan kesejahteraan prajurit dan rakyat banyak, sehingga apa yang sudah menjadi kehendaknya harus terlaksana, entah bagaimana caranya.

Memang ada juga idenya yang tidak sempat terlaksana, salah satunya ketika memunculkan gagasan, agar Kopassus (saat itu) membawahi juga satuan helicopter.

Salah satu catatan penting adalah, untuk semua gagasan besar itu, sebagian terinspirasi sejak masih berdinas di Cijantung, Prabowo ingin selalu otonom dan firm.

Saat menjadi komandan pasukan dulu, Prabowo dikenal sangat memperhatikan kesejahteraan anak buahnya. Dan sikap seperti itu masih ada jejaknya saat memimpin negeri sekarang, dengan mengeluarkan program populis, yakni MBG (Makan Bergizi Gratis) dan masih dalam proses adalah Koperasi Merah Putih.

Meredakan Ketegangan Geopolitik

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, bisa ditelusuri jejaknya ketika Prabowo masih menjadi Menhan (Menteri Pertahanan).

Dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura, pertengahan tahun 2024, Menteri Pertahanan (saat itu) Prabowo (juga selaku presiden terpilih), menyampaikan himbauan untuk kembali membangun perdamaian dan menciptakan stabilitas global, termasuk meredakan rivalitas kekuatan-kekuatan utama dunia.

Tiga prinsip yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut adalah kemauan hidup berdampingan dengan damai (coexistence), kolaborasi, serta membangun kompromi.

Untuk itu Indonesia mendorong pentingnya dialog yang inklusif, menjalin kerja sama konkret, seraya terus-menerus memperkuat implementasi hukum-hukum internasional.

Menguatnya tarikan geopolitik dan berlarutnya sejumlah konflik bersenjata, sebagaimana terjadi di Timur Tengah hari ini, menjadikan situasi dunia menuju temaram.

Dunia tengah menghadapi tantangan yang kian kompleks dan rumit. Pemikiran Prabowo saat menjadi narasumber utama di Shangri-La Dialogue, menemukan relevansinya hari ini Prabowo memastikan, sebagai negara nonblok, Indonesia tidak akan berpihak kepada poros tertentu.

Menurut Prabowo, Indonesia akan lebih mengedepankan sikap saling menghormati eksistensi, martabat dan kedaulatan setiap negara, mengingat tidak ada satu narasi tunggal untuk semua hal.

Menurut Prabowo, baik di kawasan maupun global, Indonesia akan lebih memosisikan diri sebagai “tetangga yang baik” (good neighbour policy).

Gagasan Prabowo berbasis pada tradisi bangsa, bahwa tetangga merupakan pihak yang dekat, yang akan menolong kita ketika sedang menghadapi kesulitan. Tetangga yang akan segera datang menolong, bukan saudara kandung yang tinggal berjauhan.

Baca Juga  Mencegah Politisasi Reformasi Polri

Good neighbour policy diyakini bisa diterapkan dalam kehidupan bernegara. Sikap saling menghormati dan menghargai, menjadi opsi untuk penyelesaian sengketa wilayah yang terjadi.

Partisipasi dan peran aktif Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), akan menunjukkan peran Indonesia sebagai aktor global penting.

Sebagai bangsa dengan sejarah panjang diplomasi dan mendorong perdamaian, salah satunya melalui Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung.

Pada sebuah kesempatan Presiden Prabowo sempat menghimbau semua elemen bangsa memperkokoh kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, yang juga bagian dari pengamalan Pancasila, terutama di tengah kondisi perekonomian global yang cenderung tidak menentu.

Tak hanya karena Indonesia memiliki Pancasila, Presiden juga berharap masyarakat tetap optimistis di tengah dinamika global, karena Indonesia memiliki modal sosial dan budaya yang kokoh.

Presiden Prabowo juga pernah berpesan, nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan dan diwariskan dalam perilaku dan kebijakan yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan salah satu implementasinya adalah keaktifan pemerintah di dunia internasional, tanpa menyurutkan perjuangan untuk terus memperkokoh perjuangan untuk terus memperkokoh kemandirian bangsa.

Nilai Pancasila pula yang banyak memberi inspirasi bagi Prabowo dalam Shangri-La Dialogue, itu sebabnya presentasi Prabowo memberi warna yang berbeda. Saat itu Prabowo (masih sebagai Menhan) tak mau mengangkat ketegangan antara AS dan China, namun mengedepankan isu yang luput dari perhatian pembicara lain, yakni soal konflik si Gaza.

Benar, pesan kemanusiaan lebih diangkat oleh Menhan Prabowo, bagaimana gencatan senjata harus dilakukan di Palestina. Gagasan inilah menjadi basis keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Pernyataan Menhan Prabowo saat itu diikuti solusi konkret, dihubungkan dengan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian, apabila diundang PBB.

Termasuk kesiapan Indonesia untuk mengirimkan rumah sakit terapung (kapal rumah sakit TNI AL) guna membantu penanganan medis bagi warga di Palestina yang menjadi korban perang.*

Jakarta, 16 Maret 2026

Tags: Danjen KopassusGrup 4/Sandi YudhaPanggung Politik NasionalPresiden Prabowo SubiantoSarwo Edhi Wibowo
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

Post Selanjutnya

Kekerasan terhadap Aktivis: Ujian bagi Negara dan Kekuasaan

RelatedPosts

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

Kekerasan terhadap Aktivis: Ujian bagi Negara dan Kekuasaan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Sita Rp1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong

Discussion about this post

KabarTerbaru

Siapa Layak Gantikan Perry Warjiyo? Empat Nama Bankir Sentral Menguat di Bursa Calon Gubernur BI

29 Juli 2026
Foto Istri Bupati Pemalang saat tiba di KPK (Foto:Bemby/kabariku.com)

Istri Bupati Pemalang dan 11 Orang Hasil OTT KPK Tiba di Gedung Merah Putih, Uang Rp2 Miliar Ikut Diamankan

29 Juli 2026

Lantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN, Presiden Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Pro Rakyat

29 Juli 2026

60 Seconds to Tokyo Resmi Diluncurkan di favehotel Cimanuk Garut, Sajikan Ragam Kuliner Khas Jepang

29 Juli 2026

KY Rampungkan Seleksi Kesehatan dan Kepribadian, Ini 19 Calon Hakim Agung yang Lolos

29 Juli 2026

Kinerja Semester Satu BTPN Syariah, Konsisten Perbaiki Kualitas, Pembiayaan Tumbuh 9%

29 Juli 2026

BGN Pastikan 833 SPPG Ditangguhkan Tak Ganggu Penyaluran, Siapkan Sistem Digital untuk Pengawasan Publik

29 Juli 2026
Oplus_131072

DPR RI Mediasi Perselisihan SPBUN-SGN, Dasco: Dialog Jadi Jalan Keluar Persoalan Pekerja

29 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Rp2 Miliar

29 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil BP Taskin Iwan Sumule Apresiasi Program Mobil Homecare Bupati Jember, Bakal Jadi Pilot Project Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com