• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Maret 20, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Hujan Mengguyur, Empat Penambang Emas Tewas di Lubang, Tiga Mahasiwa Tewas di Gua

Redaksi oleh Redaksi
23 Desember 2019
di Kabar Peristiwa
A A
0
Petugas mengevakuasi salah satu jenazah mahasiswa Unsika Karawang. (*)

Petugas mengevakuasi salah satu jenazah mahasiswa Unsika Karawang. (*)

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Hujan deras akhir-akhir ini telah mengakibatkan korban nyawa. Di Karawang, Jawa Barat, tiga mahasiswa Unsika (Universitas Singa Perbangsa Karawang) tewas di gua yang mendadak tertutup air. Kemudian di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, empat penambang emas juga tewas akibat gua tempat mereka menambang roboh akibat guyuran hujan.

Di Karawang, tiga mahasiswa yang tewas adalah mahasiswa pencinta alam dari Unsika. Mereka tewas setelah terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Beureum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mereka adalah Erisya Rifania (20), mahasiswa Fakultas Keguruan yang berasal dari Kampung Parungtangjung, Cicadas, Bogor. Kemudian, Alief Rindu Arrafa (18) masih mahasiswa Fakultas Keguruan yang berasal dari Griya Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Korban ketiga adalah Ainan Fatmatuzzaroh (19), mahasiswa Fakultas Kesehatan yang berasal dari Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

RelatedPosts

Sadis, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras. Teriak Kepanasan dan Mata Dioperasi

KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemprov Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warganya

Ketiganya terjebak di goa saat melaksanakan kegiatan mahasiswa pecinta alam (mapala). Dugaan sementara, ketika para korban berada di gua, tiba-tiba hujan deras mengguyur dan air hujan masuk ke gua. Akibatnya, ketiganya tewas karena kekurangan oksigen.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan, kegiatan pendidikan lanjutan mapala dilakukan pada Minggu (22/12/2019). Pihak SAR Bandung mendapat laporan adanya mahasiswa yang terjebak di gua sekitar pukul 21.00.

Berbekal laporan itu, tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi.

Jumlah mahasiswa yang terjebak di goa semuanya ada tujuh orang, yakni Erisa Rifana, Alief Rindu Arrafa, Ainan Fatmatuzzaroh, Dimas Rizki Kurniawan, Hipni Zuhaepi, dan M Ihsan Nurrahman, serta satu anggota rescue Mapala Unsika Evo Rahmat Yulistiadi. Tiga di antaranya pingsan dan kemudian meninggal, yakni Erisa Rifan yang dievakuasi Tim SAR Gabungan pukul 04.25 WIB, Alief Rindu dievakuasi sekira pukul 05.30 WIB, dan Ainan Fatimatuzahro dievakuasi pukul 06.00 WIB.

Baca Juga  Update Keracunan Sate Jebred, 1 Meninggal, 6 Rawat Inap, 25 Rawat Jalan, Berikut Penjelasan Dinkes Garut

“Saat dievakuasi, ketiganya dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Deden.

Empat penambang tewas

Sementara di Jambi, empat orang penambang tewas setelah gua tempatnya menambang roboh pada Sabtu (21/12/2019).

Keempatnya berhasil ditemukan tim SAR dibantu aparat Polri dan TNI yang melakukan pencarian sejak Minggu (22/12/2019) hingga Senin pagi (23/12/2019).

Gua tambang emas yang roboh tersebut berada di pingiran Desa Pulau Baru, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Satu orang berhasil ditemukan beberapa saat setelah gua roboh, sementara tiga orang lainnya ditemukan pada Senin dinihari (23/12/2019),

Kepala Kantor BASARNAS Jambi Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan, dengan temuan yang dilakukan Tim SAR dan aparat lainnya, berarti jumlah korban penambang meninggal yang dievakuasi sudah empat orang.

“Satu orang ditemukan warga pada hari kejadian Sabtu sore,” jelasnya.

Hingga Senin siang ini, Tim SAR dibantu aparat dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Dikabarkan, jumlah penambang yang tertimbun ada enam orang dan yang sudah ditemukan empat orang. Dengan demikian, masih ada dua korban lagi yang masih tertimbun.

“Kami terpaksa melakukan pencarian dengan menggunakan alat berat, soalnya timbunan tanah sangat tebal,” ujar Ibnu.

Keenam korban tersebut, Yusuf (37) warga setempat, dan lima lainnya warga Pati Jawa Tengah.

Pihak Tim SAR masih melakukan identifikasi terhadap para korban tewas yang sudah ditemukan. (Ref)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: tambang emas
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

20 Tahun Tak Bertemu, Aktivis ProDem Gelar Temu Kangen. “Revolusi Belum Selesai Bung”

Post Selanjutnya

Di Luar Dugaan, Zulkifli Zaini Ditunjuk Jadi Dirut PLN

RelatedPosts

YLBHI dan sejumlah koalisi masyarakat sipil menggelar konferensi pers soal penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Sadis, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras. Teriak Kepanasan dan Mata Dioperasi

13 Maret 2026
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (baju gelap) dalam sebuah aksi di Hotel Fairmont

KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

13 Maret 2026
Israel Serang Iran, Ledakan Bikin Warga Berlarian (via REUTERS/WANA)

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemprov Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warganya

4 Maret 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/esdm

Pertalite Tetap Aman, Pemerintah Belum Rencanakan Kenaikan BBM Subsidi

4 Maret 2026
Penjemputan belasan pekerja hiburan asal Jabar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jabar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 12 orang pekerja diduga kuat menjadi korban TPPO. /Dok. Polda Jabar/

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

25 Februari 2026

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

6 Februari 2026
Post Selanjutnya
Zulkifli Zaini. (*)

Di Luar Dugaan, Zulkifli Zaini Ditunjuk Jadi Dirut PLN

Febri Diansyah

Rencananya Febri Diansyah Tak akan Lagi Jadi Jubir KPK, Ini Alasannya

Discussion about this post

KabarTerbaru

Matinya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Lapas Pemuda Tangerang berikan remisi Nyepi 2026 kepada 6 narapidana Hindu.(Istimewa)

Jelang Nyepi 2026, 6 WBP Hindu di Lapas Pemuda Tangerang Dapat Remisi Khusus

20 Maret 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

19 Maret 2026

Momen Prabowo-Megawati Bertemu di Istana Merdeka Jelang Idulfitri 1447 H

19 Maret 2026
Foto : Istimewa

Forum Sipil: Meski Libatkan Oknum TNI, Kasus Air Keras Aktivis KontraS Harus Diproses di Hukum Sipil

19 Maret 2026

Arus Mudik Garut Terus Meningkat, Kasatlantas: One Way Situasional Prioritaskan Keselamatan

19 Maret 2026

Mensesneg Sampaikan Arahan Presiden: Kabinet Diminta Rayakan Lebaran Tak Berlebihan

19 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Pesan Nyepi KPK: Korupsi Berawal Dari Gagal Menahan Diri

19 Maret 2026

Seskab Teddy Pastikan KA Kerakyatan: Tarif Turun, Layanan Mudik 2026 Meningkat

19 Maret 2026

Seskab Teddy Pastikan KA Kerakyatan: Tarif Turun, Layanan Mudik 2026 Meningkat

19 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditutup Sepihak, Pengelola Balong Cafe Gugat Pemilik Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukma Hidayat Kecam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Singgung Kasus Novel Baswedan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com