Jakarta, Kabariku — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Dewan Pengurus Pusat Dewan Industri Event Indonesia digelar di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Forum ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis guna memperkuat ketahanan dan daya saing industri event nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Mengusung tema “Menyatukan Arah, Menguatkan Peran”, Rakernas menghimpun lebih dari 30 usulan program dari pengurus pusat dan daerah. Dari usulan tersebut, ditetapkan delapan program utama yang akan menjadi agenda nasional organisasi selama satu tahun ke depan.
Pimpinan sidang, Evan Saepul Rohman, menyampaikan bahwa proses penyaringan program dilakukan secara komprehensif melalui Pra-Rakernas yang telah digelar secara daring pada 20–21 April 2026, dengan melibatkan seluruh DPD IVENDO se-Indonesia.
“Program yang dirumuskan bukan sekadar respons normatif, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan riil pelaku industri event di berbagai daerah,” ujarnya.
Adapun delapan program utama tersebut terbagi dalam dua fokus besar, yakni strategi dan eksekusi. Pada aspek strategis, IVENDO menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan koordinasi organisasi, pembenahan tata kelola DPD, serta pengembangan database dan platform digital berbasis data valid.
Sementara pada aspek eksekusi, program difokuskan pada peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder, implementasi standarisasi industri event nasional, penguatan ekosistem melalui kemitraan dan investasi, serta aktivasi program nasional sebagai penghubung antara DPP dan DPD.
Ketua Umum DPP Dewan Industri Event Indonesia, Irvan Mahidin Sukamto, menegaskan bahwa seluruh program yang dihasilkan dalam Rakernas berorientasi pada solusi konkret bagi pelaku industri, sekaligus memperkuat posisi industri event sebagai salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.
Rakernas juga mencatat adanya optimisme dari pelaku industri event terhadap prospek ekonomi 2026. Berdasarkan survei internal IVENDO, sekitar 60–65 persen pelaku industri masih optimistis, meskipun angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai di atas 80 persen.
Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari tekanan ekonomi global dan regional yang turut memengaruhi aktivitas industri event di dalam negeri. Meski demikian, mayoritas pelaku usaha masih melihat peluang pemulihan, terutama dengan meningkatnya aktivitas pemerintah dan sektor swasta dalam waktu dekat.
Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah meningkatnya kehadiran pelaku industri event asing di pasar domestik, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Kehadiran pelaku dari negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura dinilai memperketat persaingan.
Menanggapi hal tersebut, IVENDO berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM melalui sertifikasi serta memperkuat perlindungan risiko kerja bagi pelaku industri event. Selain itu, organisasi juga mendorong penguatan ekosistem industri event nasional agar lebih kompetitif.
Dalam Rakernas ini, IVENDO juga menyepakati kerja sama strategis melalui kontrak payung dengan InJourney Aviation Services untuk memberikan layanan khusus bagi seluruh anggota.
Tak hanya itu, IVENDO turut mendukung program pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ekonomi bagi pekerja, salah satunya melalui pemanfaatan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, IVENDO optimistis industri event Indonesia mampu bertahan dan tumbuh lebih kuat di tengah tantangan global, sekaligus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post