• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 23, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
7 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Hasanuddin, SH
Koordinator SIAGA 98

Jakarta, Kabariku – Secara politik, tidak banyak yang meragukan bahwa Sufmi Dasco Ahmad memiliki kapasitas dan pengaruh untuk menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sebagai Ketua Harian Gerindra dan salah satu tokoh yang sejak lama berada di lingkaran strategis Prabowo Subianto, peluang untuk menduduki kursi menteri sesungguhnya terbuka lebar.

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

Namun, Dasco justru berada di DPR. Pilihan ini menunjukkan bahwa dalam politik, tidak semua kekuatan harus ditempatkan di dalam kabinet.

Ada kalanya posisi yang lebih strategis justru berada di luar pemerintahan, tetapi tetap memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan dan stabilitas politik.

Di parlemen, Dasco menjalankan peran yang tidak ringan. Ia berada di persimpangan antara fungsi legislasi dan kebutuhan pemerintahan.

Di satu sisi, ia menjaga proses politik di DPR agar tetap berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional. Di sisi lain, ia menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan berbagai kekuatan politik di parlemen.

Peran seperti ini tidak banyak diminati. Jabatan menteri menawarkan panggung yang lebih besar, eksposur yang lebih tinggi, dan pengakuan publik yang lebih langsung.

Sementara itu, menjadi penghubung antara kekuatan politik dan pemerintahan menuntut kemampuan membangun konsensus, meredam konflik, serta menjaga keseimbangan tanpa harus selalu tampil di depan layar.

Justru karena itulah posisi Dasco menjadi penting. Ia berada pada titik yang memungkinkan komunikasi antara eksekutif dan legislatif berlangsung lebih cair, terutama dalam pemerintahan yang ditopang oleh koalisi besar dengan beragam kepentingan politik.

Menarik untuk dibayangkan, jika saja Dasco masuk ke dalam kabinet. Sangat mungkin magnet politik akan tertuju kepadanya sebagai salah satu sentrum pintu masuk kekuasaan.

Baca Juga  Presiden Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Kampung Haji hingga Percepatan Pemulihan Sumatra

Dengan posisi dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, berbagai kelompok politik, birokrasi, hingga pelaku usaha akan melihatnya sebagai salah satu pusat gravitasi baru dalam pemerintahan.

Dalam situasi seperti itu, bukan tidak mungkin perhatian publik dan elite politik yang saat ini banyak tertuju pada sosok-sosok strategis di lingkungan Istana akan bergeser.

Bahkan, sebagian pengamat bisa saja mulai melihat Dasco sebagai figur yang lebih menentukan dalam lalu lintas komunikasi kekuasaan.

Pandangan yang selama ini banyak diarahkan kepada Teddy Indra Wijaya sebagai salah satu figur dekat Presiden, bisa saja beralih kepada Dasco apabila ia berada di dalam kabinet dengan kewenangan yang lebih formal dan lebih terlihat.

Penulis melihat terdapat sisi positif dan negatif dari posisi Dasco saat ini. Di satu sisi, keberadaannya di DPR membuat fungsi komunikasi politik antara pemerintah dan parlemen berjalan lebih efektif.

Ia memiliki ruang yang luas untuk membangun konsensus dan menjaga stabilitas politik tanpa dibatasi oleh tugas-tugas teknokratis pemerintahan.

Namun di sisi lain, posisi tersebut juga membuat kapasitas kepemimpinan dan pengalaman politiknya belum sepenuhnya teraktualisasi dalam pengambilan keputusan eksekutif.

Padahal, dengan pengalaman, jaringan, dan pengaruh yang dimilikinya, Dasco memiliki modal yang cukup untuk memegang tanggung jawab strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, ke depan mungkin sudah saatnya Dasco tidak hanya berperan sebagai penghubung kekuasaan, tetapi juga menjadi bagian langsung dari pusat pengambilan keputusan negara.

Duduk pada posisi strategis di kabinet akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dirinya untuk menerjemahkan gagasan politik menjadi kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pada akhirnya, politik membutuhkan keseimbangan antara mereka yang menjaga komunikasi dan mereka yang menjalankan kekuasaan.

Baca Juga  Urun Rembug: Hari Ini Kita Bicara Pemimpin Daerah, Disaat Garut Akan Berpisah (2024-2029)

Dasco telah membuktikan kemampuannya pada peran pertama. Tantangan berikutnya adalah apakah pada waktunya ia akan mendapat kesempatan untuk memainkan peran kedua, yakni berada di pusat kekuasaan dan memimpin agenda strategis pemerintahan secara langsung.

Dan, bukankah Ketua Partai Politik pendukung lain juga sudah berada di Kabinet, diantaranya Muhaimin Iskandar, Partai Kebangkitan Bangsa, Menko Pemberdayaan Masyarakat; Zulkifli Hasan, Partai Amanat Nasional, Menko Pangan; Agus Harimurti Yudhoyono, Partai Demokrat, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah;

Airlangga Hartarto, Partai Golkar, Menko Perekonomian; Bahlil Lahadalia, Partai Golkar, Menteri ESDM; Yusril Ihza Mahendra, Partai Bulan Bintang, Menko Kumham Imipas; Agus Jabo Priono, Partai Prima, Wamensos.*

Tags: Hasanuddin koordinator SIAGA 98Kabinet Merah PutihPartai Gerindrasufmi dasco Ketua Harian DPP Partai GerindraWakil Ketua DPR RI
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Ruang Kelas, Ruang Integritas: KPK Ingatkan SPMB 2026/2027 Bebas Titipan dan Pungli

Post Selanjutnya

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi pada 18 Juni, Ada iPhone Rp200 Ribuan hingga Properti Miliaran

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

Ketika Etika Mengalahkan Aturan, Negara Kehilangan Pedoman Bersama

17 Juli 2026
Post Selanjutnya
KPK_Lelang_kabariku_dwiwarna

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi pada 18 Juni, Ada iPhone Rp200 Ribuan hingga Properti Miliaran

Motor JVX GT-dok.Emmo

Kejagung Tak Berhenti di Tersangka, Kawan Indonesia: Telusuri Aliran Dana Pengadaan Motor Listrik BGN Rp1 Triliun

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kasus Pembunuhan Anggota TNI: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru, Total Jadi 7 Orang

22 Juli 2026

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak: “Langkah Koersif dan Inkonstitusional”

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

FAGAR Bertemu Dirjen GTK, Dorong Percepatan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

22 Juli 2026

Kapolda NTT Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas, Perkuat Sinergi Pengamanan dan Penegakan Hukum

22 Juli 2026
Foto: Istimewa

Sandri Rumanama Puji Polri Usut Dugaan Korupsi Kejagung, Dorong Kortas Tipikor Jadi Badan

22 Juli 2026

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

22 Juli 2026

Ekonom Senior Ferry Latuhihin Pertanyakan Sikap S&P Pertahankan Outlook Indonesia Tetap Stabil.

22 Juli 2026

Jalan Nasional di Nias Belum Tuntas, DPD RI Desak Penguatan Anggaran BBPJN Sumut

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi MBG Watch Ajukan Judicial Review UU APBN 2026 ke MK, Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com