Jakarta, Kabariku – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp4,01 miliar atau Rp0,46 per-saham kepada pemegang saham.
RUPST dilaksanakan secara hybrid di WIKA Tower 2, Jakarta, dan secara elektronik melalui sistem eASY KSEI. Agenda tahunan itu dihadiri 6.089.412.222 saham atau setara 69,87 persen dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan sebanyak 8.715.466.600 saham.
Sejak resmi melantai di bursa pada 2014, WIKA Beton tercatat konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2025, serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Laporan keuangan perseroan yang diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) memperoleh opini “wajar dalam semua hal yang material”.
Dengan disahkannya laporan tersebut, RUPS juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan dan pengawasan selama Tahun Buku 2025.

Dividen Tunai Rp0,46 per-Saham
Dalam keputusan penggunaan laba bersih, WIKA Beton menetapkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp40,02 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar 10 persen atau Rp4,009 miliar dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, setara Rp0,46 per-saham.
Sementara itu, sebesar 90 persen atau Rp36,01 miliar dialokasikan sebagai cadangan lainnya guna memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan bisnis perseroan.
RUPST juga memberikan kuasa kepada Direksi untuk mengatur tata cara dan pelaksanaan pembagian dividen sesuai ketentuan yang berlaku.
Tunjuk Auditor Baru untuk Tahun Buku 2026
Pemegang saham turut menyetujui penunjukan KAP Heliantono dan Rekan sebagai auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2026.
Selain itu, Dewan Komisaris diberikan kewenangan dengan persetujuan tertulis pemegang saham mayoritas untuk menetapkan honorarium, persyaratan audit, hingga penunjukan auditor pengganti apabila diperlukan.

Rombak Susunan Komisaris dan Direksi
Dalam agenda perubahan susunan pengurus perusahaan, RUPST mengukuhkan pemberhentian Dwi Gawan Islandhi H.B. sebagai Komisaris Independen sejak 15 Februari 2026.
Rapat juga memberhentikan dengan hormat Agus Pramono dari jabatan Direktur Operasi dan Supply Chain Management serta Tjia Marwan sebagai Komisaris.
Perseroan turut menghapus nomenklatur jabatan Direktur Operasi dan Supply Chain Management dari struktur Direksi.
Adapun nama-nama baru yang diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris yakni: Andrianto sebagai Komisaris; Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen; dan Indriani Widiastuti sebagai Komisaris.
Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi WIKA Beton menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Wilan Oktavian sebagai Komisaris Utama;
Andrianto sebagai Komisaris;
Indriani Widiastuti sebagai Komisaris;
Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen.
Direksi
Kuntjara sebagai Direktur Utama;
Rija Judaswara sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan;
Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko;
Verly Widiantoro sebagai Direktur Teknik dan Produksi.
Melalui akun Instagram resminya @wikabeton, perseroan juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru.
“Selamat bertugas kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk. Semoga amanah yang diberikan dapat membawa WIKA Beton terus tumbuh, bertransformasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Indonesia,” tulis @wikabeton.
Perseroan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi selama menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
“Setiap langkah, kontribusi, dan kerja keras akan selalu menjadi bagian penting dalam proses tumbuh dan berkembangnya perusahaan,” lanjut pernyataan tersebut.
WIKA Beton turut mengajak seluruh elemen perusahaan untuk melanjutkan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi guna menciptakan masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kinerja WIKA Beton 2025 Tetap Positif
Di tengah tantangan sektor konstruksi nasional sepanjang 2025, WIKA Beton tetap mencatatkan kinerja positif. Perseroan membukukan omzet penjualan sebesar Rp3,59 triliun, total kontrak baru mencapai Rp4,01 triliun, serta laba diatribusikan sebesar Rp40,02 miliar.
Manajemen menyebut capaian tersebut ditopang strategi transformasi bisnis yang berkelanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional perusahaan.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN dan Danantara, WIKA Beton menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan dan mendukung pembangunan Indonesia yang lebih maju serta terintegrasi.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post