Jakarta, Kabariku – Air mata tak kenal siapa- siapa, Sang Jenderal yang gagah dengan pengalaman penugasan dalam dan luar negeri pun bisa menangis.
Hal ini terjadi pada Inspektur Jenderal Polisi Dr. Barito Mulyo Ratmono, S.I.K., M.Si., petinggi Polri yang kini bertugas di Badan Intelijen Negara.
Sang jenderal ini tak kuasa menahan air mata menyaksikan putra bungsunya dinobatkan sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian 2025.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 23 Juli 2025, di halaman Istana Merdeka. Saat itu Presiden RI Prabowo Subianto melantik 2.000 calon perwira remaja dari empat matra: Akmil, AAL, AAU, dan Akpol.
Delapan di antara mereka menerima penghargaan Adhi Makayasa—sebuah anugerah prestisius yang hanya diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi.
Salah satu nama yang disebut dalam barisan kehormatan itu adalah Ipda Fathan Putra Rifito, putra bungsu Irjen Pol Barito.
Dengan berlinang air mata, Sang Jenderal menyaksikan langsung Presiden menyematkan penghargaan tersebut di dada sang putra.
Irjen Barito yang lahir di Jakarta, 18 November 1974 adalah lulusan Akpol tahun lulus 1996. Berbagai pengalaman penugasan, baik di dalam maupun luar negeri telah ia jalani. Selain itu, sederet judul buku telah ia tulis.
Jabatan yang pernah diemban Barito, di antaranya: Kapolsek Selektif Purwokerto dan Kasat Intelkam Polres Cilacap Polda Jawa Tengah, Kasat Intelkam Polres Singkawang Polda Kalimantan Barat, Kasubag Evaluasi dan Validasi Akpol, Kapolres Konawe Polda Sulawesi Tenggara, dan Wakil Direktur Intelkam Polda Jawa Barat. Kini ia menjabat Staf Ahli di Badan Intelijen Negara.
Berbagai penugasan ke luar negeri telah dilaksanakannya, di antaranya, penugasan ke Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Amerika Serikat, Cina, dan Rusia.
Irjen Barito juga telah menulis beberapa buku, yaitu: Membaca Ulang Kultur Polri: Sebuah Refleksi Kritis dari Dalam (2014); dan yang paling baru adalah tahun 2021 berjudul Medsos di Antara Dua Kutub.
Namun melihat putranya meraih pencapaian melebihi dirinya, hatinya benar-benar luluh dibarengi rasa bangga dan syukur sebagai ayah. Sekedar informasi, Adhi Makayasa Akpol lulusan 1996, angkatan Irjen Barito, diraih oleh Irjen Pol Jhonny Edison Isir, Kapolda Papua Barat.
Sosok Fathan Putra Rifito
Fathan Putra Rifito adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Sejak remaja, ia telah membulatkan tekadnya untuk mengikuti jejak sang ayah sebagai polisi.
“Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, saat ditanya ingin melanjutkan ke mana, dia langsung menjawab, ‘Saya ingin masuk Akpol,’” tutur Hening sang ibunda kepada wartawan yang mewawancarainya usai sang putra dilantik.
Sang ayah tentu saja mendukung sepenuh hati. Barito pun mengirim Fathan ke Semarang agar bisa fokus mempersiapkan diri menghadapi seleksi Akpol. Dan begitu diterima, Fathan menargetkan sesuatu yang besar: meraih Adhi Makayasa.
Barito tahu, Adhi Makayasa bukan impian yang ringan. Tidak cukup hanya cerdas tapi juga harus unggul dalam lima aspek: pengetahuan, keterampilan, kesehatan, perilaku, dan karakter.
Kemudian ada tiga kunci penting untuk meraih Adhi Mkayaa: kemauan, kemampuan, dan jiwa petarung.
Namun ternyata Fathan, putranya, memiliki itu semua.
Kini, Fathan telah membuka lembaran baru dalam hidupnya sebagai perwira muda. Irjen Barito dan istrinya, Hening, selalu berdoa agar Fathan menjadi polisi yang baik, bukan polisi yang bermasalah dan membuat susah.
Dan satu hal yang terus mereka ingatkan, anaknya menjadi seorang polisi yang taat beribadah.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
Discussion about this post