Jakarta, Kabariku- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2004-2022 mencatat sebanyak 371 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pelaku tindak pidana korupsi.
Angka ini disinyalir akan terus bertambah jika pelaku korupsi tidak memiliki kesadaran, rasa malu, dan efek jera, terhadap kejahatan yang sangat merugikan masyarakat dan negara ini.
Fakta ini diungkap Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK David Sepriwasa dalam roadshow Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di lingkungan Provinsi DKI Jakarta di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Kegiatan Bimtek berlangsung di Aula Penyu lantai 6, Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta, Senin (17/7/2023).
“Upaya penegakan hukum tentunya tidak akan menyelesaikan permasalahan, sebab pada dasarnya yang diperangi dalam pemberantasan korupsi adalah niatnya untuk melakukan korupsi,” kata David.
Untuk itu, KPK terus berupaya melakukan pemberantasan korupsi melalui strategi trisula. Selain penindakan, strategi ini juga diperkuat dengan pendidikan dan pencegahan, yakni yang bisa dimulai dari lingkup keluarga.
Pasalnya, KPK mencatat kasus korupsi yang berdampak pada degradasi sosial ini seringkali terjadi dengan melibatkan peran keluarga.
David menuturkan, dalam memuluskan aksi korupsi biasanya si pelaku melibatkan kerja sama dengan istri, anak, dan sanak saudara lainnya. Atau, tindak pidana korupsi tersebut terjadi karena tuntutan keluarga yang tinggi.
“Faktor keluarga ini diantaranya kebiasaan bergaya hidup mewah (hedon), banyaknya tuntutan dan dorongan pasangan terhadap pejabat, memanfaatkan jabatan pasangannya dan ikut menjadi pejabat, dan bahkan melebihi pejabatnya, pasangan menerima gratifikasi dari orang yang ada kepentingan dengan pejabat sehingga akibatnya terjadilah pejabat tersebut korupsi,” papar David.
Sehingga Bimtek yang mengusung tema yang berkaitan dengan nilai ASN Ber-Akhlak ini digelar dengan tujuan untuk terus menguatkan peran ASN dalam mencegah korupsi khususnya di lingkungan keluarga. Pasalnya, pasangan menjadi peran penting dalam menguatkan integritas ASN.
“Harapannya, ASN para peserta Bimtek akan menjadi teladan di lingkungan rumah maupun lingkungan kerja masing-masing,” tutur David.
Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Prov. DKI Jakarta Junaedi pada kesempatan yang sama, menuturkan apresiasi pada KPK karena telah mendampingi pelaksanaan Pendidikan Keluarga Berintegritas bagi ASN khususnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tersebut.
Apalagi pelaksanaan kegiatan ini, menurutnya, merupakan bagian implementasi nilai-nilai inti dari Berakhlak yaitu berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, dan kolaboratif/kerja sama dengan melibatkan peran keluarga.
“Diharapkan penerapan budaya kerja sesuai core values menjadi mindset seluruh ASN yang menjadi titik tonggak penguatan budaya kerja. Seluruh Pejabat Adminstrator dan Pejabat Pengawas diharapkan mampu membangun integritas diri dalam memimpin unit kerja, menjadi teladan dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan bebas dari korupsi agar visi dan misi tercapai dengan baik,” jelas Junaedi.
Bimtek kelima pada rangkaian roadshow Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di lingkungan Provinsi DKI Jakarta ini dihadiri oleh 50 pasangan pejabat administrator eselon 3 dan 4.***
Red/K.101
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
Discussion about this post