• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

“Kartini Jakarta” Masih Berjuang: Seruan GERAK untuk Keadilan Perempuan di Ibu Kota

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
21 April 2025
di News
A A
0
Ketua Umum GERAK  Dhini  M

Ketua Umum GERAK Dhini M

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku –  Hari Kartini tanggal 1 April tak hanya tentang mengenang perjuangan emansipasi masa lalu, tapi juga menjadi pengingat bahwa masih banyak perempuan di Jakarta yang berjuang di tengah ketimpangan dan keterbatasan. Di tengah geliat Jakarta sebagai kota megapolitan, masih ada ‘Kartini’ Jakarta yang terpinggirkan dan belum menikmati keadilan sosial secara utuh.

Perkumpulan GERAK Jakarta—yang awalnya dibentuk sebagai wadah relawan pendukung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024—kini bertransformasi menjadi organisasi warga yang aktif mengawal jalannya pemerintahan.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Di momen Hari Kartini ini, GERAK menyerukan pentingnya peran Gubernur dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi perempuan Jakarta.

RelatedPosts

Jejak Dolar di PN Depok: KPK Bongkar Modus Suap Lewat Money Changer

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

Kuliah Umum di Lahat, Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Pekerjaan Rumah Gubernur untuk Perempuan Jakarta:

  1. Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan

Selama tahun 2024, tercatat 1.374 kasus kekerasan terhadap perempuan di Jakarta—naik 11% dari tahun sebelumnya. Kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual di ruang publik menjadi yang tertinggi. Ironisnya, jumlah rumah aman di seluruh Jakarta hanya tujuh, jauh dari cukup untuk memberikan perlindungan yang layak.

  1. Perempuan Kepala Keluarga dalam Kerentanan Ekonomi

Sebanyak 367.000 rumah tangga di Jakarta dipimpin oleh perempuan, mayoritas berpenghasilan di bawah UMP dan bekerja di sektor informal. Namun, akses mereka terhadap program bantuan seperti rusun subsidi, BPJS, atau dukungan usaha mikro terhambat oleh syarat administratif yang rumit.

  1. Ketimpangan Akses terhadap Ekonomi dan Pendidikan

Meski Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta adalah yang tertinggi di Indonesia, masih banyak perempuan di wilayah padat seperti Jakarta Utara dan Barat yang belum mendapat pelatihan kerja atau kesempatan usaha produktif. Ketimpangan ini mencerminkan bahwa angka statistik belum menyentuh realitas lapangan.

  1. Minimnya Representasi Perempuan dalam Pengambilan Kebijakan
Baca Juga  Haidar Alwi: Peran, Sumber Daya, dan Teknologi Metalurgi Ekstraktif untuk Unsur Tanah Jarang (REE)

Dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019–2024, hanya 18 orang yang perempuan. Hal ini menyulitkan terwujudnya perspektif gender dalam kebijakan publik. Pengarusutamaan gender (PUG) masih sebatas dokumen formal dan belum menyatu dalam kebijakan anggaran maupun layanan nyata.

  1. Ruang Publik yang Belum Aman untuk Perempuan

Sebanyak 83% perempuan di Jakarta mengaku pernah mengalami pelecehan di ruang publik, terutama di transportasi umum. Program seperti pemasangan CCTV dan Satgas Pelindung Perempuan belum maksimal karena kurangnya edukasi dan integrasi antarinstansi.

Seruan GERAK: Kebijakan yang Berpihak, Bukan Sekadar Seremonial
Dalam pernyataannya, GERAK Jakarta menyampaikan lima poin seruan konkret kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:

  1. Meningkatkan anggaran perlindungan perempuan dan anak hingga dua kali lipat.
  2. Membangun sistem layanan satu pintu berbasis komunitas untuk korban kekerasan.
  3. Menghadirkan program ekonomi afirmatif di tingkat kelurahan, khusus bagi perempuan kepala keluarga dan pekerja informal.
  4. Melakukan audit gender atas seluruh kebijakan strategis gubernur.
  5. Melibatkan organisasi perempuan dan komunitas warga dalam proses pengawasan kebijakan.

“Hari Kartini bukan sekadar hari mengenang masa lalu, tapi momentum untuk mengoreksi arah pembangunan. Bagi GERAK, Jakarta hanya bisa maju jika perempuannya tidak ditinggalkan,” jelas Ketua Umum GERAK Dhini M.

Ia menambahkan, kota ini membutuhkan pemimpin yang tak hanya hadir di ruang publik, tapi juga di ruang hidup nyata perempuan: mendengar, memahami, dan bertindak.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dhini MGERAKhari kartiniperempuan Jakarta
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Banjir Bandar Lampung Telan Korban Jiwa, Forum Muda Lampung Desak Wali Kota Bertindak Cepat dan Tegas

Post Selanjutnya

Haidar Alwi Minta Masyarakat Jangan Mengkritik Sepimmen Pilri yang Sowan ke Jokowi

RelatedPosts

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Jejak Dolar di PN Depok: KPK Bongkar Modus Suap Lewat Money Changer

10 Februari 2026
Ketua MA Prof. Dr. Sunarto saat berpidato di Gedung MA (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

10 Februari 2026

Kuliah Umum di Lahat, Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

10 Februari 2026

OTT KPK Bongkar Praktik Suap, Menkeu Purbaya Siapkan Rotasi Besar dan Digitalisasi Pengawasan di DJP-Bea Cukai

10 Februari 2026
Pendiri Haidar Alwi Institute R. Haidar Alwi saat foto bersama Rakernas perdana di Jakarta, Senin (9/2/2026).(Foto: Kabariku/Bemby)

Rakernas Perdana, Haidar Alwi Institute Tegaskan Dukungan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

10 Februari 2026

Wamenkomdigi: Jurnalis Benteng Kepercayaan Publik di Tengah Dominasi Algoritma dan AI

9 Februari 2026
Post Selanjutnya
Haidar Alwi

Haidar Alwi Minta Masyarakat Jangan Mengkritik Sepimmen Pilri yang Sowan ke Jokowi

45 finalis Puteri Indonesia 2025 hadir menyemarakkan peringatan Hari Kartini bersama KPK

“Brave and Be Right”: KPK Bekali Finalis Puteri Indonesia dengan Semangat Antikorupsi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Jejak Dolar di PN Depok: KPK Bongkar Modus Suap Lewat Money Changer

10 Februari 2026
Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Kinerja MA 2025 Moncer, Sunarto: 97,11 Persen Perkara Tuntas

10 Februari 2026
Ketua MA Prof. Dr. Sunarto saat berpidato di Gedung MA (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

10 Februari 2026

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

10 Februari 2026

Kuliah Umum di Lahat, Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

10 Februari 2026

HPN ke-80, Mensesneg Sampaikan Apresiasi dan Pesan Presiden untuk Insan Pers

10 Februari 2026

Pemprov Jabar Pastikan Tanggung Iuran BPJS Penderita Penyakit Kronis yang Terpental dari PBI

10 Februari 2026

OTT KPK Bongkar Praktik Suap, Menkeu Purbaya Siapkan Rotasi Besar dan Digitalisasi Pengawasan di DJP-Bea Cukai

10 Februari 2026

Besaran Zakat Fitrah 1447 H yang Ditetapkan Baznas Garut Adalah Sebesar Rp 40.500 per Jiwa

10 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seskab Teddy Jalani Dikreg Seskoad Sekaligus Studi Doktoral di ITB, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahfud MD Ungkap Empat Agenda Besar Reformasi Polri: Siap Lapor ke Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Calon Hakim MK Lolos Seleksi Administrasi dari Unsur MA, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com