Bekasi, Kabariku – PT Stainless Prima Pipe (SPP) resmi mengekspor 20 ton pipa stainless steel ke Jerman. Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan di fasilitas produksi perusahaan di GIIC Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Langkah ini menjadi tonggak awal bagi perusahaan dalam menembus pasar global, sekaligus memperkuat posisi industri baja nasional di pasar internasional.
Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe, Mustika Ali, menyebut ekspor perdana ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan kualitas produk manufaktur Indonesia.
“Ekspor perdana ini merupakan momentum penting bagi kami untuk membuktikan bahwa produk manufaktur Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kami optimistis dapat terus memperluas jangkauan pasar Internasional ke depan,” ujar Mustika Ali kepada awak media, Selasa (28/04).
Ia menambahkan, produk yang diekspor merupakan pipa stainless dengan tingkat presisi tinggi yang digunakan pada sektor-sektor sensitif seperti industri makanan, minuman, dan farmasi.
Dari sisi pasar domestik, Mustika menyebut kebutuhan industri dalam negeri berkisar 300–500 ton. PT SPP saat ini telah memasok sekitar 70–80 persen kebutuhan tersebut.
“Selama kami berdiri, kami sudah melakukan investasi mesin lagi untuk penambahan kapasitas supaya bertambah, karena kita mendapatkan orderan dari Jerman ini kemudian kita juga dapat orderan dari Philipine,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa secara umum tidak ada ketentuan khusus dalam ekspor produk besi dan baja, namun pasar global memiliki standar kualitas yang sangat ketat.
“Untuk ketentuan ekspor besi dan baja itu tidak ada ketentuan khusus tapi memang untuk produk pasar besi dan baja itu sangat ketat ya baik dari kualitas jadi kalau sekarang dari PT SPP sudah mengexpor produk pipa yang harus presisi gitu kan kemudian pemanfaatannya untuk produk2 yang sensitif ya untuk pabrik makanan dan minuman kemudian produk farmasi yang mana itu persyaratan nya sangat ketat jadi kita perlu berbesar hati berbangga begitu ya, karena memproduksi produk-produk kualitas dunia,” jelasnya.
Fajarini menambahkan, ekspor ini menjadi langkah strategis dalam memperluas varian produk baja Indonesia di pasar global.
“Menurut saya ini merupakan satu langkah luar biasa ya yang meningkatkan varian produk besi dan baja kita dan memang kalo kita bicara secara umum produk besi dan baja kita itu ekspornya masuk dalam 5 besar dunia ditambah kemudian trennya juga cukup bagus karena kenaikannya di tahun 2025 sekitar 5,6 persen nah ini masuk produk baru mudah-mudahan ini ke depan nanti bisa diterima pasar Jerman dan harapannya tentu memperluas pasar tidak hanya Jerman saja dan tentunya harapannya ke pasar dunia,” ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan ekspor manufaktur melalui promosi dagang dan business matching dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Dari sisi produksi, General Manager PT SPP, Edi Tandiono, menyebut kapasitas maksimal perusahaan mencapai 1.100 ton per tahun. Produk yang dihasilkan juga telah memenuhi standar internasional seperti ASTM, 3A, dan EN 10357.
Produk pipa stainless steel SPP digunakan di berbagai sektor industri strategis, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, hingga energi, dengan mengedepankan kualitas dan daya tahan tinggi.
Lebih lanjut PT Stainless Prima Pipe menargetkan ekspansi pasar ke kawasan Eropa dan global sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post