• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
10 Februari 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Jakarta, Kabariku – Bersama sejumlah teman-teman segenerasinya dari Akmil 2011, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya resmi  terdaftar sebagai perwira siswa (pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad (Sekolah Staf dan Komando TNI AD), angkatan ke-67.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Saat pembukaan resmi Kamis (5/2) pagi lalu, tak pelak sosok Teddy yang paling menarik perhatian, dan kehadirannya di kampus Seskoad di Bandung, segera saja menjadi viral.

RelatedPosts

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah, bagaimana di tengah kesibukannya selaku Sekretaris Kabinet RI, Letkol Teddy tetap meluangkan waktu untuk meningkatkan kompetensinya sebagai perwira AD. 

Mengikuti pendidikan Seskoad adalah wajib bagi seorang perwira (utamanya matra darat), selaras dengan pembinaan kariernya di masa depan, bila kelak akan ditempatkan pada jabatan level perwira tinggi (brigjen dan seterusnya).

Artinya, ketika lulus dari Seskoad nanti, karier Teddy diharapkan  akan semakin cerah. Terlebih lagi bila sewaktu-waktu Teddy dipanggil untuk kembali berdinas dalam struktur Mabes TNI, Teddy sudah sangat siap, salah satunya dengan berbekal  ilmu yang diperoleh dari Seskoad.

Sejarah Berulang

Salah satu fenomena menarik ketika Teddy resmi masuk Seskoad, bagaimana Seskoad melakukan penyesuaian dalam metode pembelajarannya, yaitu menggunakan metode online, sebagai pengembangan dari sistem tatap muka (offline) yang sudah berlangsung selama ini.

Digunakan metode online (daring) adalah bentuk adaptasi, agar pasis seperti Letkol Teddy, yang memiliki kesibukan sebagi pejabat negara, tetap bisa mengikuti proses pembelajaran di Seskoad. 

Sejak dikenalnya teknologi digital pada awal abad ini, Seskoad tetap setia dengan metode belajar secara tatap muka. Salah satunya karena masuknya pasis seperti Letkol Teddy, Seskoad memiliki momentum untuk memperkenalkan metode daring, sebagai bentuk terobosan atau adaptasi atas perkembangan teknologi komunikasi.

Sejarah Seperti Berulang

Adaptasi yang kini dilakukan Seskoad, sebenarnya bukanlah perkara baru. Pada awal tahun 1960-an, Seskoad memberi kesempatan pada Brigjen Soeharto (selaku Pangkostrad pertama) untuk mengikuti pendidikan Seskoad,  saat itu Soeharto baru diangkat sebagai Pangkostrad.

Baca Juga  Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Untuk ukuran saat ini, menjadi pasis Seskoad dalam pangkat brigjen, tentu terlalu tinggi, bahkan mungkin bisa dianggap “terlambat”.

Pasis Seskoad umumnya pamen berpangkat mayor dan letkol, bahkan juga masih terlampau tinggi seandainya menjadi pasis Sesko TNI (kelanjutan Seskoad), yang umumnya berpangkat kolonel.  

Kira-kira situasinya mirip dengan yang dialami Letkol Teddy kiwari, Seskoad membuat “terobosan” dengan tetap memberikan kesempatan Soeharto untuk masuk Seskoad.

Bagi kelas Soeharto saat itu (1959-1960), kemudian dikenal sebagai “Kursus C”, ada sedikit kemudahan atau sebut saja adaptasi, yakni durasi pendidikan cukup tiga bulan saja, sementara yang reguler biasanya 10 bulan.

Sekadar informasi teman sekelas Soeharto pada “Kursus C” yang juga berpangkat brigjen, adalah Brigjen Sarbini, figur TNI Generasi 45, yang namanya diabadikan di Gedung Veteran (Graha Purna Yudha) di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.

Sesuai kemajuan zaman, Seskoad  senantiasa melakukan terobosan dan adaptasi, sebuah tindakan yang juga harus dilakukan lembaga pendidikan lain di bawah TNI, termasuk lembaga pendidikan pasukan tempur, seperti Kopassus dan Denjaka (Korps Marinir TNI AL).

Prinsipnya adalah, jangan sampai TNI atau bangsa ini kehilangan talenta-talenta prospektif, hanya karena tidak sempat mengikuti pendidikan lanjutan sebagai perwira.

 Adaptasi atau terobosan dimaksud bisa dihubungkan dengan konteks politik militer di tanah air. Meski resminya bukan entitas politik, bagaimanapun TNI memiliki kapasitas politik besar, sehingga masyarakat juga ingin mengetahui bagaimana integritas dan komitmen perwira generasi baru.

Karena dalam kebiasaan masyarakat kita, elite TNI, seperti yang sedang menjabat Danjen Kopassus, pangdam  atau Pangkostrad, biasanya juga dianggap sebagai figur publik.

Apa yang terjadi pada Letkol Teddy bahkan terkesan lebih cepat, tidak perlu menunggu sampai berpangkat brigjen, untuk menjadi seorang figur publik. Mungkin itu sudah “garis tangan” beliau.

Generasi Penghubung

Bagi generasi sekarang, utamanya Gen Z dan Alpha, menjadi seorang tentara dengan segala atribut dan kebanggaannya, hanyalah salah satu pilihan di antara sekian profesi menarik lainnya, meski antrean untuk masuk Akmil atau akademi matra lainnya (termasuk Akpol) tetap saja panjang.

Baca Juga  Menyikapi Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Garut

Menjadi tentara hanyalah salah satu pilihan dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat, kira-kira begitu pandangan generasi sekarang.

Namun pandangan ini tidak mengurangi kebanggaan generasi baru yang kebetulan memilih menjadi tentara sebagai panggilan hidupnya, dengan komitmen penuh dan siap menghadapi segala konsekuensinya.

Kita masih bisa menyaksikan sebersit idealisme generasi baru TNI AD, yang  memberikan optimisme akan lahirnya perwira kompeten dan berintegritas.

Perjalanan waktu dan lingkungan yang berganti, tampaknya ikut memberi andil pada persepsi generasi sekarang (Generasi Milenial sampai Generasi Z) terhadap profesi kemiliteran.

Tampilnya generasi baru TNI, salah satunya melalui Letkol Inf Teddy dan kawan-kawan yang sedang mengikuti Dikreg Seskoad, telah membuka wacana tentang aspek spiritual mereka, sepanjang berdinas aktif, hingga kelak sampai tiba masa pensiun. 

Wacana ini menjadi penting dikemukakan mengingat masa dinas mereka masih panjang, terlebih bagi perwira yang saat ini masih berpangkat letnan, atau paling tinggi kapten.

Sekadar gambaran, perwira yang baru lulus dari Akmil berpangkat letnan dua (letda), dengan jabatan sebagai komandan peleton (danton), tentu akan tinggal di ksatrian (asrama), karena masih belum sanggup memiliki rumah sendiri, selain sesuai aturan, seluruh perwira wajib tinggal dalam komplek perumahan satuan, baik satuan setingkat bataliyon atau brigade.

Saat naik jabatan menjadi komandan kompi (danki), dengan pangkat kapten, kurang lebih tingkat kesejahteraan masih sama.

Sejak lulus dari Akmil, dengan pangkat letda, pangkat kapten bisa dicapai setelah berdinas selama tujuh atau delapan tahun. Bisa kita bandingkan dengan profesi lain di sektor jasa atau keuangan, dalam waktu delapan tahun, sebagian mimpi-mimpi kesejahteraan  generasi baru sudah terwujud.

Kemudian ada juga kecenderungan juga, kecabangan tempur (utamanya infanteri) tidak lagi dibanjiri peminat sebagaimana di masa lalu.

Baca Juga  Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Adalah Marwahnya DPRD Garut

Pemikiran taruna Akmil masa kini lebih pragmatis, mereka lebih memilih kecabangan atau korps yang masih banyak berguna saat purnawirawan kelak, yang kompetensinya masih bisa dilanjutkan, seperti keuangan, logistik, perhubungan dan peralatan.

Perwira kecabangan logistik atau keuangan misalnya, bila kariernya terasa tidak berkembang di militer, perwira yang bersangkutan bisa alih status, dengan catatan ikatan dinas sudah terlampaui, dengan bekerja di lembaga lain sesuai kompetensinya.

Dalam masa pendidikan, terutama di kampus Akmil, pengaruh lingkungan bisa diminimalisasi  karena metode pendidikan yang eksklusif. Tantangan yang sebenarnya baru terlihat saat lulus dari Akmil, dan mulai meniti karier, sehingga interaksi dengan masyarakat mulai terjadi.

Pada fase inilah, bimbingan para perwira yang lebih senior atau atasan langsung perwira muda dimaksud, menjadi sangat berarti. Para perwira senior, baik itu danyon atau danbrig, memiliki tugas tambahan untuk ikut membentuk karakter  dan jati diri para perwira muda.

Peran perwira senior menjadi penting, karena ada nilai keteladanan di situ, seperti keberanian untuk hidup sederhana, dan tetap menjaga etika saat berikhtiar mencapai kesejahteraan.

Pada titik ini generasi Letkol Teddy dan kawan-kawan menjadi signifikan, karena selepas pendidikan Seskoad kelak, mereka akan kembali pada satuan operasional, untuk menjadi komandan brigade, komandan kodim, komandan korem, dan seterusnya.

Generasi Letkol Teddy bisa disebut sebagai “generasi penghubung”, untuk memelihara semangat juang dan militansi kepada adik-adik mereka, yang masih di level perwira pertama (letda sampai kapten).

Bagi perwira dalam posisi danbrig atau danmen (komandan resimen), memiliki nilai strategis mengingat dalam posisi tersebut, bakat dan kemampuan selaku calon pemimpin benar-benar diuji.

Sementara pada sisi lain masih memiliki tugas tambahan, membimbing para yuniornya, mulai mereka yang sudah menjadi danyon, hingga yang mungkin masih danton (komandan peleton).***

Baca juga :

Seskab Teddy Jalani Dikreg Seskoad Sekaligus Studi Doktoral di ITB, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Aris Santoso Pengamat MiliterDikreg LXVII Seskoad T.A 2026Letkol Inf Teddy Indra WijayaSeskab Teddy Indra WijayaSeskoad angkatan 67
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Kuliah Umum di Lahat, Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Post Selanjutnya

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

RelatedPosts

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

29 Januari 2026

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026
Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
Post Selanjutnya
Ketua MA Prof. Dr. Sunarto saat berpidato di Gedung MA (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Kinerja MA 2025 Moncer, Sunarto: 97,11 Persen Perkara Tuntas

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Kinerja MA 2025 Moncer, Sunarto: 97,11 Persen Perkara Tuntas

10 Februari 2026
Ketua MA Prof. Dr. Sunarto saat berpidato di Gedung MA (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

10 Februari 2026

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

10 Februari 2026

Kuliah Umum di Lahat, Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

10 Februari 2026

HPN ke-80, Mensesneg Sampaikan Apresiasi dan Pesan Presiden untuk Insan Pers

10 Februari 2026

Pemprov Jabar Pastikan Tanggung Iuran BPJS Penderita Penyakit Kronis yang Terpental dari PBI

10 Februari 2026

OTT KPK Bongkar Praktik Suap, Menkeu Purbaya Siapkan Rotasi Besar dan Digitalisasi Pengawasan di DJP-Bea Cukai

10 Februari 2026

Besaran Zakat Fitrah 1447 H yang Ditetapkan Baznas Garut Adalah Sebesar Rp 40.500 per Jiwa

10 Februari 2026
Pendiri Haidar Alwi Institute R. Haidar Alwi saat foto bersama Rakernas perdana di Jakarta, Senin (9/2/2026).(Foto: Kabariku/Bemby)

Rakernas Perdana, Haidar Alwi Institute Tegaskan Dukungan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

10 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seskab Teddy Jalani Dikreg Seskoad Sekaligus Studi Doktoral di ITB, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahfud MD Ungkap Empat Agenda Besar Reformasi Polri: Siap Lapor ke Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Calon Hakim MK Lolos Seleksi Administrasi dari Unsur MA, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com