Tangerang Selatan,Kabariku.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul ancaman baru berupa penyebaran hoaks dan konten palsu yang semakin sulit dibedakan dari informasi asli.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi kunci menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pesan tersebut disampaikan Asep saat menghadiri kegiatan Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Asep mengatakan, kemampuan AI saat ini sudah berkembang sangat jauh. Teknologi tersebut bahkan dapat digunakan untuk memproduksi maupun memanipulasi teks, suara dan video secara meyakinkan.
Kondisi itu, kata dia, membuat masyarakat harus semakin kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan sebuah informasi.
“Kemajuan teknologi seperti AI memungkinkan pemalsuan teks, suara, hingga video dengan mudah. Diharapkan masyarakat lebih bijak memilah informasi untuk menghindari dampak negatif berita bohong di media sosial,” tutur Asep.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap teknologi. Kemampuan memahami, memeriksa dan memverifikasi informasi juga harus berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital.
Tangsel Perkuat Akses Internet Gratis
Selain meningkatkan literasi digital, Pemkot Tangsel juga terus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi.
Diskominfo Tangsel telah menyediakan sekitar 5.000 titik internet gratis yang tersebar di berbagai fasilitas publik di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Fasilitas internet gratis tersebut juga tersedia di lingkungan gedung NU. Kehadiran akses digital ini diharapkan dapat mendukung aktivitas organisasi sekaligus memperluas manfaat teknologi bagi masyarakat.
Tak hanya menyediakan infrastruktur, Diskominfo Tangsel juga mengembangkan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi, salah satunya Tangsel Mengaji.
Aplikasi tersebut kini dilengkapi fitur berbasis AI yang dirancang sebagai asisten pribadi untuk membantu masyarakat dalam proses pembelajaran keagamaan secara lebih mudah dan interaktif.
“Karena AI sekarang sedang berkembang, maka ditambahkan fitur AI sebagai asisten pribadi. Namun demikian, ini bukan untuk rujukan, tetapi hanya sebagai bantuan,” jelas Asep.
NU Dinilai Punya Peran Strategis
Dalam upaya memperkuat literasi digital masyarakat, Diskominfo Tangsel juga membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan.
Kerja sama tersebut antara lain dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menyelenggarakan pelatihan literasi digital bersertifikat.
Kolaborasi dengan NU dinilai memiliki arti strategis mengingat besarnya basis warga dan jaringan organisasi tersebut hingga tingkat akar rumput.
Dengan jaringan yang luas, NU diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Di tengah semakin canggihnya AI, literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Lebih dari itu, masyarakat dituntut mampu membedakan fakta dan manipulasi, memverifikasi informasi, serta berpikir kritis sebelum menekan tombol “bagikan”.


















Discussion about this post