• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

Danantara Serahkan Utang Whoosh ke Kemenkeu, Purbaya Ungkap Skema Pengelolaan dan Nasib Saham KCIC

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
10 Agustus 2026
di Ekonomi
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Pemerintah memastikan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan dialihkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Proses pengalihan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan pembiayaan proyek Whoosh yang selama ini turut membebani kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Jadi, pembahasan yang pertama adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah akan clear,” ujar Purbaya, dikutip Senin (10/8/2026).

RelatedPosts

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

Rocky Gerung: Keadilan Sosial Jadi Kunci Ekonomi, Singgung Ancaman Rupiah Tembus Rp25.000 per Dolar

Purbaya memastikan pengelolaan utang Whoosh nantinya tidak serta-merta menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut dia, utang tersebut akan dikelola melalui salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Pemerintah memiliki sejumlah SMV fiskal, termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

“Dialihkan ke Kemenkeu, dikelola saya semuanya KCIC itu, tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN,” kata Purbaya.

Kepemilikan KCIC Berubah

Selain pengelolaan utang, pengalihan tersebut juga akan berdampak pada struktur kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan pengelola Whoosh.

Purbaya mengatakan 60 persen saham KCIC yang saat ini berada pada konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan. Sementara 40 persen saham yang dimiliki konsorsium perusahaan China tetap dipertahankan.

Baca Juga  Pemerintah Luncurkan Kanal Debottlenecking Satgas P2SP, Solusi Cepat Kendala Dunia Usaha

“(Kepemilikan KCIC) di saya, bukan (di bawah KAI). 60 persen (saham) kasih ke kita, 40 persen ada yang lain, masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana,” ujarnya.

Purbaya menegaskan pengalihan saham tersebut tidak berarti PSBI akan dibubarkan. Konsorsium BUMN tersebut tetap ada, tetapi kepemilikannya atas KCIC akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan.

“Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya,” katanya.

PSBI merupakan konsorsium BUMN Indonesia yang terdiri atas PT KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PTPN III. KAI bertindak sebagai pemimpin konsorsium Indonesia dalam proyek KCIC.

Utang Whoosh Bebani Keuangan BUMN

Persoalan utang Whoosh sebelumnya menjadi perhatian karena struktur pendanaan proyek kereta cepat tersebut memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan KAI dan perusahaan BUMN lain yang tergabung dalam PSBI.

Berdasarkan laporan keuangan audited PT KAI 2024, PSBI mencatat kerugian hingga Rp4,19 triliun sepanjang 2024. Kerugian kembali tercatat sebesar Rp1,62 triliun pada semester I 2025 berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 yang masih berstatus unaudited.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kemudian mencari skema untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria sebelumnya menilai beban finansial Whoosh tidak ideal jika sepenuhnya ditanggung KAI.

“Kalau dibebankan kepada kereta api saja tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” ujar Dony.

Menurut Dony, persoalan utama Whoosh bukan terletak pada kinerja operasional, melainkan struktur pendanaan proyek sejak awal yang memiliki porsi utang besar dan ekuitas relatif terbatas.

Baca Juga  Ajukan Modal Ke Himbara, Mendes Buka Serentak 1.000 Musdesus

Kondisi tersebut membuat beban finansial proyek menjadi berat apabila hanya ditanggung oleh KAI sebagai pemimpin konsorsium BUMN Indonesia.

“Jangan terjebak kepada bagaimana caranya. Yang penting adalah bagaimana Whoosh ini bisa berkelanjutan ke depan,” katanya.

Danantara dan Kemenkeu Finalisasi Skema

Pembahasan penyelesaian utang Whoosh semakin intensif setelah Dony menemui Purbaya pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut antara lain membahas restrukturisasi BUMN dan penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dony mengatakan restrukturisasi sejumlah BUMN, termasuk kemungkinan penggabungan atau peleburan perusahaan, membutuhkan dukungan kebijakan fiskal berupa relaksasi perpajakan.

“Koordinasi bersama Pak Menteri Keuangan, ada yang mau didiskusikan. Minta untuk keringanan pajak (restrukturisasi BUMN). Itu ada undang-undang untuk kita, prosesnya supaya cepat diselesaikan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, persoalan KCIC juga menjadi salah satu agenda pembahasan. Dony menyebut pemerintah telah masuk tahap finalisasi skema penyelesaian.

“KCIC juga kita bahas. Kita semuanya terbuka aja, kita nanti bicarakan. Sudah finalisasi kan,” kata Dony.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperbaiki struktur dan efisiensi perusahaan negara. Pemerintah menargetkan jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai sekitar 1.000 perusahaan dapat dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan melalui penggabungan, peleburan hingga likuidasi.

Danantara sebelumnya juga melakukan inventarisasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang menjalankan bisnis di sektor serupa. Perusahaan negara yang dinilai memiliki bidang usaha tumpang tindih akan diarahkan untuk digabung agar struktur BUMN lebih efisien.

Dalam konteks Whoosh, pemerintah kini mengarahkan penyelesaian persoalan utang sekaligus penataan kepemilikan KCIC agar beban proyek tidak lagi terkonsentrasi pada KAI dan konsorsium BUMN.

Dengan target pengalihan rampung pada pertengahan September, pemerintah berharap struktur pengelolaan Whoosh menjadi lebih berkelanjutan tanpa menambah tekanan langsung terhadap APBN maupun neraca keuangan KAI.*

Baca Juga  Luncurkan Kanal Keluh Kesah PKL UMKM, dr. Ali Mahsun ATMO: Wujudkan Keperpihakan Nyata Presiden Prabowo
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

RelatedPosts

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

6 Agustus 2026

Rocky Gerung: Keadilan Sosial Jadi Kunci Ekonomi, Singgung Ancaman Rupiah Tembus Rp25.000 per Dolar

5 Agustus 2026

Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar Lengkap BBM Non-Subsidi Terbaru

1 Agustus 2026

Kinerja Semester Satu BTPN Syariah, Konsisten Perbaiki Kualitas, Pembiayaan Tumbuh 9%

29 Juli 2026

Syahganda Dorong Koperasi Jadi Kekuatan Baru, Tinggalkan Dominasi Oligarki

29 Juli 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

Danantara Serahkan Utang Whoosh ke Kemenkeu, Purbaya Ungkap Skema Pengelolaan dan Nasib Saham KCIC

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamne di Perairan Natuna, 8 ABK Kapal King Sun Diamankan

9 Agustus 2026

YONIF TP 845/KSATRIA SATAM DAN KODIM 0414/BELITUNG AMBIL ANDIL DALAM PENGAMANAN AKSI UNJUK RASA DI PT TIMAH BELITUNG TIMUR

9 Agustus 2026

Pasca Ricuh, Penambang Kembali Datangi STP PT Timah untuk Jual Bijih Timah

9 Agustus 2026

Penangkapan Dua Warga Cimahi, YLBHI: Hukum Pidana Jangan Jadi Alat Melindungi Kekuasaan dari Kritik

9 Agustus 2026

Ini 3 PO Box Pengaduan MBG Dibuka untuk Internal, Mitra dan Masyarakat, Langsung Diawasi Kepala BGN

9 Agustus 2026

Yuda Puja Turnawan Soroti Janda Rentan yang Belum Mendapat PKH dan Sembako Reguler

9 Agustus 2026

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com