Garut, Kabariku — Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 dengan suasana khidmat dan penuh semangat di Aula Mini Al-Musaddadiyah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perempuan muda Nahdliyin dalam pembangunan daerah.
Mengusung tema “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia,” peringatan ini diarahkan sebagai langkah transformasi organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Acara tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Garut yang diwakili oleh Evi Abdullah Balfaqih dari DPPKBPPPA.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Fatayat NU memiliki peran strategis dan bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan mitra aktif pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Ketua Panitia, Sarifatun Nisa Barkah, menjelaskan makna dari tema yang diangkat tahun ini. Menurutnya, “Berdaya” mencerminkan kemandirian kader secara mental dan ekonomi, “Berdampak” berarti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan “Mendunia” merupakan upaya membawa nilai Ahlussunnah wal Jama’ah ke tingkat global.
Rangkaian kegiatan harlah telah berlangsung hampir satu bulan penuh. Diawali dengan bazar UMKM perempuan sejak 11 hingga 26 April 2026 sebagai bentuk penguatan ekonomi kreatif. Selain itu, Fatayat NU Garut juga meluncurkan podcast “Bincang Fatayat” pada 21 April 2026 melalui berbagai platform digital guna memperluas ruang diskusi publik terkait isu perempuan.
Kegiatan juga menjangkau wilayah pesantren melalui program “Goes to Pesantren” yang digelar di PP Assa’adah Limbangan dengan fokus pada edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Program lain seperti “Sapa Sahabat” turut dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Garut Utara untuk memperkuat komunikasi dan kapasitas kader.
Dimensi spiritual turut menjadi bagian penting dalam peringatan ini. Sebanyak 150 kader mengikuti ziarah ke sejumlah situs ulama di Garut sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dakwah.
Puncak acara dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur organisasi dan diawali dengan senam bersama serta peluncuran seragam olahraga Fatayat. Selain itu, diluncurkan pula program “Klinik Nafas” sebagai wadah koordinasi antar pengurus.
Dalam sesi talkshow kepemimpinan perempuan, Ketua PC Fatayat NU Garut, Dr. Hj. Ernawati, menyoroti tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Garut yang menjadi tantangan serius bagi semua pihak.
Kegiatan ditutup dengan penampilan seni “Elfata”, pembagian doorprize, serta istighosah dan doa bersama sebagai harapan untuk keberkahan dan keselamatan seluruh perempuan Nahdliyin di Kabupaten Garut.
kasih judul yang bereda
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post