• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 22, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kesehatan

Dinkes Kabupaten Garut Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Monkeypox

Redaksi oleh Redaksi
8 November 2023
di Kesehatan
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku- Penyakit Monkeypox saat ini menjadi perhatian karena muncul di negara-negara yang sebelumnya bukan daerah endemis. Gejalanya terbagi dua, yaitu: demam tinggi, pegal-pegal, lemas, sakit kepala, sakit di belakang mata, dan sakit otot pada fase awal. Setelah 2 atau 3 hari, muncul kelainan kulit berupa bercak kemerahan, bruntus, dan kemudian berubah menjadi nanah.

“Kemudian setelah 2 atau 3 hari kemudian timbul kelainan kulit. Awalnya dia berupa bercak kemerahan, kemudian timbul bruntus, bruntusnya berubah menjadi nanah. Kemudian berapa kasus dia bisa pecah sehingga timbul kropeng seperti itu,” kata dr. Hilman Wildan, Kepala Kelompok Staf Medis (KSM) Kulit dan Kelamin RSUD dr. Slamet Garut, Rabu (8/11/2023).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mengutip laporan Kementerian Kesehatan RI, dr. Hilman menyebutkan, saat ini terdapat 34 kasus terkonfirmasi Monkeypox di Indonesia, tersebar di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Penularannya terutama melalui kontak dengan individu atau hewan yang terinfeksi, serta melalui sela nafas atau droplet.

RelatedPosts

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

“Dan kasus ini memang awalnya ditemukan pada binatang sehingga bisa juga menular dari binatang ke manusia. Walaupun ada laporan kasus menyebutkan juga bisa dari manusia malah ke binatang juga,” ujarnya usai menjadi narasumber pada Program Talkshow Forum Komunikasi dan Solusi (FOKUS) Radio Intan Streaming yang mengangkat tema “Peningkatan Kewaspadaan Bahaya Penyakit Menular Monkeypox di Kabupaten Garut”.

Dr. Hilman menekankan perlunya meningkatkan daya tahan tubuh dan menjalani gaya hidup sehat sebagai bentuk pencegahan. Jika ada orang yang dicurigai terinfeksi Monkeypox, perlu dilakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan sarung tangan, masker, dan segera mengganti pakaian setelah kontak.

Baca Juga  Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

“Jadi nanti apabila ada kasus kasus yang dicurigai sebagai monkeypox dengan keluhan yang tadi disebutkan, bisa langsung dibawa fasilitas kesehatan untuk dicek gitu dan nanti untuk kalaupun nanti kita cek curiga dia monkeypox nanti kita lihat juga dia termasuk kasus yang ringan atau dia yang kasus yang berat seperti itu ya,” katanya.

Dilain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, menginformasikan bahwa sebelumnya telah menemukan satu kasus suspect Monkeypox di Kabupaten Garut, namun setelah pemeriksaan laboratorium, hasilnya negatif.

Kadinkes Garut juga mengimbau masyarakat untuk berperilaku sehat, menjaga jarak dengan orang yang menunjukkan gejala Monkeypox, rajin mencuci tangan, dan menghindari hubungan seksual dengan orang yang dicurigai terinfeksi penyakit ini.

“Dan juga jangan sampai berhubungan seksual yang bebas ya, yang berganti ganti pasangan atau juga yang sesama jenis, terutama laki-laki dan laki-laki,” tambahnya saat diwawancarai di Kantor Dinkes Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dinkes GarutKSM Kulit dan Kelamin RSUD dr. Slamet GarutVirus Monkeypox
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Police Goes To School: Polsek Talegong Lakukan Penyuluhan Sekolah Anti Bullying

Post Selanjutnya

KontraS: Investigasi Tindak Kriminalisasi dan Kekerasan terhadap Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa di Halmahera

RelatedPosts

PDPI mengingatkan bahaya sleep apnea yang kerap tak terdiagnosis serta tingginya kasus TB Indonesia yang masih peringkat kedua dunia.

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

3 Maret 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

19 Februari 2026
Foto: Istimewa

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

19 Februari 2026
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

Pakar: Tanpa Mental Sehat, Pembangunan Nasional Rentan Gagal

16 Februari 2026
Ilustrasi sakit lambung

Kalau Kamu Punya Riwayat GERD/Maag: Checklist Ini Sebelum Minum Apa Pun

12 Februari 2026

Pemprov Jabar Pastikan Tanggung Iuran BPJS Penderita Penyakit Kronis yang Terpental dari PBI

10 Februari 2026
Post Selanjutnya

KontraS: Investigasi Tindak Kriminalisasi dan Kekerasan terhadap Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa di Halmahera

KPK - Asosiasi Usaha Sektor Pariwisata Bahas Cegah Potensi Korupsi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Steven Kondoy minta Komisi Kepolisian Nasional awasi Polda Sulawesi Utara soal penghentian kasus Henny Kondoy.(Istimewa)

Penghentian Kasus Dipersoalkan, Steven Kondoy Minta Kompolnas Awasi Polda Sulut

22 Mei 2026

Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu dan Berperan Aktif untuk Indonesia Maju

22 Mei 2026

Peringatan 28 Tahun Reformasi Dibatalkan Sepihak, Aktivis 98: Ada Upaya Pembungkaman Demokrasi

22 Mei 2026

9 WNI Telah Dibebaskan Israel, Menlu Pastikan Pemerintah Kawal Hingga Tiba di Tanah Air

22 Mei 2026

Respons Penangkapan Aktivis Global Sumud Flotilla, DPP Ikhwanul Muballighin Minta RI dan PBB Bertindak Tegas

21 Mei 2026

Bupati Garut Bangga PLTP Kamojang Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Pembangunan Daerah

21 Mei 2026

Sandri Rumanama Minta Publik Tak Salah Tafsir Candaan Dasco soal “Hidup Jokowi”

21 Mei 2026

KPK Ungkap Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Terdampak Program MBG, Cermati Risiko Tata Kelola BGN

21 Mei 2026

Pelayanan KB Pria Digelar di Bungbulang, DPPKBPPPA Garut Tekankan Peran Ayah dalam Keluarga

21 Mei 2026

Presiden Didampingi Wapres Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR

20 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nadiem Tak Perlu Dibela

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Ungkap Fenomena Resource Curse: Satgas PKH Efektif Benahi Tata Kelola SDA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sandri Rumanama Minta Publik Tak Salah Tafsir Candaan Dasco soal “Hidup Jokowi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com