• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Maret 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kesehatan

Pakar: Tanpa Mental Sehat, Pembangunan Nasional Rentan Gagal

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
16 Februari 2026
di Kesehatan
A A
0
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus dikebut. Jalan tol bertambah, bandara diperluas, pelabuhan dimodernisasi, hingga ibu kota baru dibangun. Namun di balik percepatan itu, ada satu fondasi yang dinilai masih tertinggal: kesehatan mental masyarakat.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, menilai kesehatan mental seharusnya diposisikan sebagai infrastruktur strategis bangsa. Menurutnya, pembangunan fisik yang masif tidak akan berkelanjutan jika tidak ditopang oleh stabilitas psikologis warganya.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Indonesia sedang bergerak cepat. Tapi ada satu infrastruktur yang belum dibicarakan dengan keseriusan yang sama, yakni stabilitas mental masyarakat,” kata Syam, Senin (16/2/2026).

RelatedPosts

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

Ia menilai selama ini ukuran kemajuan negara masih didominasi indikator ekonomi, seperti pertumbuhan investasi atau indeks pembangunan manusia. Padahal, menurutnya, seluruh mesin pembangunan digerakkan oleh manusia dengan kondisi emosi dan mental yang tidak selalu stabil.

“Jarang sekali kita bertanya seberapa stabil emosi warga negara yang menggerakkan semua mesin itu,” ujarnya.

Tekanan Mental dan Dampaknya ke Produktivitas

Syam mengutip data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan potensi jutaan warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan ringan hingga depresi yang memengaruhi fungsi sosial.

Bagi Syam, angka tersebut bukan sekadar data medis, melainkan sinyal peringatan bagi kapasitas produktivitas nasional.

“Ini adalah indikator kapasitas produktivitas bangsa. Negara dengan tekanan mental tinggi akan menghasilkan keputusan yang lahir dari rasa takut, bukan kejernihan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gangguan mental yang tidak tertangani berdampak langsung pada dunia kerja dan pendidikan. Karyawan yang cemas sulit mengambil keputusan optimal, pelajar kehilangan potensi belajarnya, hingga pemimpin yang emosional berisiko melahirkan kebijakan impulsif.

Baca Juga  Kemhan, Kemenkes, dan BPOM Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat

“Dalam perspektif ekonomi, gangguan mental yang diabaikan berujung pada penurunan produktivitas, meningkatnya absensi, konflik organisasi, dan biaya kesehatan yang membengkak,” tutur Syam.

Kesehatan Mental sebagai Investasi Nasional

Menurut Syam, kesehatan mental selama ini masih dipandang sebagai urusan personal atau klinis. Padahal, dampaknya bersifat makro dan memengaruhi arah pembangunan nasional.

Ia menyebut negara-negara maju telah lebih dulu menjadikan kesehatan mental sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Indonesia, kata dia, perlu bergerak ke arah yang sama.

“Stabilitas fiskal tanpa stabilitas psikologis akan selalu rapuh,” ucapnya.

Syam juga menjelaskan hubungan erat antara kemampuan regulasi emosi dan performa ekonomi. Individu yang mampu mengenali serta mengelola emosinya dengan baik cenderung lebih adaptif terhadap tekanan dan lebih rasional dalam mengambil keputusan.

Jika kemampuan ini dimiliki secara kolektif, ketahanan sosial meningkat, konflik horizontal berkurang, polarisasi mereda, serta lingkungan kerja dan pendidikan menjadi lebih sehat.

Sebaliknya, ketika kecemasan kolektif meningkat akibat tekanan ekonomi, paparan media sosial, atau ketidakpastian masa depan, sistem sosial menjadi lebih mudah tersulut.

“Ketahanan bangsa bukan hanya soal pertahanan militer atau stabilitas politik. Ia adalah stabilitas emosi kolektif,” tegas Syam.

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk membangun infrastruktur mental bangsa, Syam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas masyarakat.

“Membangun kesehatan mental tidak bisa dikerjakan satu sektor saja. Dibutuhkan arsitektur kolaboratif,” katanya.

Ia menyebut pemerintah perlu memasukkan kesehatan mental ke dalam kebijakan publik lintas sektor, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perencanaan pembangunan daerah, dengan fokus pada pendekatan preventif.

Di sisi lain, sektor swasta diharapkan memandang kesejahteraan psikologis karyawan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya tambahan. Sementara komunitas memiliki peran penting dalam membangun literasi kesadaran mental di tingkat akar rumput.

Baca Juga  BPOM Rilis 91 Merek Kosmetik Ilegal dan Berbahaya, Berikut ini Daftarnya

“Kita tidak menunggu krisis untuk bergerak. Kita membangun fondasi sebelum keretakan muncul,” ujarnya.

Dari Reaktif ke Preventif

Syam juga menyoroti budaya masyarakat yang kerap menormalisasi stres dan tekanan dengan narasi “sudah biasa” atau “namanya juga hidup”. Menurutnya, sikap ini justru menyimpan masalah laten yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Pendekatan preventif, kata dia, perlu dimulai sejak dini, baik di keluarga, sekolah, maupun tempat kerja. Mulai dari mengajarkan anak mengenali emosinya, membangun ruang dialog yang sehat, hingga melatih pemimpin agar tidak mengambil keputusan dari luka batin yang belum selesai.

“Ini bukan romantisme spiritual, tapi strategi nasional,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari megahnya infrastruktur fisik semata.

“Kita sudah membangun banyak gedung dan jalan. Kini saatnya membangun infrastruktur kesadaran. Karena ketahanan bangsa pada akhirnya diukur dari seberapa stabil jiwa warganya,” pungkas Syam. (Bemby)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: infrastruktur sosialkebijakan publikkesehatan mentalkesehatan mental Indonesiakesejahteraan psikologisPembangunan Nasionalproduktivitas bangsaSDM Indonesiastabilitas sosial
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

Post Selanjutnya

KNARA Kecam Kriminalisasi Petani di Konflik Agraria Indragiri Hulu: Kaji Ulang Legalitas HGU

RelatedPosts

PDPI mengingatkan bahaya sleep apnea yang kerap tak terdiagnosis serta tingginya kasus TB Indonesia yang masih peringkat kedua dunia.

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

3 Maret 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

19 Februari 2026
Foto: Istimewa

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

19 Februari 2026
Ilustrasi sakit lambung

Kalau Kamu Punya Riwayat GERD/Maag: Checklist Ini Sebelum Minum Apa Pun

12 Februari 2026

Pemprov Jabar Pastikan Tanggung Iuran BPJS Penderita Penyakit Kronis yang Terpental dari PBI

10 Februari 2026

Dampak Mikroplastik pada Air Hujan, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

4 November 2025
Post Selanjutnya

KNARA Kecam Kriminalisasi Petani di Konflik Agraria Indragiri Hulu: Kaji Ulang Legalitas HGU

Sekjen PBB, Guterres: Ramadhan Momen Sakral untuk Refleksi Membangun Perdamaian Dunia

Discussion about this post

KabarTerbaru

dok KPK

KPK Sita Uang SGD78 Ribu dan Mobil Terkait Kasus Suap Impor di Bea Cukai

16 Maret 2026

Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026 Dimulai 20 Maret, Ini Jadwal Lengkapnya

16 Maret 2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Tanggapi Bantahan Yaqut, KPK: Suap Tak Harus Diterima Langsung oleh Pejabat

16 Maret 2026

Layanan 24 Jam, Posko Mudik Bangga Kencana Hadir Dampingi Keluarga Pemudik

16 Maret 2026
Pelepasan peserta Mudik Gratis Pegadaian 2026 di Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026)

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Turut Berpartisipasi

16 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Sita Rp1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong

16 Maret 2026

Kekerasan terhadap Aktivis: Ujian bagi Negara dan Kekuasaan

16 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

15 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Momen Presiden Prabowo Bertemu Mantan Ajudan dan Pengawal

10 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Garut Tampung Aspirasi Warga Sukarame Terkait Pembebasan Lahan Tol Getaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco dan Prasetyo Hadi Temui Habib Rizieq di Petamburan, Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukma Hidayat Kecam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Singgung Kasus Novel Baswedan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com