• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kesehatan

Pakar: Tanpa Mental Sehat, Pembangunan Nasional Rentan Gagal

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
16 Februari 2026
di Kesehatan
A A
0
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus dikebut. Jalan tol bertambah, bandara diperluas, pelabuhan dimodernisasi, hingga ibu kota baru dibangun. Namun di balik percepatan itu, ada satu fondasi yang dinilai masih tertinggal: kesehatan mental masyarakat.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, menilai kesehatan mental seharusnya diposisikan sebagai infrastruktur strategis bangsa. Menurutnya, pembangunan fisik yang masif tidak akan berkelanjutan jika tidak ditopang oleh stabilitas psikologis warganya.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Indonesia sedang bergerak cepat. Tapi ada satu infrastruktur yang belum dibicarakan dengan keseriusan yang sama, yakni stabilitas mental masyarakat,” kata Syam, Senin (16/2/2026).

RelatedPosts

Pertama dan Satu-satunya di Asia Tenggara, RS Mandaya Puri Luncurkan Robot Zamenix untuk Penanganan Batu Ginjal Tanpa Sayatan

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

Ia menilai selama ini ukuran kemajuan negara masih didominasi indikator ekonomi, seperti pertumbuhan investasi atau indeks pembangunan manusia. Padahal, menurutnya, seluruh mesin pembangunan digerakkan oleh manusia dengan kondisi emosi dan mental yang tidak selalu stabil.

“Jarang sekali kita bertanya seberapa stabil emosi warga negara yang menggerakkan semua mesin itu,” ujarnya.

Tekanan Mental dan Dampaknya ke Produktivitas

Syam mengutip data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan potensi jutaan warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan ringan hingga depresi yang memengaruhi fungsi sosial.

Bagi Syam, angka tersebut bukan sekadar data medis, melainkan sinyal peringatan bagi kapasitas produktivitas nasional.

“Ini adalah indikator kapasitas produktivitas bangsa. Negara dengan tekanan mental tinggi akan menghasilkan keputusan yang lahir dari rasa takut, bukan kejernihan,” jelasnya.

Baca Juga  Dukungan 'Corporate Social Responsibility' Bank BJB Andil dalam Gebyar Vaksin Jabar Juara 2021

Ia menambahkan, gangguan mental yang tidak tertangani berdampak langsung pada dunia kerja dan pendidikan. Karyawan yang cemas sulit mengambil keputusan optimal, pelajar kehilangan potensi belajarnya, hingga pemimpin yang emosional berisiko melahirkan kebijakan impulsif.

“Dalam perspektif ekonomi, gangguan mental yang diabaikan berujung pada penurunan produktivitas, meningkatnya absensi, konflik organisasi, dan biaya kesehatan yang membengkak,” tutur Syam.

Kesehatan Mental sebagai Investasi Nasional

Menurut Syam, kesehatan mental selama ini masih dipandang sebagai urusan personal atau klinis. Padahal, dampaknya bersifat makro dan memengaruhi arah pembangunan nasional.

Ia menyebut negara-negara maju telah lebih dulu menjadikan kesehatan mental sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Indonesia, kata dia, perlu bergerak ke arah yang sama.

“Stabilitas fiskal tanpa stabilitas psikologis akan selalu rapuh,” ucapnya.

Syam juga menjelaskan hubungan erat antara kemampuan regulasi emosi dan performa ekonomi. Individu yang mampu mengenali serta mengelola emosinya dengan baik cenderung lebih adaptif terhadap tekanan dan lebih rasional dalam mengambil keputusan.

Jika kemampuan ini dimiliki secara kolektif, ketahanan sosial meningkat, konflik horizontal berkurang, polarisasi mereda, serta lingkungan kerja dan pendidikan menjadi lebih sehat.

Sebaliknya, ketika kecemasan kolektif meningkat akibat tekanan ekonomi, paparan media sosial, atau ketidakpastian masa depan, sistem sosial menjadi lebih mudah tersulut.

“Ketahanan bangsa bukan hanya soal pertahanan militer atau stabilitas politik. Ia adalah stabilitas emosi kolektif,” tegas Syam.

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk membangun infrastruktur mental bangsa, Syam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas masyarakat.

“Membangun kesehatan mental tidak bisa dikerjakan satu sektor saja. Dibutuhkan arsitektur kolaboratif,” katanya.

Ia menyebut pemerintah perlu memasukkan kesehatan mental ke dalam kebijakan publik lintas sektor, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perencanaan pembangunan daerah, dengan fokus pada pendekatan preventif.

Baca Juga  KABINDA Sumut Naik Getek Seberangi Sungai ‘Percepatan Akselerasi Vaksinasi Covid-19 untuk Bangsa’

Di sisi lain, sektor swasta diharapkan memandang kesejahteraan psikologis karyawan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya tambahan. Sementara komunitas memiliki peran penting dalam membangun literasi kesadaran mental di tingkat akar rumput.

“Kita tidak menunggu krisis untuk bergerak. Kita membangun fondasi sebelum keretakan muncul,” ujarnya.

Dari Reaktif ke Preventif

Syam juga menyoroti budaya masyarakat yang kerap menormalisasi stres dan tekanan dengan narasi “sudah biasa” atau “namanya juga hidup”. Menurutnya, sikap ini justru menyimpan masalah laten yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Pendekatan preventif, kata dia, perlu dimulai sejak dini, baik di keluarga, sekolah, maupun tempat kerja. Mulai dari mengajarkan anak mengenali emosinya, membangun ruang dialog yang sehat, hingga melatih pemimpin agar tidak mengambil keputusan dari luka batin yang belum selesai.

“Ini bukan romantisme spiritual, tapi strategi nasional,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari megahnya infrastruktur fisik semata.

“Kita sudah membangun banyak gedung dan jalan. Kini saatnya membangun infrastruktur kesadaran. Karena ketahanan bangsa pada akhirnya diukur dari seberapa stabil jiwa warganya,” pungkas Syam. (Bemby)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: infrastruktur sosialkebijakan publikkesehatan mentalkesehatan mental Indonesiakesejahteraan psikologisPembangunan Nasionalproduktivitas bangsaSDM Indonesiastabilitas sosial
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

Post Selanjutnya

KNARA Kecam Kriminalisasi Petani di Konflik Agraria Indragiri Hulu: Kaji Ulang Legalitas HGU

RelatedPosts

Pertama dan Satu-satunya di Asia Tenggara, RS Mandaya Puri Luncurkan Robot Zamenix untuk Penanganan Batu Ginjal Tanpa Sayatan

20 Juni 2026

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

20 Juni 2026
PDPI mengingatkan bahaya sleep apnea yang kerap tak terdiagnosis serta tingginya kasus TB Indonesia yang masih peringkat kedua dunia.

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

3 Maret 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

19 Februari 2026
Foto: Istimewa

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

19 Februari 2026
Ilustrasi sakit lambung

Kalau Kamu Punya Riwayat GERD/Maag: Checklist Ini Sebelum Minum Apa Pun

12 Februari 2026
Post Selanjutnya

KNARA Kecam Kriminalisasi Petani di Konflik Agraria Indragiri Hulu: Kaji Ulang Legalitas HGU

Sekjen PBB, Guterres: Ramadhan Momen Sakral untuk Refleksi Membangun Perdamaian Dunia

Discussion about this post

KabarTerbaru

FPMD Jabar Soroti Temuan BPK di Dinas SDA, Dorong Perbaikan Tata Kelola APBD

2 Juli 2026
Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Dinas Perkim Cianjur Berkomitmen Minimalisir Kawasan Kumuh

2 Juli 2026

Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

2 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

KPK Tetapkan 3 Tersangka Skandal Suap Jabatan di Kuansing, Mobil Mewah Jadi Mahar ‘Naik Kelas’

2 Juli 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Bahlil : Pemerintah Tahan Tarif Listrik Hingga September 2026

2 Juli 2026

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri Terima Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo

1 Juli 2026

HIMAIKA UBB Wujudkan Kepedulian Pesisir Melalui Program Bina Desa Berbasis Citizen Science di Desa Rajik

1 Juli 2026

Bupati Garut Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Kejutan Danrem Pertegas Sinergi TNI-Polri

1 Juli 2026

Eksponen Reformasi 1998 Lampung Dukung Program Strategis Prabowo, Wujudkan Demokrasi Ekonomi

1 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com