
JAKARTA Kabariku – Kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memperlihatkan adanya peluang duet partai Gerindra dan PDIP di Pilpres 2029
“Prabowo dan Megawati akan jadi simbiosis mutualisme, karena di satu sisi banyak Parpol yang akan meninggalkan Prabowo karena citra prestasi penerintahan yang memburuk beberapa bulan terakhir ini,” kata Pengamat Politik Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah kepada Kabariku.com, Sabtu (13/6/2026).
Insan menjelaskan bahwa saat ini PDIP sedang krisis kader yang populer di masyarakat.Maka PDIP membutuhkan sosok Prabowo sebagai ikon yang sudah di kenal.
“Di sisi lain, PDIP sedang krisis kader yang populer di masyarakat, dan membutuhkan sosok Prabowo sebagai ikon yang sudah dikenal,” ucap Insan.
Selain itu, kata dia, sejarah koalisi Megawati-Prabowo pada 2009 juga menandakan tidak ada masalah personal antara kedua figur.
*Secara perolehan suara 2024,koalisi PDIP-Gerindra sudah cukup untuk memenangkan kontestasi pemilu 2029,” ujarnya.
“Jika koalisi Jokowi hanya mengusung Gibran dengan mesin PSI, besar kemungkinan justru partai-partai seperti Golkar, Demokrat, PKS bisa saja tidak tertarik mengusung Gibran. Secara sosok, Gibran terlalu lemah dibandingkan tokoh-tokoh seperti Sherly Tjoanda, Agus Harimurti Yudhoyono atau Anies Baswedan yang sedang naik daun di mata masyarakat.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post