Jakarta, Kabariku – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, mengadakan pertemuan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara BGN dan Kementerian Kesehatan dalam penataan ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Nanik memaparkan empat langkah strategis yang akan ditempuh jajaran pimpinan baru BGN guna menghadirkan tata kelola dan wajah baru program MBG.
Keempat langkah tersebut meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menkes Dukung Empat Kebijakan BGN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang disiapkan pimpinan baru BGN tersebut.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN,” kata Budi Gunadi saat menerima kunjungan Nanik dan jajaran pimpinan BGN di Kementerian Kesehatan.
Menurut Nanik, salah satu fokus utama yang akan dijalankan BGN adalah mengarahkan sasaran penerima manfaat MBG kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, dukungan Kementerian Kesehatan dinilai sangat penting mengingat kelompok tersebut berada dalam lingkup kerja sektor kesehatan.
“Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Nanik.
Merespons hal tersebut, Menteri Kesehatan tidak hanya menyatakan dukungan secara kebijakan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia terbaik untuk membantu BGN.
Kementerian Kesehatan, kata Budi, siap mengerahkan para ahli kesehatan dan gizi anak guna mendukung implementasi program tersebut.
“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” ujar Budi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaborasi. Selain membahas arah kebijakan MBG, kunjungan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan dua Wakil Kepala BGN yang baru mendampingi Nanik dalam memimpin lembaga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Nanik memperkenalkan Agustina Arumsari yang memiliki pengalaman panjang di bidang audit keuangan serta Mayjen TNI Trenggono yang akan memperkuat aspek pengawasan dan pelaksanaan program.
“Saya merasa senang karena didampingi seorang auditor keuangan yang berpengalaman 36 tahun, dan seorang jenderal yang akan mengawal saya,” kata Nanik.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan di BGN akan dijalankan secara kolektif dan kolegial. Setiap kebijakan strategis, menurutnya, akan diputuskan bersama dengan kedua wakil kepala.
“Saya hanya sebagai ketua kelas saja. Semua akan kami putuskan bersama,” ujarnya.
Menteri Kesehatan pun menyambut baik formasi baru pimpinan BGN. Menurutnya, kombinasi pengalaman yang dimiliki Nanik, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono akan menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola program MBG ke depan.
“Bu Nanik sangat beruntung didampingi seorang auditor keuangan kawakan seperti Ibu Arum ini,” kata Budi.
Menutup pertemuan tersebut, Nanik menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Menteri Kesehatan beserta seluruh jajaran Kementerian Kesehatan.
Ia optimistis sinergi antara kedua lembaga akan semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat dan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
“Ke depan, Insya Allah, kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin erat dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” pungkas Nanik.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post