• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Istana

Respons Ultimatum BEM SI Jateng, Mensesneg: Stabilitas Ekonomi Butuh Proses dan Koordinasi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
10 Juni 2026
di Kabar Istana
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan tenggat waktu yang ditetapkan oleh kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas ultimatum 18 hari yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Meski demikian, pemerintah mengaku menghargai kritik dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai bagian dari fungsi kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.

RelatedPosts

Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Nanik S. Deyang Nahkodai Badan Gizi Nasional

Komitmen Berantas Korupsi, Pemerintah Optimalkan Pengawasan Kementerian dan Lembaga

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

“Ya tentunya kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan kepada pemerintah,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo menjelaskan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi global yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah.

Karena itu, menurutnya, upaya memperbaiki kondisi ekonomi memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi antar-kementerian dan lembaga untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha, serta memastikan berbagai kebijakan berjalan secara terpadu.

“Langkah-langkah yang kita ambil dengan koordinasi yang erat, kebijakan yang saling memperkuat, dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha, kami yakin akan mampu mengatasi berbagai persoalan yang ada,” ujarnya.

Terkait tuntutan BEM SI yang memberikan batas waktu 18 hari, Prasetyo menilai tidak semua target pembangunan maupun perbaikan ekonomi dapat dicapai dalam rentang waktu yang singkat.

Baca Juga  Istana Merdeka Heboh Goyang "Tabola Bale": Presiden Prabowo Ikut Joget di HUT RI ke-80

“Tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu,” tegasnya.

Pemerintah mengaku memahami semangat yang melatarbelakangi tuntutan mahasiswa. Menurut Prasetyo, dorongan agar kondisi ekonomi segera membaik dan kesejahteraan masyarakat meningkat pada dasarnya sejalan dengan agenda pemerintah.

Menurut Pras, dorongan agar kondisi ekonomi segera membaik dan kesejahteraan masyarakat meningkat pada dasarnya sejalan dengan agenda pemerintah.

“Pemerintah saat ini tetap fokus menjalankan berbagai kebijakan ekonomi jangka menengah dan panjang guna menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global,” terangnya.

Respons Istana ini menjadi jawaban resmi atas ultimatum BEM SI Jateng yang sebelumnya menyita perhatian publik. Namun pemerintah menegaskan akan tetap mengedepankan kerja kebijakan yang terukur dan berkelanjutan dibanding merespons tekanan politik berbasis batas waktu.

Pemerintah kata Pras, memahami semangat yang melatarbelakangi tuntutan mahasiswa.

“Tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu,” tutup Mensesneg.

Ultimatum H+18 BEM SI Jateng

Ultimatum BEM SI Jateng tersebut muncul setelah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus kisaran Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat memicu aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI Jawa Tengah di depan Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah” dan “Rupiah Sekarat”. Massa menyatakan bahwa tenggat waktu 18 hari diberikan dengan menyesuaikan posisi kurs rupiah yang telah menyentuh angka Rp18 ribu per dolar AS.

Mahasiswa menuntut pemerintah segera menghadirkan kebijakan konkret yang mampu menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga  Resmi Dirilis, Logo dan Tema HUT RI ke-80: Bersatu Berdaulat untuk Indonesia Maju

Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak terdapat perubahan signifikan maupun kebijakan yang dianggap mampu menjawab persoalan ekonomi, gerakan mahasiswa akan ditingkatkan ke skala nasional.

Rencananya, massa akan menggelar aksi lanjutan dengan mendatangi Kantor Pusat Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan di Jakarta sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah dan otoritas ekonomi.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh IndonesiaBank IndonesiaMensesneg Prasetyo Hadinilai tukar rupiahperingatan daruratRp18 ribu per dolarUltimatum BEM SI Jateng
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Soal Ultimatum BEM SI Jateng “Reformasi Jilid 2”, LMND Ajak Mahasiswa Dorong Solusi untuk Bangsa

RelatedPosts

Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Nanik S. Deyang Nahkodai Badan Gizi Nasional

8 Juni 2026

Komitmen Berantas Korupsi, Pemerintah Optimalkan Pengawasan Kementerian dan Lembaga

6 Juni 2026

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

4 Juni 2026

Istana Angkat Bicara soal Lawatan Presiden ke Luar Negeri, Ini Penjelasan Seskab Teddy

2 Juni 2026

Senyum dan Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila: Simbol Persatuan Nasional

1 Juni 2026

Presiden Prabowo Tutup Kunjungan Kenegaraan dengan Momen Hangat Bersama Pengawal Prancis

31 Mei 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

Respons Ultimatum BEM SI Jateng, Mensesneg: Stabilitas Ekonomi Butuh Proses dan Koordinasi

10 Juni 2026

Soal Ultimatum BEM SI Jateng “Reformasi Jilid 2”, LMND Ajak Mahasiswa Dorong Solusi untuk Bangsa

10 Juni 2026

Menkes Dukung Empat Kebijakan Baru BGN, Program MBG Prioritaskan Kelompok 3B dan Wilayah 3T

10 Juni 2026
Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama meminta reformasi birokrasi Polri segera dilakukan pascapengesahan revisi UU Polri (Istimewa)

Sandri Rumanama Dorong Reformasi Birokrasi Polri Pascapengesahan Revisi UU Polri

9 Juni 2026

BGN Sterilisasi Usai Pergantian Pimpinan, Aktivitas Kantor Diwarnai Aksi Pengelola SPPG di Pintu Masuk

9 Juni 2026
Foto : Ilustrasi (Istimewa)

SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan di Tengah Revisi RUU Polri

9 Juni 2026

KPK Tahan Eks Ketum Kesthuri dan Direktur Maktour Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

9 Juni 2026

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

8 Juni 2026

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hashis Asal Thailand

8 Juni 2026

Respons Ultimatum BEM SI Jateng, Mensesneg: Stabilitas Ekonomi Butuh Proses dan Koordinasi

10 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Ruang Tunggu Gedung Merah Putih KPK

    OTT KPK di Sumsel dan Jakarta, Bupati Muara Enim dan 9 Orang Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Informasi Penghentian Sementara Program MBG adalah Hoaks, Berikut Penjelasan BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPW Ungkap Propam Polri Periksa Eks Kapolda Kalbar Pipit Rismanto Terkait Kasus Korupsi Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Lembaga Lingkungan Siap Sukseskan Usulan Raperda Inisatif Pengelolaan Mata Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com