• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 24, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News Internasional

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran-AS

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
24 Juni 2026
di Internasional
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Lukman Nurhakim
Pengamat Kebijakan Publik

“Dari Persia kuno ribuan tahun yang lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh.
Terima kasih, Los Angeles, atas keramahan Anda.
Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan pergi dengan martabat.
Dan terima kasih kepada setiap orang Iran yang telah memberikan hati, suara, dan jiwanya untuk Iran selama 180 menit ini.
Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan berlaku di antara semua bangsa”.

Kabariku – Surat tulisan tangan yang ditinggalkan Timnas Iran dalam perhelatan 2026 FIFA World Cup di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles dipublikasikan pada tanggal 22 Juni diberbagai media mainstream internasional ini, menjadi sorotan publik karena memuat pesan sederhana namun sarat makna:

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Ucapan terima kasih kepada warga Amerika Serikat, kebanggaan sebagai bangsa Persia, serta harapan akan perdamaian”.

RelatedPosts

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

Sholeh Basyari CSIIS: Satu Abad Setelah Turki Usmani Runtuh, Iran Meneguhkan Kembali Kekuatan Islam di Panggung Global

Irjen Andry Wibowo Wakili Kapolri Hadiri Pearls in Policing 2026 di Den Haag, Bahas Tantangan dan Stabilitas Keamanan Global

Tim Iran mengucapkan perpisahan kepada warga Amerika Serikat dengan cara yang lembut, Iran tidak pernah menganggap musuh warga negara Amerika Serikat, Iran hanya bermasalah dengan pemerintahan Amerika Serikat, ini poinnya.

Di tengah hubungan Iran dan Amerika Serikat yang selama 47 tahun diwarnai ketegangan politik, sanksi ekonomi, dan rivalitas geopolitik hingga terlibat Perang selama 40 hari baru-baru ini yang menyakitkan ditandai dengan gugurnya Pemimpin Teringgi Iran, Komandan militer, Ilmuwan Nuklir, dan yang paling mengenaskan adalah jatuhnya korban 168 jiwa siswi sekolah dasar yang dibom pesawat tempur AS di Minab, Iran.

Baca Juga  Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza: Sosok Luar Biasa, Diakui Berperan Penting di Timur Tengah

Pesan tersebut memiliki arti yang melampaui dunia sepak bola. Surat itu bukan sekadar bentuk etika tim yang meninggalkan ruang ganti dalam keadaan rapi, melainkan sebuah simbol diplomasi yang lahir dari lapangan hijau.

Dalam perspektif hubungan internasional, tindakan para pemain Iran dapat dibaca sebagai bentuk soft diplomacy atau diplomasi lembut-yakni upaya membangun citra, simpati, dan pengaruh melalui budaya, olahraga, serta interaksi antarmanusia, bukan melalui tekanan militer ataupun negosiasi politik formal.

Tanpa pidato resmi, tanpa pernyataan pemerintah, dan tanpa konferensi internasional, para pemain Iran menyampaikan pesan yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia.

Menurut Joseph Nye, dalam buku berjudul “Soft Power: The Means to Success in World Politics” (diterbitkan pada tahun 2004) mengenai Teory Soft Diplomacy“, Kekuatan suatu negara tidak hanya berasal dari kemampuan militer (hard power) atau tekanan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menarik simpati, membangun citra positif, dan memengaruhi pihak lain melalui budaya, nilai-nilai, serta kebijakan yang dianggap sah dan menarik. Konsep ini dikenal sebagai soft power.

Disinilah Iran menunjukkan kekuatannya dan martabat bangsanya di tengah perhelatan dan pergaulan antar bangsa, bahkan dihadapan musuh sekalipun.

Penyebutan Persia kuno mengingatkan Tim ini kepada dunia, bahwa mereka berasal dari sebuah bangsa dan negara berperadaban tinggi dan pernah menjadi pusat kekuatan dunia pada jamannya yang pernah memperlakukan bangsa-bangsa taklukannya dengan baik, membebaskan mereka menganut kepercayaaanya, menyelamatkan bangsa Yahudi dari pembantaian dan membebaskan mereka untuk kembali ke tanah air-nya.

Ucapan terimakasih Tim sepakbola Iran tetap menunjukkan kebanggaan diri  dihadapan musuh, bukan berarti merendahkan dirinya.

Bagi Tim Sepak Bola Piala Dunia Iran turunnya mereka di turnamen FIFA World Cup 2026 ini berada pada level yang berbeda.

Baca Juga  Momen Kehangatan Diplomasi: Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Makan Malam PM Kanada

Pertandingan Tim Iran melawan Tim Belgia  berlangsung di tengah ketidakpastian diplomatik, hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Iran, yang menandakan potensi berakhirnya konflik selama tiga setengah bulan.

Tim Cheetah berlaga dalam pertandingan pertama mereka di Los Angeles, kota California yang dijuluki “Tehrangeles” dimana kota ini merupakan rumah bagi diaspora yang sebagian besar anti-pemerintah Iran.

Yang menarik, surat tersebut tidak berisi keluhan ditengah rintangan dan perlakuan yang tidak berjalan mudah, penuh rintangan dan tidak adil oleh negara tuan rumah, dimana Tim mereka harus bermarkas dan berangkat dari Mexico dan setelah bertanding harus kembali ke Mexico, ataupun nada konfrontatif yang biasanya ditunjukkan melalui poster atau spanduk yang dikategorkan sebagai propaganda politik.

Sebaliknya, yang muncul adalah penghormatan kepada tuan rumah, khususnya warga Los Angeles, Amerika Serikat, kebanggaan terhadap identitas nasional, dan harapan akan masa depan yang lebih damai. Dalam bahasa diplomasi, inilah cara menunjukkan martabat bangsa tanpa harus mempertontonkan kekuatan.

Di tengah berbagai perbedaan dan ketegangan yang masih membayangi hubungan Teheran dan Washington dan proses diplomasi penghentian perang dan permusuhan yang alot dan krusial yang bisa suatu saat pecah kembali, surat singkat itu memperlihatkan bahwa hubungan antarmanusia sering kali mampu menembus batas-batas politik.

Sepak bola menjadi medium yang memungkinkan sebuah bangsa berbicara kepada dunia dengan bahasa yang lebih universal: rasa hormat, persahabatan, dan kemanusiaan.

Karena itu, surat yang ditinggalkan Timnas Iran di Los Angeles dapat dipahami sebagai lebih dari sekadar catatan perpisahan.

Ia merupakan simbol diplomasi lembut (Soft Diplomacy) Iran-sebuah pesan bahwa bahkan di tengah rivalitas geopolitik yang panjang, selalu ada ruang untuk penghormatan, dialog, dan harapan sebagai manusia akan perdamaian.*

Baca Juga  Presiden Lula: Indonesia dan Brasil Mewakili 500 Juta Jiwa, Waktunya Bangun Kerja Sama yang Lebih Produktif

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: ancient PersiaFIFA WORLD CUP 2026rivalitas geopolitikSepak Bola IranTeam MelliTimnas IRAN
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Kejagung Tegaskan Tidak Semua Tindak Pidana di Sidangkan, Kasus Pencurian Sendal Jepit Bisa Lewat RJ

Post Selanjutnya

Roy Suryo dan dr. Tifa Tak Ditahan, IPW Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Penanganan Perkara

RelatedPosts

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

20 Juni 2026

Sholeh Basyari CSIIS: Satu Abad Setelah Turki Usmani Runtuh, Iran Meneguhkan Kembali Kekuatan Islam di Panggung Global

19 Juni 2026

Irjen Andry Wibowo Wakili Kapolri Hadiri Pearls in Policing 2026 di Den Haag, Bahas Tantangan dan Stabilitas Keamanan Global

18 Juni 2026

Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis, Bahas IEU-CEPA hingga Pertahanan

30 Mei 2026

Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Tiba di Indonesia

25 Mei 2026

Respons Penangkapan Aktivis Global Sumud Flotilla, DPP Ikhwanul Muballighin Minta RI dan PBB Bertindak Tegas

21 Mei 2026
Post Selanjutnya

Roy Suryo dan dr. Tifa Tak Ditahan, IPW Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Penanganan Perkara

Soal Isu Awasi Gibran, Gerindra Ungkap Potensi Pecah Belah di Internal Pemerintah

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

Benyamin Wacanakan Pendidikan Informal Gratis untuk Perluas Akses Belajar Warga Tidak Mampu

24 Juni 2026

Soal Isu Awasi Gibran, Gerindra Ungkap Potensi Pecah Belah di Internal Pemerintah

24 Juni 2026

Roy Suryo dan dr. Tifa Tak Ditahan, IPW Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Penanganan Perkara

24 Juni 2026

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran-AS

24 Juni 2026
Oplus_131072

Kejagung Tegaskan Tidak Semua Tindak Pidana di Sidangkan, Kasus Pencurian Sendal Jepit Bisa Lewat RJ

24 Juni 2026

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan di 94 Sekolah Swasta Ajaran 2026/2027

24 Juni 2026
Penangguhan penahanan Roy Suryo dan dr Tifa memicu kemarahan loyalis Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (23/06) di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

24 Juni 2026

Kejari Tangsel Tetapkan 2 Orang Tersangka Kasus Korupsi Gadai Syariah

24 Juni 2026

Pemusnahan 44 Juta Batang Rokok Ilegal Selamatkan Potensi Penerimaan Negara Rp32,95 Miliar

24 Juni 2026

Prabowo di Munas dan Konbes NU 2026: Ulama dan Umara Harus Bersatu Demi Kepentingan Rakyat

24 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Bongkar Kasus Korupsi MBG, Kejagung Jangan Berhenti di Ketua Yayasan, Kejar Pemilik Manfaatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Subianto Sang Presiden Anti Korupsi dan Narasi “Reformasi Jilid 2”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tetapkan Glory Harimas Tersangka Keenam Kasus MBG: Privilege dari Eks Kepala BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Tegaskan Minta Pihak UBK Buktikan Pengakuan Oknum Polisi Terkait Dana Rp20 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Telepon Nanik, Di Atas Mobil Komando Dasco: DPR dan Mahasiswa Sepakat Kawal Program MBG dan Efisiensi Anggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Untuk Prabowo: Penolakan MBG dan Kopdes Merupakan Kesesatan Berpikir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com