Jakarta, Kabariku.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal Paguyuban Transportasi Indonesia (PATRA Indonesia) Irfan Ardhiyanto mengajak masyarakat dan pengemudi ojek online (ojol) menjaga persatuan.
Irfan mengingatkan agar masyarakat, khususnya para pengemudi ojol, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya maupun ajakan yang berpotensi menimbulkan konflik.
Menurut dia, momentum bulan kemerdekaan semestinya digunakan untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan rekan-rekan driver ojol untuk tidak terpancing informasi yang tidak jelas kebenarannya maupun ajakan yang bisa menimbulkan konflik. Mari kita hormati bulan kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kedamaian,” ujar Irfan, Sabtu (08/08).
Singgung Meninggalnya Affan Kurniawan
Dalam imbauannya, Irfan turut menyinggung peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan pada tahun lalu. Ia meminta peristiwa tersebut tidak dimanfaatkan sebagai bahan provokasi yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Irfan menilai, masyarakat perlu menyikapi setiap informasi secara hati-hati, terutama informasi yang beredar melalui media sosial. Menurut dia, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan peristiwa tersebut untuk memengaruhi atau memprovokasi komunitas pengemudi ojol.
“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memecah belah persaudaraan atau memprovokasi rekan-rekan driver ojol. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap aman dan menghormati proses yang berlaku,” ujarnya.
Driver Ojol Diminta Bijak Terima Informasi
Irfan mengatakan pengemudi ojol merupakan bagian dari masyarakat yang setiap hari berinteraksi dengan banyak orang. Karena itu, ia berharap para driver dapat ikut menjaga suasana tetap kondusif.
Ia meminta pengemudi tidak mengambil keputusan atau melakukan tindakan hanya berdasarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hal yang sama, kata Irfan, berlaku bagi masyarakat secara umum. Informasi yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi percakapan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya dan dibagikan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah informasi yang keliru berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.
Menurut Irfan, menjaga ketenangan bukan berarti mengabaikan suatu persoalan. Masyarakat tetap dapat menyampaikan pendapat dan aspirasi, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan konflik atau mengganggu ketertiban.
Momentum Memperkuat Persatuan
Menjelang HUT ke-81 RI, Irfan berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial. Ia mengajak masyarakat memaknai bulan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga persatuan.
Ia juga berharap komunitas pengemudi ojol dapat menjadi bagian dari upaya menjaga suasana tersebut.
Bagi Irfan, perbedaan pendapat maupun persoalan yang berkembang di masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan persaudaraan.
“ Mari kita jadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga Indonesia tetap kondusif. Jangan beri ruang bagi provokasi yang dapat memecah belah kita. Persatuan adalah modal utama untuk membangun bangsa yang lebih kuat,” tutupnya.
















Discussion about this post