• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
11 April 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Arvindo Noviar
Ketua Umum Sukarelawan PRABU

Jakarta, Kabariku – Sebuah forum sosial berhenti menjadi wadah silaturahmi dan diam-diam bersalin-rupa menjadi panggung pertunjukan. Halal bihalal yang semula merawat etika dan mempererat relasi berubah menjadi arena sirkus yang miskin keanggunan dalam kemasan, lengkap dengan tema banal, penonton linglung yang menunggu sensasi, serta pemain yang mengerti bahwa satu kalimat keras tanpa pijakan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi daripada satu argumen yang disusun dengan disiplin.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pernyataan yang dilontarkan oleh Saiful Mujani dalam arena itu kehilangan watak intelektualnya sejak pertama kali diucapkan, berubah menjadi bagian dari atraksi yang mengandalkan efek kejut dan emosi dangkal.

RelatedPosts

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

Kata-kata dilepas seperti properti sulap, dilempar ke udara untuk memancing decak kagum sesaat, berputar tanpa arah yang dapat dipertanggungjawabkan, lalu jatuh sebagai bunyi yang nyaring namun kosong, menyisakan kesan sebagai satu bentuk kedalaman semu, dimana kata-kata dipoles hingga berkilau di permukaan, sementara di dalamnya hanya tersisa dorongan emosi yang gagal menjelma menjadi pikiran.

Seorang intelektual bekerja dengan ukuran yang ketat, dimulai dari ketepatan merumuskan maksud sebelum melangkah pada keberanian menyatakannya.

Pernyataan Saiful Mujani tentang “mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Presiden” membuka persoalan yang lebih elementer dari sikap politik itu sendiri.

“Mengonsolidasikan” mengandaikan struktur, arah, dan tujuan; “menjatuhkan” memikul konsekuensi yang melampaui kritik oposisi biasa.

Keduanya disandingkan tanpa penjelasan operasional dan tanpa batas konseptual yang tegas, seolah susunan kata telah cukup menggantikan kerja berpikir.

Baca Juga  Tanah Rakyat Berkekuatan Hukum dan Belum Dibayar Pemprov DKI

Pola yang muncul sulit disamarkan, ketergesaan yang digerakkan oleh refleks, jauh dari proses yang matang. Uraian tentang bentuk konsolidasi tidak pernah hadir, kerangka demokrasi yang dirujuk dibiarkan kabur, dan disiplin makna tidak dijaga.

Kalimatnya terdengar tegas, rapuh saat disentuh; tampak berani, canggung saat diminta peta jalan. Pernyataan itu berfungsi sebagai umpan wacana yang dilempar untuk memancing respons cepat, lalu membiarkan beban penjelasan terdistribusi ke para pendengar yang mengisinya sesuai hasrat dan prasangka yang telah mereka miliki sebelumnya.

Dalam tradisi intelektual, kekaburan seperti ini menandai gagasan yang belum pernah benar-benar selesai dipikirkan. Kekaburan sekaligus menyediakan ruang aman bagi pembicara untuk menghindari pengujian, karena makna dapat digeser setiap saat tanpa pernah benar-benar dipertanggungjawabkan.

Karl Popper menempatkan kejelasan sebagai syarat agar sebuah pernyataan layak diuji, sebab tanpa itu, sebuah gagasan mudah merosot menjadi rangkaian bunyi yang bergaung di muka gua, nyaring terdengar, namun gagal menjelaskan kedalaman.

Persoalannya bergerak dari isi ke cara bahasa diperlakukan. Pernyataan Saiful Mujani menunjukkan pola yang semakin lazim dalam retorika kontemporer, di mana diksi dipilih karena daya pantulnya di ruang publik, sementara ketepatannya dalam memetakan realitas ditangguhkan.

Kalimat dirancang untuk segera beredar, mengundang reaksi, dan menampilkan ketegasan di permukaan, sementara struktur berpikir yang menopangnya tidak pernah benar-benar diselesaikan.

Dalam pernyataannya, pola bahasa yang digunakan oleh Saiful Mujani bergerak menjauh dari upaya menjelaskan realitas dan condong pada penciptaan kesan yang cukup kuat agar terdengar seperti penjelasan.

Ia mengulang susunan yang sama dalam berbagai tafsir tanpa pernah menambatkan makna pada satu pijakan yang dapat diuji. Jarak antara analisis dan performa menipis hingga keduanya bertukar tempat tanpa disadari.

Baca Juga  Iringi Kemenangan Prabowo-Gibran, Haidar Alwi Bersama 600 Organ Relawan Siapkan Malam Inagurasi

George Orwell pernah menunjukkan bagaimana bahasa yang kehilangan disiplin dapat membuat sesuatu yang kabur terdengar sebagai kebenaran, cukup dengan memastikan ia terdengar meyakinkan.

Cara bahasa digunakan pada akhirnya menentukan apakah sebuah pernyataan mampu bertahan ketika berhadapan dengan realitas yang tak dapat dielakkan.

Pemerintahan Prabowo Subianto berdiri di atas legitimasi yang terbentuk melalui proses yang jelas dan terbuka.

Kualitas semacam itu menuntut kritik yang sepadan, kritik yang lahir dari ketelitian, ketepatan makna, dan kesediaan untuk mempertanggungjawabkan setiap istilah yang digunakan hingga tuntas.

Bagi Saiful Mujani, yang lebih mendesak saat ini adalah meluangkan waktu untuk menuntaskan pikiran sebelum melepaskan kalimat, memastikan setiap istilah memiliki pijakan sebelum beredar di ruang publik, dan menahan diri dari dorongan untuk mempercepat bunyi melebihi kedalaman.

Bagi para pendukungnya, kehati-hatian dalam menyerap dan mengulang pernyataan akan memberi bobot yang lebih tahan uji daripada memproduksi pantulan secara tergesa padahal belum paham sepenuhnya.

Sebab negara hari ini tidak kekurangan suara; yang mulai langka adalah kesediaan untuk berpikir hingga tuntas sebelum memilih untuk bersuara.*

Jakarta, 11 April 2026

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: makarPrabowo-GibranPrabuSaiful Mujani Research and Consulting
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

Post Selanjutnya

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

RelatedPosts

Tandiesak Parinding (Petani Sawit Mandiri/Eks.Pengurus Pusat GMKI) (Doc.pribadi)

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

25 Mei 2026

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

20 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

10 Mei 2026
Post Selanjutnya

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

Discussion about this post

KabarTerbaru

Komisi III DPR Pastikan Pengadaan Hewan Kurban Presiden melalui APBN, Sah Secara Hukum dan Syariat

28 Mei 2026
Area Kamojang Jawa Barat dok PGE

Indonesia Pacu Pengembangan Panas Bumi 5.200 MW Menuju Net Zero Emission 2060

28 Mei 2026
KAUP dan alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila menyembelih dua sapi kurban pada Iduladha 2026. (Bemby/kabariku.com)

Azhar Permana: Kurban Alumni Universitas Pancasila Pererat Hubungan Kampus dan Warga

28 Mei 2026

Warga Cigedug Garut Terima Bantuan Hewan Kurban Presiden RI Tahun 2026

28 Mei 2026

Dasco Sambut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan, DPR Siapkan Revisi UU Pemilu

28 Mei 2026

DPD NasDem Garut Tebar Hewan Kurban untuk Masyarakat dan 42 DPC, Haris Kalicman: Wujud Kepedulian dan Kebersamaan

28 Mei 2026

DPD Golkar Kabupaten Garut Sembelih 5 Sapi dan 4 Domba, Daging Kurban Disalurkan ke Kader dan Masyarakat

28 Mei 2026

Tak Ada Praktik Titip-Menitip di Sekolah Maung, KDM Berikan Sanksi pada Oknum yang Melanggar

28 Mei 2026

Koalisi Sektor Keamanan: Pelibatan TNI Atasi Begal Dinilai Overreaktif, Bentuk Militerisasi Ruang Sipil

27 Mei 2026

Presiden Prabowo Shalat Iduladha 1447 H Bersama Diaspora Indonesia di Paris

27 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • PBB DPC Garut Dikukuhkan, Usung Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan “KSP Mendekat”, Kastaf Dudung Pastikan Aduan Publik Ditangani Cepat dan Responsif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BGN Warning Modus Jual Beli Titik SPPG, Kasus Penipuan di Batam dan Jabar Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurul Ghufron Resmi Jadi Komisaris Jasa Marga, RUPST 2025 Catat Kinerja Positif dan Susun Jajaran Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Acara Nobar yang Digelar DPRD, Warga Garut Rayakan Hattrick Persib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com