Tapanuli Tengah,Kabariku.com – Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu melantik dan mengambil sumpah jabatan 71 guru fungsional sebagai kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah. Pelantikan berlangsung di SMP Negeri 1 Sorkam Barat, Jumat (10/7/2026).
Sebanyak 71 kepala sekolah yang dilantik terdiri atas 10 kepala SMP, 60 kepala SD, dan satu kepala TK. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 530/BKPSDM/2026.
Dalam sambutannya, Masinton menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah kepemimpinan yang menuntut integritas, dedikasi, keteladanan, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi meningkatkan mutu pendidikan.
“Jabatan kepala sekolah merupakan amanah kepemimpinan besar yang menuntut integritas, keteladanan, dedikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi kemajuan pendidikan,” ujar Masinton.
Ia meminta seluruh kepala sekolah meninggalkan pola kerja lama dan mulai menghadirkan berbagai inovasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk karakter peserta didik.
Masinton menekankan pentingnya menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta budaya lokal “Sahata Saoloan” sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, para kepala sekolah juga diminta menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif. Mereka diharapkan mampu membimbing guru meningkatkan kompetensi sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan tidak ada peserta didik yang tertinggal.
Selain peningkatan kualitas pembelajaran, Bupati memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Ia menargetkan seluruh sekolah di Tapanuli Tengah menjadi bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam 100 hari ke depan.
Menurutnya, kebersihan lingkungan, termasuk toilet sekolah, merupakan cerminan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mendorong hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan menggelar Lomba Sekolah Bersih dengan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
Masinton juga mengajak seluruh warga sekolah bersama komite dan masyarakat melakukan penghijauan melalui penanaman pohon dan pembangunan taman sekolah.
Dalam aspek tata kelola keuangan, Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada praktik penyalahgunaan wewenang maupun pungutan liar di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan seluruh bentuk pemotongan anggaran yang mengatasnamakan kepala daerah maupun pejabat telah dihentikan.
Secara khusus, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dilakukan secara otonom, transparan, dan akuntabel. Dana tersebut diminta benar-benar dimanfaatkan untuk pemeliharaan fasilitas sekolah, kebersihan lingkungan, serta peningkatan sarana belajar siswa.
Sebagai tindak lanjut, setiap kepala sekolah diwajibkan menyusun Rencana Aksi 100 Hari yang memuat berbagai program prioritas, di antaranya Gerakan Membaca 15 Menit sebelum pelajaran dimulai serta penguatan sekolah ramah anak yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi.
Masinton menegaskan keberhasilan seorang kepala sekolah akan dinilai dari perubahan nyata yang mampu diwujudkan di sekolah, bukan sekadar lamanya menjabat. Evaluasi terhadap pelaksanaan program akan dilakukan secara berkala oleh Dinas Pendidikan bersama para pengawas sekolah.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab Tapanuli Tengah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com














Discussion about this post