oleh :
Haji Rahmat J Kardi
Eks Ketua Umum GPII
Kabariku – Tidak ada manusia yang luput dari khilaf. Namun Allah selalu membuka jalan agar hamba-Nya tetap berada dalam lindungan dan tidak larut dalam dosa. Rasulullah SAW mengajarkan lima cahaya yang, bila dipelihara dalam hati, akan menjadi penuntun langkah sekaligus benteng bagi jiwa.
Pertama, bergembira dalam ketaatan
Jangan jadikan ibadah sebagai beban, tetapi sebagai kerinduan. Sebagaimana seorang kekasih yang tak sabar menanti perjumpaan, demikianlah seorang mukmin menyambut waktu salat.
Imam Ali bin Abi Thalib bahkan telah bersiap jauh sebelum waktu salat tiba, karena bagi beliau salat bukan sekadar kewajiban, melainkan amanah suci untuk memenuhi panggilan Sang Pencipta.
Kedua, bernaung di bawah kesabaran
Sabar bukan berarti menyerah, melainkan kemampuan menenangkan hati ketika badai datang. Perbedaan pendapat, sempitnya rezeki, atau jurang perbedaan status bukan alasan untuk kehilangan kendali. Sebab orang yang sabar sedang belajar mempercayai waktu dan kebijaksanaan Allah.
Ketiga, menghiasi hidup dengan syukur
Nikmat tidak selalu hadir dalam limpahan harta. Waktu yang lapang, tubuh yang sehat, keluarga yang menemani, dan napas yang masih berhembus adalah karunia yang tak ternilai. Hati yang bersyukur tidak sibuk mengejar yang belum ada, tetapi mampu melihat betapa banyak anugerah yang telah Allah titipkan.
Keempat, berhusnuzan kepada Allah
Jangan biarkan hati menuduh takdir ketika harapan belum menjadi kenyataan. Yakinlah, Allah tidak pernah menulis sesuatu tanpa hikmah. Apa yang tertunda belum tentu tertolak, dan apa yang hilang bisa jadi sedang diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Tugas kita hanyalah tetap percaya kepada kasih sayang-Nya.
Kelima, membasahi lisan dengan istigfar dan menghiasi hidup dengan tobat
Istigfar adalah embun yang menyejukkan hati, membersihkan debu-debu dosa yang tak kasatmata. Semakin sering seorang hamba kembali kepada Allah, semakin lembut hatinya, semakin ringan langkahnya, dan semakin jauh ia dari godaan maksiat.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang tak pernah salah, melainkan siapa yang selalu memilih untuk kembali. Sebab dosa menggelapkan hati, tetapi taat menerangi jalan. Sabar menguatkan langkah, syukur melapangkan dada, husnuzan menumbuhkan harapan, dan istigfar membuka pintu ampunan.
Semoga lima cahaya ini senantiasa bersemayam dalam hati kita.
Menjadi pelita saat jalan terasa gelap, menjadi penyejuk ketika hidup terasa berat, dan menjadi bekal yang mengantarkan kita pulang kepada Allah dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, serta harapan akan rahmat-Nya yang tak pernah bertepi. Aamiin.*
Jakarta, 5 Juli 2026
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post