• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

JANGAN SAMPAI KITA JADI “KULI LISTRIK” ASEAN, KITA JUGA HARUS JADI “TUAN RUMAH DATA” DI ASEAN

Dhimas Rivaldi Pratama oleh Dhimas Rivaldi Pratama
8 Juli 2026
di News, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Pemerintah gegap gempita mengumumkan ekspor listrik 2 GW ke Singapura. Katanya demi devisa, demi diplomasi energi, demi jadi “baterainya ASEAN”. Kedengarannya hebat. Tapi tunggu dulu. Di dalam negeri sendiri, investor data center masih antri minta pasokan listrik 24 jam tanpa kedip.Ironisnya luar biasa. Di saat kita teriak butuh kedaulatan digital, butuh server AI, butuh cloud nasional, pemerintah justru sibuk menjual “darah” nya keluar negeri. Ini bukan soal menolak ekspor. Ini soal urutan prioritas yang kebalik.

Mari jujur. Satu data center hyperscale berkapasitas 100 MW itu setara dengan listrik 50 ribu rumah. Sementara Singapura, negara sekecil setelapak tangan, sudah punya 70 data center dan terus menambah. Mereka kekurangan lahan, kekurangan air, tapi tidak kekurangan akal.Akal mereka sederhana: “Kalau kita tidak punya listrik, kita sewa punya tetangga”. Maka datanglah mereka ke Indonesia. Menawarkan dolar. Menawarkan kontrak jangka panjang.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dan pemerintah kita, dengan bangga, mengangguk.Pertanyaannya: setelah kabel laut itu terpasang, sisa berapa untuk kita? Sisa berapa untuk AI Nasional? Sisa berapa untuk IKN digital? Sisa berapa untuk UMKM yang mau naik kelas ke cloud? Jangan-jawab “masih cukup”. Data nya mana? Papan skor KPI nya mana?Kita tidak boleh naif. Singapura tidak sedang “menolong”. Mereka sedang mengamankan masa depan digital mereka dengan biaya termurah. Listrik di Singapura 2.500/kWh. Di kita 1.600/kWh. Selisih 900 rupiah itu adalah keuntungan mereka. Dan kita yang capek bangun pembangkitnya.Jangan sampai sejarah terulang. Dulu kita ekspor nikel mentah, timah mentah, sawit mentah.

RelatedPosts

Kasus Bupati Kuansing Bergulir, KPK Didesak Usut Tuntas Amplop Putih Raja Juli Antoni

Polda Babel Sukses Gelar Kejuaraan E-Sport Kapolda Cup, Tim Jhon Kei Polresta Rebut Golden Tiket Ke Jakarta

Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Terseret Kasus Tipikor Ekspor Tanah Jarang, Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka

Sekarang mau ekspor listrik mentah. Bedanya apa? Sama-sama menjual bahan baku tanpa nilai tambah. Sama-sama jadi kuli di negeri sendiri.Bayangkan 5 tahun dari sekarang. Server-server kita sewa dari Singapura. Data rakyat Indonesia disimpan di Singapura. AI yang dipakai kementerian bayar lisensi ke Singapura. Sementara pembangkit listrik di Riau dan Batam tiap malam menyala untuk menghidupi negara orang yang sepetak.Itu bukan kemandirian. Itu namanya dijajah model baru.

Baca Juga  Tidak Perlu Tunda Pemilu atau Presiden Tiga Periode Jika Ada Badan Pengelola Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional

Dijajah dengan kabel, bukan dengan meriam.Kami tidak anti ekspor. Ekspor itu bagus kalau kebutuhan dalam negeri sudah aman 100%. Ekspor itu bagus kalau ada barter teknologi. Ekspor itu bagus kalau ada syarat: “Mau beli listrik kami? Silakan. Tapi bawa 1 data center ke Batam. Transfer teknologi. Latih SDM kami.”Tanpa syarat, ekspor listrik sama dengan bunuh diri industri digital. Investor tidak butuh janji. Investor butuh kepastian. Butuh listrik murah. Butuh latensi rendah. Butuh jaminan tidak padam. Kalau itu tidak ada di Indonesia, mereka lari ke Malaysia, ke Thailand.

Pemerintah sering bilang “Indonesia pusat data ASEAN”. Omong kosong kalau colokannya saja kita jual keluar. Tuan rumah itu menyediakan meja, kursi, dan makanan. Bukan malah menjual kompor ke tetangga lalu masak pakai kayu bakar.Kita butuh listrik dengan latensi rendah 100% untuk server. Butuh uptime 99.999%. Butuh harga yang bisa bersaing. Itu syarat mutlak perang AI. Tanpa itu, mimpi “Indonesia Emas 2045” hanya jadi PowerPoint.

Kepada para pengambil kebijakan: Stop dulu proyek ekspor ini. Tahan. Audit. Hitung ulang. Pastikan 5 tahun ke depan kebutuhan data center nasional, industri, dan rakyat sudah terpenuhi. Baru bicara ekspor.Jangan kira bisa dibodohi negara “sepetak”. Mereka pintar berdagang. Kita harus lebih pintar berdaulat. Jangan tukar kedaulatan digital dengan devisa sesaat.Ingat, listrik itu bukan komoditas biasa. Listrik adalah urat nadi peradaban baru.

Siapa kuasai listrik untuk data, dia kuasai masa depan. Masa depan itu tidak boleh kita lelang ke luar.Kesimpulannya hanya satu: Jangan sampai kita jadi “Kuli Listrik” ASEAN. Kita harus jadi “Tuan Rumah Data” di ASEAN!. Kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Ini bicara idealisme Bangsa.Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,MknPraktisi Hukum/Akademisi/Ketum PWRI.

Baca Juga  Klasemen Sementara Perolehan Medali PON Papua 2021: Jabar Jawa Barat Peringkat 3

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Polda Babel Sukses Gelar Kejuaraan E-Sport Kapolda Cup, Tim Jhon Kei Polresta Rebut Golden Tiket Ke Jakarta

Post Selanjutnya

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban

RelatedPosts

Kasus Bupati Kuansing Bergulir, KPK Didesak Usut Tuntas Amplop Putih Raja Juli Antoni

8 Juli 2026

Polda Babel Sukses Gelar Kejuaraan E-Sport Kapolda Cup, Tim Jhon Kei Polresta Rebut Golden Tiket Ke Jakarta

8 Juli 2026

Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Terseret Kasus Tipikor Ekspor Tanah Jarang, Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka

8 Juli 2026

Bongkar Dugaan Korupsi PLN hingga Asabri, Polri Geledah Cafe dan Money Changer di Cipete

8 Juli 2026

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

8 Juli 2026

Dorong Prabowo Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, GREAT Institute: Indonesia Harus Lebih Aktif Pascakonflik AS-Iran

8 Juli 2026
Post Selanjutnya

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban

Kasus Bupati Kuansing Bergulir, KPK Didesak Usut Tuntas Amplop Putih Raja Juli Antoni

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kasus Bupati Kuansing Bergulir, KPK Didesak Usut Tuntas Amplop Putih Raja Juli Antoni

8 Juli 2026

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban

8 Juli 2026

JANGAN SAMPAI KITA JADI “KULI LISTRIK” ASEAN, KITA JUGA HARUS JADI “TUAN RUMAH DATA” DI ASEAN

8 Juli 2026

Polda Babel Sukses Gelar Kejuaraan E-Sport Kapolda Cup, Tim Jhon Kei Polresta Rebut Golden Tiket Ke Jakarta

8 Juli 2026

Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Terseret Kasus Tipikor Ekspor Tanah Jarang, Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka

8 Juli 2026

Diresmikan Sejak November 2025, SPPG Milik Eks Bupati Agus Supriadi Belum Juga Beroperasi

8 Juli 2026

Bongkar Dugaan Korupsi PLN hingga Asabri, Polri Geledah Cafe dan Money Changer di Cipete

8 Juli 2026

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

8 Juli 2026

Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

8 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Udang Milik Kaesang Pangarep Terlilit Utang Lebih dari Rp2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potensi Maritim Pangkalpinang jadi Implementasi Peran Pemuda Sebagai Agent Of Change

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com