• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Dwi Warna

KPK Kawal Sektor Strategis Batam dan Bintan, Jaga Iklim Investasi Sehat dan Berkelanjutan

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
13 April 2026
di Dwi Warna
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pengawasan sektor strategis di Batam dan Bintan guna menjaga iklim investasi tetap sehat, transparan, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan lapangan Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) pada 9 hingga 11 April 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan korupsi, khususnya di kawasan dengan skema insentif besar seperti Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Pengawasan penting dilakukan agar berbagai status kawasan tersebut tidak tumpang tindih secara kebijakan maupun regulasi, serta benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

RelatedPosts

Penggeledahan di Semarang, KPK Temukan Dugaan “Pengkondisian” Kasus Bea Cukai

KPK Luncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi, Dorong Budaya Integritas Sejak Dini

KPK Apresiasi Langkah Kemensos Konsultasi Pengadaan Sekolah Rakyat, Cegah Korupsi Sejak Dini

Batam dan Bintan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global. Berbagai insentif seperti tax holiday, kemudahan impor, hingga percepatan perizinan melalui sistem online single submission (OSS) menjadi daya tarik utama investasi di wilayah tersebut.

Namun, KPK mengingatkan agar pemberian insentif tidak hanya berhenti pada penetapan status kawasan. Pengawasan ketat dinilai krusial untuk mencegah konflik kepentingan, moral hazard, hingga potensi kerugian negara.

Temuan di Batam: Lahan Menganggur dan Perizinan Tersendat

Dalam kunjungan di Batam, tim Korsup meninjau KEK Nongsa Digital Park dan PSN Wiraraja. Di KEK Nongsa Digital Park seluas 188 hektare, KPK menemukan sejumlah lahan belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk lima kavling data center yang masih berstatus Barang Milik Negara (BMN) milik Kementerian Komunikasi dan Digital.

Baca Juga  Kadiv Hubinter Polri Beberkan Proses Penangkapan Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos di Singapura

KPK mendorong kementerian terkait segera menyelesaikan persoalan tersebut guna mempercepat realisasi investasi, mengingat besarnya potensi industri data center di Indonesia.

Sementara itu, di PSN Wiraraja yang berfokus pada hilirisasi pasir silika dan energi baru terbarukan dengan potensi investasi mencapai USD 31,6 miliar atau lebih dari Rp500 triliun, KPK menemukan kendala utama berupa proses perizinan yang belum rampung di Kementerian ATR/BPN.

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pengembangan kawasan industri. KPK pun mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga agar hambatan tersebut segera teratasi.

Selain itu, KPK menekankan pentingnya pemetaan risiko dalam pengelolaan sektor strategis. Kepastian regulasi dan sistem dinilai menjadi faktor kunci dalam menarik investasi, sekaligus memperbaiki persepsi global terhadap Indonesia.

Bintan: Sorotan pada Kehati-hatian dan Dampak Sosial

Di Bintan, KPK meninjau KEK Galang Batang dan menemukan hambatan perizinan pengembangan kawasan seluas 218,90 hektare dengan potensi investasi mencapai Rp120 triliun.

Hasil kajian teknis menunjukkan hanya 50,12 hektare yang direkomendasikan untuk dilepas dari kawasan hutan, dengan pertimbangan aspek konservasi dan keberlanjutan sosial, terutama terkait mata pencaharian masyarakat nelayan.

KPK menegaskan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam pengembangan kawasan, khususnya yang menyangkut alih fungsi hutan dan ekosistem mangrove.

“Setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat,” tegas Budi.

Selain itu, KPK juga menyerap aspirasi dari pelaku industri di Bintan Inti Industrial Estate, mulai dari kebutuhan konektivitas Batam-Bintan, penyediaan jalur gas, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.

Dorong Tata Kelola Bersih dan Kepastian Regulasi

KPK menilai penguatan tata kelola dan kepastian regulasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan minim risiko korupsi.

Baca Juga  KPK Tetapkan Tersangka 5 Tersangka Suap Pengondisian Temuan BPK di Kabupaten Sorong

“Dengan tata kelola yang kuat dan kepastian regulasi, kami optimistis iklim investasi akan semakin sehat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Budi.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: #MerahPutihTegakBerdiriIklim Investasi SehatKawasan Ekonomi KhususKomisi Pemberantasan KorupsiKorsup KPKProyek Strategis NasionalSektor Strategis Batam dan Bintan
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

Post Selanjutnya

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

RelatedPosts

Penggeledahan di Semarang, KPK Temukan Dugaan “Pengkondisian” Kasus Bea Cukai

14 Mei 2026

KPK Luncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi, Dorong Budaya Integritas Sejak Dini

12 Mei 2026

KPK Apresiasi Langkah Kemensos Konsultasi Pengadaan Sekolah Rakyat, Cegah Korupsi Sejak Dini

9 Mei 2026
jubir-KPK-stranasPK

Kolaborasi KPK-KSP, Pertajam dan Evaluasi Program Nasional dengan 15 Aksi Timnas PK

7 Mei 2026

KPK Dorong Sertifikasi 27.969 Aset Tanah di Sulsel, Nilainya Capai Rp27,5 Triliun

4 Mei 2026

KPK: Pers Bebas dan Kritis Kunci Membangun Kesadaran Publik Melawan Korupsi

3 Mei 2026
Post Selanjutnya

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

BNN Perkuat Pendekatan Rehabilitasi, Sinergi Kemen Imipas Optimalkan P4GN

Discussion about this post

KabarTerbaru

Asep Edi Suheri Resmi Sandang Pangkat Komjen, Kapolda Metro Jaya Kini Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

15 Mei 2026

Dituntut 18 Tahun dan Rp5,6 Triliun, Nadiem Klaim Tak Bersalah di Kasus Chromebook

14 Mei 2026

Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

14 Mei 2026

Penggeledahan di Semarang, KPK Temukan Dugaan “Pengkondisian” Kasus Bea Cukai

14 Mei 2026
Oplus_131072

Apresiasi Satgas PKH, Presiden Prabowo Tekankan Integritas Yudikatif dan Perlindungan Aset Negara

13 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto meminta bunga kredit PNM untuk rakyat kecil dipangkas hingga di bawah 9 persen. (Istimewa)

Presiden Prabowo Perintahkan Bunga PNM Dipangkas di Bawah 9 Persen, Rosan Siap Turunkan Jadi 8 Persen

13 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

13 Mei 2026
GMNI Jakarta dan HMI menggelar aksi meminta transparansi proyek KDMP.(Foto: Istimewa)

GMNI Jakarta-HMI Desak Audit Proyek KDMP, Soroti Dugaan Selisih Anggaran Rp112 Triliun

13 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adhi Makayasa 94 Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Perkuat PPATK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Nasional Aktivis ’98 Desak 4 Mahasiswa Trisakti Jadi Pahlawan Nasional Reformasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM MEDIAMASSA.ID

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com