Jakarta, Kabariku– Serangan brutal menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Ia disiram air keras oleh dua orang tak dikenal (OTK) dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba, Kecamatan Senen, Jakarta, Kamis malam (12/3/2026).
Korban sempat berteriak kesakitan yang sangat panas akibat cairan berbahaya itu mengenai wajah dan tubuhnya. Peristiwa itu, sekitar Kamis malam pukul 23.37 WIB.
“Air keras mengenai tubuh bagian kanan korban, khususnya mata, wajah, dada, dan tangan sehingga korban berteriak hingga berhenti dan menjatuhkan motornya,” ujar Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Dalam konferensi pers itu, YLBHI menunjukkan video cctv peristiwa Andrie Yunus saat disiram air keras. Di mana dua orang yang sedang mengendarai motor terlihat berbalik arah dan menunggu kedatangan Andrie.
Ketika berhadapan, dua pelaku langsung menyiram air keras ke bagian muka dan badan Andrie, terdengar Andrie berteriak kepanasan hingga menjatuhkan motornya dan meminta pertolongan kepada warga sekitar maupun pengendara yang sedang melintas.
“Aaah… aahh… aahh panas!” teriak Andrie saat cairan tersebut mengenai tubuhnya.
Jeritan itu membuat warga dan pengendara di sekitar lokasi langsung berkerumun membantu korban.
Serangan berlangsung sangat cepat. Begitu cairan disiramkan, baju yang dikenakan Andrie langsung meleleh akibat reaksi kimia dari zat asam. Korban pun terpaksa melepas pakaian yang dikenakannya saat itu.
Di tengah kepanikan itu, muncul sosok misterius yang menarik perhatian. Menurut keterangan Andrie, ada seorang pria berkepala hampir plontos yang justru menyebut identitas korban. Identitas pria tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya dan sedang ditelusuri.
“Ketika korban berteriak meminta tolong, terdapat seorang warga yang langsung menyebut, ‘Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?’,” ungkap Dimas.
Sementara itu, dua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Salemba I menuju Jalan Salemba Raya.
Dalam pelariannya, salah satu pelaku bahkan menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang diduga digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Meski dalam kondisi kesakitan, Andrie masih sempat mengendarai motor menuju kontrakannya di Menteng melalui jalan belakang.
Sesampainya di kontrakan, ia segera ditolong rekan-rekannya dan dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pada pukul 23.40 WIB, korban dibawa oleh Rizky dan Hardingga ke RSCM.
”Pukul 23.48 WIB korban sampai di RSCM dan mendapatkan perawatan medis,” terang Dimas.
Luka Bakar 24 Persen, Mata Dioperasi
Selama berjam-jam, Tim dokter RSCM langsung melakukan pemeriksaan intensif. Hasil diagnosis awal menyebutkan sekitar 24 persen tubuh korban mengalami luka bakar, terutama pada bagian kanan tubuh mulai dari kepala hingga badan. Bagian yang paling memprihatinkan adalah mata korban.
“Operasi mata dilakukan untuk mengganti jaringan amnion atau cangkok dengan bius lokal,” kata Dimas.
Operasi tersebut, berlangsung dari pukul 13.00 hingga sekitar 16.30 dan dinyatakan berjalan lancar. Saat ini kondisi Andrie dalam keadaan aman, meski masih menjalani proses pemulihan akibat luka bakar dari zat asam.
Dimas menyebutkan, kasus ini kini ditangani sejumlah unit kepolisian, mulai dari Polsek Senen termasuk Tim Cyber, Resmob Curanmor, Reskrim Polres Jakarta Pusat, hingga Mabes Polri.
Bahkan, Kanit Reskrim disebut langsung mendatangi rumah sakit untuk mengumpulkan petunjuk dan melakukan investigasi.
KontraS menilai, serangan ini bukan aksi spontan, melainkan kemungkinan bagian dari skenario yang sudah direncanakan. Serangan terhadap Andrie dianggap serius karena Andrie dikenal sebagai pembela hak asasi manusia.
“Ini ancaman terhadap nyawa, bahkan bisa dikategorikan sebagai upaya pembunuhan terhadap saudara Andrie Yunus,” tegas Dimas.
KontraS juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memastikan perlindungan korban, termasuk bantuan biaya kesehatan dan pemulihan.
Kasus ini secara resmi belum dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), meskipun sejumlah petinggi Komnas HAM telah menjenguk dan berbela sungkawa kepada Andrie.
Diketahui, sebelum disiram air keras, Andrie Yunus baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Berikut Ciri-ciri Pelaku:
Pelaku pertama yaitu sebagai pengendara dengan ciri-ciri laki-laki, pakaian kaos warna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga memakai berbahan jeans, dan helm berwarna hitam.
Sedangkan pelaku kedua yakni berperan sebagai penumpang dengan ciri-ciri laki-laki, menggunakan kain penutup wajah/masker/buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, celana panjang berwarna biru yang bisa dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post