• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 24, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Hendrik Dikson Sirait “Seram, Gokil Tapi Hatinya Lembut”

Redaksi oleh Redaksi
13 Mei 2023
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Marlin Dinamikanto

Mantan Pemred Kabar Dari Pijar
KDP

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Saya bersaksi Lu orang baik. Kenangku tentangmu tak kan pernah kering seperti bunga”

Kabariku- Sejak ALDERA terang-terangan menolak Soeharto di Wisma DPR-RI Kopo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 12 Januari 1993; angin perubahan berhembus kencang, setidaknya di lingkungan Aktivis Gerakan.

RelatedPosts

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

Pada kurun itu konflik pertanahan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Sumut, Sumsel, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, Sulsel dan lainnya. Kami termasuk di antaranya tokoh kita Hendrik Dikson Sirait lahir dari Kawah Candradimuka itu. Kok bisa?

Ya, bisa lah. Gerakan Mahasiswa yang hingga akhir 1970-an bertunas di kampus perguruan tinggi tiba-tiba terusir. Emang sih, sejak 1978 hingga pertengahan 1980-an kami terkesan nggak ngapa-ngapain. Padahal segelintir senior kami, sebut saja Amir Husin Daulay, Agus Eddy Santoso, Danial Indra kusuma dan lainnya terus bergerak agar gerakan mahasiswa tetap hidup.

Kami mahasiswa 80-an berserak membentuk kelompok diskusi, pers mahasiswa yang selanjutnya dengan “bimbingan” Ornop yang dipandegani aktivis lebih senior seperti mas Indro Tjahyono, melakukan advokasi, pendampingan dan bahkan perlawanan berbasis kekuatan rakyat.

Dari sanalah lahir kelompok aksi.

Hendrik Dikson Sirait adalah mahasiswa UNAS Angkatan 1990-an (kampusnya Amir Husin Daulay) yang tergerak menjadi bagian dari agent of social change di tempatnya kuliah.

Kebetulan banyak pula teman-teman seangkatannya seperti Wandy Binyo Nikodemus Tuturong, Ferry Haryono Machfud, Iwan Darmawan dan lainnya, disamping juga mahasiswa Unas dari angkatan yang lebih muda.

Baca Juga  PIJAR 98: Tolak Wacana RUU Konsesi Tambang Perguruan Tinggi

Hendrik Cs ini yang meramaikan Yayasan Pijar di Jalan Penggalang bersama mahasiswa dari berbagai kampus lainnya. Ini pula yang menjelaskan kenapa mahasiswa UNAS menyumbang terpidana politik terbanyaknya selain Darul Ulum Jombang dalam kurun yang disebut Oposisi Berserak. Hendrik, Binyo, Mpek, Yeni Rosa, Andy Sumitro alias Black dan sebelumnya Nuku Soleimani dengan stiker seremnya Soeharto Dalang Segala Bencana.

Peran yang selalu diemban Hendrik di kepengurusan Pijar adalah advokasi. Dia bersama-sama mahasiswa lain di Jakarta dan Jawa Barat senantiasa hadir dalam konflik-konflik pertanahan seperti Cimacan, Cijayanti, Rawa Bilal, Majalengka. Jadi tidak salah apabila PBHI merekrutnya dan bahkan sempat terpilih menjadi Ketua PBHI Jakarta setelah reformasi.

Diantara mahasiswa UNAS, Hendrik memang paling serem dan gokil meskipun masih kalah gokil dibandingkan Mpek.

Untuk itu sejak saya yang sudah kuliah di IISIP Angkatan 92 mengenalnya lebih kenal nama Iblis ketimbang Hendrik. Toh demikian hatinya lembut dan anti kekerasan.

Kok tahu?

Ceritanya nih, begitu gerakan massa digebuk setelah peristiwa 27 Juli 1996, suasananya begitu cekam. Banyak penculikan banyak penangkapan. Sejumlah senior aktivis mulai hopless.

Mulai muncul ide gerilya jalanan, mirip Sparrow Unite di Filipina. Anak-anak yang dianggap nyali dilatih merakit bom yang tidak mematikan oleh Herman Widodo alias Herman Coro.

Nah, di sini Hendrik sangat tidak setuju dengan gagasan yang datang dari mas Indro Tjahjono itu. Dia yang lahir di lingkungan keras Tanjung Priok tidak setuju dengan cara-cara kekerasan.

Kok ndilalah pula bom meledak di Tanah Tinggi yang membuat Intel makin mempeng nyulik aktivis. Bahkan ada yang hingga sekarang tidak jelas keberadaanya seperti misal penyair Wiji Thukul.

Baca Juga  Rilis Kedubes AS Tentang HAM di Indonesia Buktikan Pimpinan KPK Saat ini Tak Terkait Dengan Amerika

Meskipun begitu pelatihan pembuatan bom yang disebut aksi non-konvensional terus berjalan. Beberapa aktivis standby di kontrakan Dewi Sartika. Muhendi dari Garut sudah siap dengan bom rakitan meskipun pada akhirnya urung berangkat diduga karena tidak ada ongkos.

Dan puji Tuhan, kampus-kampus mulai bergerak sejak April 1998 sehingga diputuskan tidak ada lagi aksi nonkonvensional alias gerilya kota macam di Filipina.

Oh, ya saya sangat akrab dengan Almarhum Hendrik. Sekitar 2021 di tengah akutnya Covid 19 varian Delta, kalau nggak salah menjelang lebaran dia yang hingga wafat masih menjabat Komisaris anak BUMN PGN minta nomer rekening saya. “Gua titip untuk beli baju anak lu,” katanya.

Memang Hendrik yang dikenal solider kepada sahabat-sahabatnya dikenal gigih dan ulet.

Disela-sela berorganisasi dia sempat menjadi wartawan radio, sudah itu sibuk membantu mengurus warung di rumahnya, sempat pula membuka kedai kopi Bhinneka di garasi kantor DPN Repdem sekaligus aktif memenangkan Masinton Pasaribu pada Pemilu 2014 di samping pula menjadi Sekjen Almisbat di tahun yang sama.

“Saya bersaksi Lu orang baik. Kenangku tentangmu tak kan pernah kering seperti bunga”.***

#UlasanMarlin
Sabtu, 13 Mei 2023

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: ALDERADKPKabar Dari Pijar
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Sepuluh Provinsi yang Memiliki Jalan Rusak Terpanjang di Indonesia, Simak Lampung Nomor Berapa?

Post Selanjutnya

Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup Mulai 15 Mei

RelatedPosts

Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Ahmad Ramdani, Camat Pangatikan

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

12 Februari 2026
Post Selanjutnya
Pendakian ke Gunung Gede Pangrango/Dok.Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup Mulai 15 Mei

Jelang Pilkades Serentak, Satuan Brimob Kompi 1 Yon D Garut Gelar Pasukan PAM

Discussion about this post

KabarTerbaru

Film Laut Bercerita segera tayang pada 2026. Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia terlibat dalam adaptasi novel bestseller karya Leila S. Chudori.(Istimewa)

Pal8 Pictures Umumkan Pemain Lengkap Film Laut Bercerita, Reza Rahadian Perankan Biru Laut

24 Februari 2026

Mesin Birokrasi dan Pilot Kepemimpinan: Menelisik Objektivitas dalam Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Humas KPK)

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

24 Februari 2026
Para korban Jiwasraya usai mengadu ke Sekretariat Negara RI. (Foto: Dok. Pribadi)

6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

24 Februari 2026

Menolak Ajakan Balap Berujung Penganiayaan, Team Sancang Satreskrim Polres Garut Amankan Dua Pelaku

24 Februari 2026

Satresnarkoba Polres Garut Ungkap Peredaran Sabu

24 Februari 2026

Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

24 Februari 2026

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

24 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com