• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, April 13, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Strategi Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global: Antara BRICS, Diplomasi Perdamaian, dan Politik Bebas Aktif

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
5 Maret 2026
di Opini
A A
0
Alek Sianipar (Mahasiswa Doktoral FH Universitas Bhayangkara Jaya)

Alek Sianipar (Mahasiswa Doktoral FH Universitas Bhayangkara Jaya)

ShareSendShare ShareShare

Implikasi Konflik Timur Tengah terhadap Kepentingan Nasional Indonesia

oleh :
Alek Sianipar
Mahasiswa Doktoral FH Universitas Bhayangkara Jaya

Jakarta, Kabariku – Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak hanya merupakan dinamika regional di Timur Tengah, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global. Salah satu dampak paling signifikan adalah potensi gangguan terhadap jalur distribusi energi internasional, khususnya di Strait of Hormuz yang merupakan salah satu jalur strategis perdagangan minyak dunia.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Persepktif geopolitik klasik, kontrol terhadap jalur distribusi energi dan jalur laut strategis merupakan bagian dari kompetisi kekuatan global. Alfred Thayer Mahan dalam teori Sea Power menekankan bahwa penguasaan jalur laut strategis merupakan faktor utama dalam menentukan dominasi geopolitik suatu negara. 

RelatedPosts

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Selat Hormuz, dalam hal ini dapat dipahami sebagai chokepoint geopolitik yang memiliki nilai strategis dalam distribusi energi global.

Saat ini Selat Hormuz mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi, ketidakstabilan pasar minyak, serta tekanan terhadap negara-negara yang bergantung pada impor energi. Untuk Indonesia, yang masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, situasi tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Fenomena ini juga dapat dianalisis melalui perspektif Geopolitik Energi, yang menekankan hubungan antara keamanan energi, distribusi sumber daya, dan dinamika kekuatan global. 

Menurut Daniel Yergin, keamanan energi merupakan elemen penting dalam stabilitas ekonomi global, sehingga gangguan terhadap jalur distribusi energi dapat memicu dampak sistemik terhadap ekonomi internasional.

Baca Juga  Etika, Pancasila dan Kewibawaan Negara

Pandangan geopolitik energi, konflik di kawasan Teluk menunjukkan bagaimana rivalitas kekuatan besar dapat memengaruhi stabilitas pasar global dan mendorong negara-negara berkembang untuk melakukan penyesuaian strategi energi. Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta perluasan kerja sama energi internasional menjadi langkah penting untuk mengurangi kerentanan terhadap gejolak geopolitik global.

Strategic Autonomy dan Ruang Manuver Diplomasi Indonesia

Dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks, salah satu tantangan utama bagi negara berkembang adalah mempertahankan otonomi strategis dalam kebijakan luar negeri. Konsep strategic autonomy merujuk pada kemampuan suatu negara untuk menjaga kemandirian dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi, dan keamanan tanpa terjebak dalam dominasi kekuatan besar.

Dalam kajian hubungan internasional, pendekatan ini berkaitan dengan konsep strategic hedging yang dikembangkan oleh Evelyn Goh dan Kuik Cheng-Chwee. Teori ini menjelaskan bagaimana negara-negara menengah (middle powers) mengelola hubungan dengan berbagai kekuatan besar secara simultan guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kekuatan tertentu.

Untuk Indonesia, pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya rivalitas global yang melibatkan berbagai aktor utama seperti China, Rusia, dan Amerika Serikat. Strategi geopolitical hedging memungkinkan Indonesia menjaga keseimbangan hubungan diplomatik tanpa harus terjebak dalam polarisasi blok geopolitik yang kaku.

Melalui strategi ini, Indonesia dapat memperluas kerja sama ekonomi dan politik dengan berbagai negara tanpa harus secara eksklusif berpihak pada satu blok tertentu. Pendekatan ini sekaligus memperkuat fleksibilitas diplomasi Indonesia dalam menghadapi dinamika politik internasional yang terus berubah.

Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang sejak era Mohammad Hatta menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia. Prinsip tersebut menekankan bahwa Indonesia tidak memihak pada blok kekuatan tertentu, tetapi tetap aktif berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

Baca Juga  Integritas Polri sebagai Institusi Penegak Hukum dan Pengayom Masyarakat

Indonesia dan Kepemimpinan Global South

Perubahan struktur kekuatan global juga membuka peluang bagi negara-negara berkembang untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam tata kelola internasional. Dalam konteks ini, munculnya konsep Global South diplomacy mencerminkan upaya negara-negara berkembang untuk memperkuat posisi mereka dalam sistem internasional.

Dalam teori Multipolarity dalam hubungan internasional yang dikemukakan oleh John Mearsheimer, sistem internasional yang multipolar memungkinkan munculnya aktor-aktor baru yang memiliki ruang lebih besar dalam mempengaruhi dinamika global. Kondisi ini menciptakan peluang bagi negara-negara middle power seperti Indonesia untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam diplomasi global.

Sebagai negara dengan populasi besar, ekonomi yang terus berkembang, serta pengalaman panjang dalam diplomasi multilateral, Indonesia memiliki kapasitas untuk menjembatani kepentingan antara negara maju dan negara berkembang. Peran ini dapat diwujudkan melalui berbagai forum internasional serta kerja sama ekonomi global.

Keterlibatan Indonesia dalam platform seperti BRICS memberikan ruang bagi negara berkembang untuk meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan global yang selama ini didominasi oleh negara maju. 

Perspektif teori Global Governance, forum-forum multilateral seperti BRICS dapat dipahami sebagai upaya menciptakan struktur tata kelola internasional yang lebih inklusif.

Dari sisi lain, diplomasi perdamaian melalui forum seperti Board of Peace mencerminkan penerapan Normative Power Diplomacy yang mana kemampuan suatu negara untuk mempengaruhi sistem internasional melalui nilai-nilai, norma, dan upaya mediasi konflik. Konsep ini banyak dibahas oleh Ian Manners dalam kajian tentang peran aktor non-hegemonik dalam diplomasi global.

Posisi Indonesia dalam Arsitektur Geopolitik Baru

Arah perubahan menuju tatanan internasional multipolar menciptakan peluang bagi negara-negara middle power untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam politik global. Dalam konsep Middle Power Diplomacy yang dikembangkan oleh Andrew Cooper menjelaskan bagaimana negara-negara menengah dapat memperluas pengaruhnya melalui diplomasi multilateral, mediasi konflik, serta pembangunan koalisi internasional.

Baca Juga  Densus 88 Bakal Gegerkan Publik, Habib Syakur: Siapapun yang Terlibat Teroris, Tangkap!

Indonesia memiliki potensi untuk memainkan peran tersebut melalui kombinasi strategi geoekonomi, diplomasi normatif, dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Strategi ini memungkinkan Indonesia mempertahankan keseimbangan antara kepentingan nasional dan kontribusi terhadap stabilitas global.

Pendekatan ini juga dapat dianalisis melalui perspektif Complex Interdependence yang dikemukakan oleh Robert Keohane dan Joseph Nye. Teori ini menjelaskan bahwa dalam sistem internasional modern, hubungan antarnegara tidak lagi didominasi oleh kekuatan militer semata, tetapi juga oleh interdependensi ekonomi, teknologi, dan institusi global.

Lanskap geopolitik yang semakin kompetitif, kemampuan Indonesia mengelola hubungan dengan berbagai kekuatan global akan menjadi faktor penting dalam menentukan posisinya dalam arsitektur politik internasional abad ke-21. 

Dengan memanfaatkan posisi strategisnya sebagai negara middle power dan aktor penting dalam Global South, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat perannya sebagai jembatan diplomasi antara berbagai kekuatan global sekaligus menjaga kepentingan nasionalnya di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dinamika Geopolitik GlobalPolitik Bebas AktifStrategic AutonomyUniversitas Bhayangkara Jaya
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Polres Garut Bedah Dua Rumah Warga, Kapolres Serahkan Kunci Hunian Layak di Banyuresmi dan Karangpawitan

Post Selanjutnya

KPK Bongkar Dugaan “Main Mata” di Balik Pengisian Jabatan Desa Pati

RelatedPosts

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

11 April 2026
Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Post Selanjutnya
Bupati Pati, Sudewo mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Bongkar Dugaan “Main Mata” di Balik Pengisian Jabatan Desa Pati

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq memakai baju tahanan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Buka Peluang Jerat PT RNB Milik Keluarga Bupati Pekalongan sebagai Tersangka Korporasi

Discussion about this post

KabarTerbaru

KPK Kawal Sektor Strategis Batam dan Bintan, Jaga Iklim Investasi Sehat dan Berkelanjutan

13 April 2026

Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

13 April 2026
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Cianjur

Disperkim Kabupaten Cianjur Mengajak Masyarakat Menjaga dan Merawat Ruang Publik

13 April 2026
Keluarga Besar Ponpes Hidayatul Faizien

Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

13 April 2026

YLBHI: Isyarat Wapres Gibran Pertegas Urgensi Peradilan Umum di Kasus Andrie Yunus

12 April 2026

DPC PKB Kabupaten Garut Gelar Muscab, Momentun Penting Partai untuk Lakukan Evaluasi Organisasi

12 April 2026

Hidrometeorologi Mengancam, Yuda Puja Turnawan Desak Langkah Cepat Pemkab Garut

12 April 2026

KPK Ungkap Pola Penyalahgunaan Wewenang Berulang, Ancaman Korupsi Terstruktur

12 April 2026
ruang konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK OTT Bupati Tulungagung Dugaan Praktik “Jatah” Anggaran dan Rekayasa Tender Proyek

12 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com