• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 22, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

Depok Harus Kembali ke Fitrah Keberagaman

Redaksi oleh Redaksi
28 Agustus 2019
di Uncategorized
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Para peserta Jalan-jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe (Istimewa)

KABARIKU – Kota Depok memiliki sejarah multikultural yang sangat panjang. Sayangnya, tidak semua orang memahami hal ini. Sejumlah kelompok masyarakat sipil di Kota Depok, Jawa Barat mencoba mengembalikan kesadaran sejarah ini dengan mengampanyekan keberagaman Depok melalui acara Jalan-jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe pada Sabtu, 24 Agustus 2019.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Dari sejarah kita dapat menemukan identitas Kota Depok yang menyejarah sebagai kota yang bukan hanya plural, multikultural tetapi malahan interkultural,” ungkap sejarawan JJ Rizal yang terlibat dalam kegiatan Jalan-jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

“Semoga setelah mengikuti jalan-jalan sejarah ini, peserta bisa membantu mengampanyekan agar Depok insyaf, tidak mendurhakai identitas sejarahnya, dan kembali kepada fitrahnya sebagai kota yang sejatinya kota beragam,” kata Rizal.

Acara jalan-jalan sejarah ini diikuti oleh sejumlah pelajar, komunitas, dan masyarakat umum di Kota Depok dan sekitarnya. Para peserta yang mengikuti acara ini diajak untuk menelusuri situs-situs bersejarah di Kota Depok, mulai dari Masjid UI, Rumah Pondok Cina, Gedung Gemeente Bestuur (Kotapraja) Depok, Paal Gedachtenis Aan Chastelein atau yang lebih dikenal dengan Tugu Chastelin, Rumah Presiden Depok, Depoksch Europesche School, Depoksch Kerk, hingga Stichting Cornelis Chastelein.

Sejarah mencatat bahwa berita sejarah awal Depok terkait dengan perdagangan Kerajaan Sunda di pedalaman Jawa bagian barat dengan kota bandarnya, Sunda Kelapa. Perdagangan ini memanfaatkan jalur sungai, yaitu Ciliwung. Depok berada di bagian tengah Ciliwung dan menjadi tempat transit para pedagang Cina.

Baca Juga  PMPRI Desak Jokowi Berhentikan Yaqut dari Menag

Sebab itu ketika pejabat VOC Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok secara bertahap pada tahun 1696, ia telah menemukan kehidupan masyarakat lokal dengan orang-orang Cina.
Kehidupan ini bertambah beragam karena Chastelein membawa sekitar 150 pekerjanya yang mayoritas dari Makassar dan Bali untuk memulai idenya membangun komunitas pribumi yang religius dan cerdas dalam mengelola kekayaan alam secara mandiri.

Dari sinilah interaksi sosial dan budaya antarkelompok yang berbeda suku, bangsa, dan agama menguat serta menjadikan Depok sebagai kota yang multikultural. Identitas Depok yang multikultural inilah yang sebaiknya terus diingat dan dirawat oleh generasi muda.

Acara ini merupakan upaya mengampanyekan keberagaman Kota Depok. Koordinator Acara #DepokBeragam Nor Hiqmah mengatakan, selain acara jalan-jalan sejarah, masyarakat sipil yang tergabung dalam gerakan #DepokBeragam juga menyelenggarakan flasmoob tarian Maumere dan Cokekan dengan berbagai baju daerah untuk menunjukkan keberagaman ini nyata adanya.

Pada akhir kegiatan jalan-jalan ada serangkaian diskusi dari tokoh masyarakat Depok yang menceritakan tentang keberagaman kota Depok tempo dulu dan sekarang.

“Pada kegiatan ini kami ingin menunjukan bahwa keberagaman di Depok tidak hanya ada dalam sejarah pembentukannya, namun masih ada sampai sekarang dalam praktek keseharian masyarakatnya, kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa Depok dibangun dari relasi kultural yang harmonis di antara kelompok masyarakat yang berbeda,” kata Hiqmah.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan dan kepanitian bersama dari berbagai masyarakat sipil di Depok yang ingin Depok tetap menjadi Kota Multikultural.

“Depok didirikan oleh banyak tangan yang berbeda agama, suku, budaya dan ras, yang mewariskan keharmonisan hidup dalam keberagaman, jadi mari kita jaga agar Depok tetap beragam dulu, kini dan nanti,” tegas Dariah Suhaedi dari Gerakan Indonesia Kita (GITA) salah satu organisasi yang bergabung dalam kepanitian #DepokBeragam.

Baca Juga  MPD FOSMAPI Garut Bergerak “Tolak Kenaikan BBM”

Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Depok yang terlibat dalam gerakan kampanye ini diantaranya Gerakan Indonesia Kita (Gita), Solidaritas Anak Bangsa (SABANG), Jaringan Gusdurian Depok, Komunitas Sejarah Depok, Komunitas Tanah Baru, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Inklusif, DPD PAKIN Depok, Desantara, Warna Indonesia, Komunitas Bambu, LBH Depok, Migran Care, Search for Common Ground (SFCG) dan Public Research & Advocacy Center (PIRAC). (Ref)

Tags: depokjalan-jaan sejarahkeberagaman depok
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Terpidana Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto Ajukan PK

Post Selanjutnya

Aktivis 98: Pemindahan Ibu Kota Pas dengan Semangat Reformasi 98

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya

Aktivis 98: Pemindahan Ibu Kota Pas dengan Semangat Reformasi 98

Selamat Jalan Ipda Erwin, Tuhan Pasti Mendengar Rencanamu Mengumrohkan Ibunda dan Istri Tercinta

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kapolda NTT Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas, Perkuat Sinergi Pengamanan dan Penegakan Hukum

22 Juli 2026
Foto: Istimewa

Sandri Rumanama Puji Polri Usut Dugaan Korupsi Kejagung, Dorong Kortas Tipikor Jadi Badan

22 Juli 2026

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

22 Juli 2026

Ekonom Senior Ferry Latuhihin Pertanyakan Sikap S&P Pertahankan Outlook Indonesia Tetap Stabil.

22 Juli 2026

Jalan Nasional di Nias Belum Tuntas, DPD RI Desak Penguatan Anggaran BBPJN Sumut

22 Juli 2026

Muslim Arbi Cium Dugaan Operasi Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Sosok Pejabat Berinisial SS

22 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

2.819 PPPK Kota Tangerang Menanti Kepastian TPP, Anggota DPRD Tangerang Tasril Jamal Desak Kemendagri Tak Berlama-lama

21 Juli 2026

Sejak 2024 BNN Kota Tangsel Tak Lagi Tangani Kasus Narkoba, Ini Perubahan Kewenangannya

21 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi MBG Watch Ajukan Judicial Review UU APBN 2026 ke MK, Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com