Jakarta, Kabariku.com – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif terkait isu “Indonesia Sell” yang belakangan ramai diperbincangkan.
PP KAMMI menilai narasi yang menggambarkan investor asing menjual aset-asetnya di Indonesia akibat kebijakan ekonomi pemerintah saat ini merupakan kampanye yang tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah menyebut isu tersebut sebagai narasi manipulatif yang sengaja dihembuskan untuk melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian nasional.
“Isu ‘Indonesia Sell’ itu narasi usang yang diputarbalikkan. Faktanya, kebijakan ekonomi kita saat ini—mulai dari hilirisasi, penguatan energi domestik, hingga reformasi fiskal untuk mencapai target pertumbuhan tinggi—justru membuat agen-agen ekonomi asing cemas karena mereka tidak bisa lagi mendikte Indonesia,” kata Jundi dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Jundi, berbagai kebijakan ekonomi yang saat ini dijalankan pemerintah bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem ekonomi global yang selama ini dinilai terlalu dominan memengaruhi arah pembangunan Indonesia.
Ia menilai penguatan hilirisasi industri, optimalisasi sumber daya dalam negeri, hingga penguatan sektor energi nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
Soroti Dugaan Kepentingan Asing
Dalam pernyataannya, PP KAMMI juga menyoroti adanya pihak-pihak yang disebut memiliki kepentingan terhadap narasi pelemahan ekonomi Indonesia.
Organisasi mahasiswa tersebut menilai terdapat indikasi kekhawatiran dari jaringan bisnis dan geopolitik luar negeri terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai semakin mandiri.
PP KAMMI menyebut Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu pusat keuangan regional, sementara sikap politik Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina juga dinilai kerap berseberangan dengan kepentingan Israel.
Menurut Jundi, kondisi tersebut membuat sejumlah pihak merasa terganggu dengan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri Indonesia yang dianggap semakin tegas.
Sampaikan Empat Sikap Resmi
Menanggapi isu yang berkembang, PP KAMMI menyampaikan empat poin sikap resmi.
Pertama, menolak narasi “Indonesia Sell” yang dinilai sebagai bentuk black campaign dan perang psikologis untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Kedua, mengajak masyarakat mencermati aktor-aktor yang dinilai berada di balik narasi pelemahan ekonomi Indonesia.
“Kekhawatiran pihak asing, terutama hub finansial Singapura dan kepentingan zionis Israel, muncul karena Indonesia semakin sulit disetir demi keuntungan oligarki global mereka,” ujar Jundi.
Ketiga, PP KAMMI menyatakan dukungan terhadap kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kemandirian nasional, hilirisasi industri, penguatan kedaulatan energi, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Menurut organisasi tersebut, kebijakan ekonomi nasional harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata menguntungkan korporasi multinasional.
Keempat, KAMMI menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional.
Jundi mengatakan pihaknya akan terus memastikan setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat serta terbebas dari intervensi asing yang berpotensi merugikan kepentingan bangsa.
Imbau Mahasiswa Tak Mudah Terpengaruh
PP KAMMI juga mengimbau mahasiswa, pemuda, dan masyarakat luas agar tidak mudah terpengaruh oleh analisis ekonomi yang dinilai terlalu pesimistis terhadap kondisi Indonesia.
Menurut Jundi, masyarakat perlu melihat perkembangan ekonomi nasional secara objektif dan tidak langsung mempercayai narasi yang belum tentu memiliki dasar kuat.
“Sudah saatnya Indonesia berdiri tegak di kaki sendiri. Jika agen-agen asing itu cemas, artinya kebijakan ekonomi kita sudah berada di jalur yang benar untuk merebut kembali kedaulatan bangsa,” pungkasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post