Garut, Kabariku – Festival Layang-Layang Internasional akan digelar di kawasan Tepas Papandayan, Kabupaten Garut, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Menjelang pembukaan, panitia memastikan seluruh persiapan ajang bertaraf internasional tersebut dipastikan berlangsung sesuai jadwal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan seluruh tahapan persiapan, mulai dari perizinan, koordinasi, hingga kesiapan teknis di lapangan telah berjalan sesuai rencana. Pemerintah Kabupaten Garut pun optimistis pelaksanaan festival akan berlangsung lancar.
“Persiapan kita sudah hampir 90 persen. Perizinan sudah oke, semua persiapan juga sudah siap. Mudah-mudahan pada waktunya kegiatan bisa berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujar Beni Yoga, dikutip Selasa (28/7/2026).
Beni Yoga menjelaskan, Festival Layang-Layang Internasional tahun ini akan diikuti peserta dari 13 negara, menegaskan posisi Garut sebagai salah satu destinasi yang mampu menjadi tuan rumah ajang wisata dan budaya berskala dunia.
Sejumlah negara yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, Swedia, Belanda, dan Kanada, sementara peserta dari negara lainnya juga dijadwalkan turut berpartisipasi.
Menurut Beni Yoga, kehadiran peserta mancanegara diharapkan semakin memperkuat citra Kabupaten Garut sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menyelenggarakan event internasional sekaligus menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Garut berperan sebagai supporting system dalam penyelenggaraan festival. Adapun seluruh pelaksanaan kegiatan menjadi tanggung jawab pihak investor sebagai penyelenggara utama.
“Posisi kami sifatnya supporting system. Penyelenggaranya tetap pihak investor yang menggelar kegiatan ini,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan festival, panitia hanya menyediakan pembelian tiket secara daring melalui platform Tiket.com. Penjualan tiket tidak akan dilayani di lokasi acara.
“Tiket bisa didapat melalui penjualan online. Di media sosial GIKF tersedia tautan menuju Tiket.com. Kami tidak menjual tiket secara on the spot,” jelas Beni Yoga.
Harga tiket masuk dibanderol Rp45.000 per hari, sementara tiket terusan selama lima hari ditawarkan dengan harga sekitar Rp125.000, sehingga pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan festival dengan lebih hemat.
Selain menampilkan atraksi layang-layang spektakuler dari berbagai negara, festival juga menghadirkan beragam agenda edukatif dan hiburan.
Pengunjung dapat mengikuti workshop pembuatan layang-layang, workshop sejarah layang-layang, mengunjungi Museum Layang-Layang, serta menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya yang akan digelar sepanjang pelaksanaan acara.
“Festival Layang-Layang Internasional di Tepas Papandayan diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta menjadi media edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut,” pungkas Beni Yoga.*





















Discussion about this post